Archive for the ‘pernikahan’ Tag

Istri Ideal di Mata Pria

Jadi istri ideal bukan hanya perlu mengubah sikap, tapi bisa perlakukan suami dengan baik.

Oleh : Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti

54959_anda___kekasih___pasangan_sempurna__300_225.jpg
(doc.Corbis)

VIVAnews – Kebanyakan wanita tentu ingin menjadi istri sempurna di mata suaminya. Apalagi setelah mengetahui masih banyak kekurangan dalam dirinya. Anda mungkin akan menemukan cara untuk memperbaiki diri.

Perlu Anda tahu, menjadi istri ideal bukan hanya perlu mengubah sikap, tapi juga mengetahui lebih banyak tentang cara menciptakan pernikahan yang baik. Berikut sosok istri ideal di mata pria.

Tidak berusaha mengubah pasangannya
Jangan pernah punya pikiran untuk mengubah kebiasaan atau sikap suami. Meski Anda sudah marah-marah ketika melihat suami selalu meninggalkan pakaian kotor atau handuknya di lantai, tetap saja omelan Anda hanya dianggap angin lalu.

Seorang pakar perilaku mengatakan, Anda tidak bisa mengubah orang lain. Yang dapat mengubah hanya diri sendiri. Cara terbaik menangani situasi ini adalah mencari cara lain. Misalnya, meletakkan keranjang cucian kotor di tempat yang mudah diakses pria. Kompromi ini bisa menjadi jalan keluar yang baik.

Berterus terang
Jika Anda menginginkan sesuatu, jangan hanya mengungkapkan dengan ekspresi wajah cemberut atau omongan bertele-tele. Ungkapkan langsung padanya apa yang sedang Anda inginkan.

Mengucapkan “Terima Kasih”

Jadikan ucapan ini sebagai suatu kebiasaan. Katakan “terima kasih” ketika dia menjemput anak-anak dari sekolah, menempatkan pakaian kotor dalam keranjang atau memasak sarapan istimewa untuk Anda. Tidak perlu meberikan penghargaan berlebih, tapi cukup memperhatikan hal-hal yang suami Anda lakukan dan ucapkan “Terima kasih”.

Berikan kebebasan cukup
Setiap orang perlu sedikit waktu untuk dirinya sendiri. Entah itu, untuk bersantai, menjalani hobi, atau bersosialisasi dengan teman-teman. Jika suami adalah pencinta golf, namun Anda tidak, jangan menganggunya. Berikan kesempatan dan biarkan ia merasakan kesenangan.

Orang-orang yang berinteraksi dengan teman-temannya bisa merasakan hidup lebih sehat. Jadi biarkan dia memupuk hubungannya dengan teman-teman pria seperti halnya Anda ingin memiliki waktu bebas seperti masih lajang.

Membuatnya menjadi prioritas

Seorang istri sekaligus seorang ibu pasti sering lebih mengutamakan pekerjaannya, mengurusi rumah dan memperhatikan anak-anak ketimbang mengurusi suaminya. Menghabiskan waktu berduaan sekadar bersantai itu perlu. Meluangkan waktu menemaninya bekerja dan menemaninya menjalani hobi barunya juga bisa membuat si dia merasa diperhatikan dan menjadi prioritas buat Anda. Jika ini dia rasakan, otomatis dia akan berusaha menjadi suami yang baik.

Menjaga penampilan
Kebanyakan istri tidak punya waktu mempercantik diri atau menjaga penampilan. Untuk tetap membuat suami betah di rumah, ada baiknya Anda memperbaiki penampilan. Bisa dengan berolahraga, makan sehat dan melakukan perawatan tubuh bisa mempertahankan aura positif. Sikap percaya diri perlu dipertahankan, dan Anda akan terus menjadi wanita yang bersemangat menjaga keutuhan rumah tangga.

http://kosmo.vivanews.com/news/read/119016-istri_ideal_di_mata_pria

=============

semoga gue dipertemukan dengan wanita yang cocok untuk gue.. gak perlu yang ribet2 dech.. bersedia untuk setia dan menjaga serta merawat gue… jadi akuntan, jadi koki, jadi permaisuri, jadi pelacur (di kamar tidur), jadi ibu, jadi guru, jadi penasihat

haallllaaahh banyak banget maunya…. 😛

Intip Isi Pikiran Pria Selama Bercinta

Intip Isi Pikiran Pria Selama Bercinta

Oleh: Petti Lubis, Mutia Nugraheni

VIVAnews – Saat bercinta terkadang timbul rasa penasaran ingin mengetahui apa yang sedang dipikirkan pasangan. Tahukah Anda kalau pria berpikir sangat keras saat bercinta? Isi pikirannya si dia ini bisa bermacam-macam, dan mungkin salah satunya bisa mengagetkan Anda. Inilah beberapa isi pikiran pria selama ‘beraksi’ dengan Anda.

– Kepuasan
Kaum pria cenderung memikirkan bagaimana memuaskan dirinya sendiri dan pasangan. Jadi jangan heran jika ia sering sekali ia terlihat ‘ngotot’ untuk melakukan gaya tertentu untuk mendapatkan kepuasan. Kegigihannya ini membuatnya bisa membuat stres dan memicu ejakulasi dini. Kepuasan saat bercinta baik untuk dirinya maupun pasangannya bagi sebagian pria adalah hal mutlak, bisa dibilang memuaskan pasangan adalah simbol kejantanan pria.

Menurut Brandon Maxwell, pencipta “The Maxwell Multiple Climax”, pria sangat mudah terstimulasi secara visual. Jadi, saat pasangannya terlihat sangat seksi maka akan sangat mudah ia mencapai orgasme. Maxwell menyarankan bagi pria yang mudah puas, sebaiknya hindari kontak mata dengan pasangan saat bercinta.

– Fantasi dan gaya baru bercinta
Banyak pria memiliki fantasi-fantasi gaya bercinta yang ingin direalisasikannya. Tetapi seringkali banyak wanita pasangannya yang menolak untuk merealisasikannya. Jadi, saat bercinta, pria sering sambil berfantasi.

Pria pun sering memikirkan gaya-gaya bercinta yang menurutnya pehun tantangan. Jika menurutnya gaya tersebut bisa dilakukannya bersama Anda, maka ia akan langsung mengatakannya. Tetapi jika menurutnya Anda tidak akan mau melakukan gaya bercinta yang ia pikirkan, maka sikapnya akan terlihat aneh.

– Wanita lain
Meskipun bagi Anda, pasangan adalah pria paling setia sedunia, bukan berarti ia tidak memikirkan wanita lain saat sedang bercinta. Wanita yang ia pikirkan bisa saja artis seksi seperti Angelina Jolie atau gadis seksi yang ia temui saat makan siang dan tidak dikenalnya.

Sebetulnya hal tersebut tidak terlalu masalah. Anda juga bisa memikirkan pria seksi seperti Orlando Bloom atau suami Jolie yang sangat seksi Brad Pitt saat sedang bercinta, dan yang terpenting ia tidak mengetahuinya.

http://kosmo.vivanews.com/news/read/92250-intip_isi_pikiran_pria_selama_bercinta
Dipublikasikan : Jum’at, 25 September 2009, 12:48 WIB

komentarku:

gak cowok gak cewek sebenarnya sama aj… saat bercinta masing2 terlibat seru dalam permainan dan dengan alam pikirannya.. apapun yang dalam pikiran memang gak bisa diketahui secara pasti tapi bisa dirasakan.. yaa salah satunya adalah ttg kepuasan.. gak bisa dipungkiri dalam bercinta yang dicari adalah kepuasan.
baik kepuasan fisik maupun kepuasan psikis.. kalau ego masih bermain, yaa rasa susah deh untuk mendapatkan kepuasan untuk masing2 pihak.. hanya dengan komunikasi yang intens bisa menjembatani jurang tersebut.

Ketika Romantisme Pasangan Memudar

Tanggung jawab terhadap rumah tangga dan anak bisa membuat perasaan romantis terkalahkan.
Oleh : Arinto Tri Wibowo
(doc Corbis)

Seringkali pasangan suami istri merasa tertarik secara seksual ketika mereka berpisah jauh. Namun, ketika berada di rumah, mereka justru kehilangan perasaan itu.

Misalnya, ketika di kantor, suami bisa saja merindukan istrinya yang sedang di rumah. Tapi, ketika tiba di rumah, suasana bisa berubah cepat, dan dia merasa rasa ketertarikannya hilang.

Dalam buku berjudul Mars and Venus in The Bedroom karya John Gray disebutkan, situasi yang sama juga bisa terjadi pada istri. Dia seakan-akan menginginkan kemesraan, tetapi ketika bertemu suami, perasaan itu juga berangsur meredup.

Situasi tersebut bisa terjadi karena bermacam-macam sebab. Bisa jadi karena tanggung jawab terhadap rumah tangga atau anak yang membuat perasaan romantis terkalahkan. Terlalu banyak tanggung jawab rutin bisa menyebabkan berkurangnya gairah.

Atau, perasaan yang tidak menyenangkan karena terjadi perdebatan yang masih melekat di hati. Untuk sebagian kasus, masalah seperti bisa diselesaikan dengan cepat. Meski banyak di antaranya tidak selesai dengan ideal.

Salah paham dapat dengan mudah dilupakan di luar rumah. Tetapi ketika pasangan suami istri kembali ke rumah, masalah terkadang muncul kembali secara samar dan mendadak. Ujungnya, perasaan tertarik pun lenyap.

Namun, keterbukaan pasangan perempuan untuk membangkitkan gairah dapat membuka perasaan cinta suami kepada istrinya. Terkadang istri bersikap dingin, namun ketika mulai bercinta, dan merasakan cinta suami kepadanya, pintu hatinya akan kembali terbuka.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/64174-ketika_romantisme_pasangan_memudar

<!–

–>

Jurus Pria Menyeleksi Calon Istri

Kenali cara si dia menguji Anda sebelum ia memutuskan melamar Anda sebagai istrinya!
Oleh : Petti Lubis
(doc Corbis)

Ternyata tidak hanya wanita yang hobi menguji pasangannya. Kaum Adam pun punya kebiasaan ini  sebagai salah satu jurus seleksi sebelum naik ke pelaminan.

“Pria melakukannya dengan sengaja, karena mereka juga tidak ingin menghabiskan sisa hidup mereka dengan wanita yang salah. Jadi, mereka mengaku harus melihat calon istri dari berbagai sisi untuk mengetahui apakah pasangannya sepadan dengannya atau tidak,” kata Sherry Argov penulis buku best seller, Why Men Marry Bitches.

Inilah cara dan alasan mereka mengetes Anda. Hati-hati, jangan sampai Anda masuk dalam jebakannya!

1. Kebanyakan pria menilai wanita itu terlalu emosional. Inilah alasan pria sering menceritakan tentang mantan-mantannya secara detail. Dari sini, pria berharap kekasihnya tidak akan berperilaku sama seperti mantan mereka. Beberapa wanita mungkin bisa lolos dengan julukan ‘drama queen’. Tapi, jika pria sudah menilai pasangannya sebagai ‘psycho’ alias ‘psikopat’, biasanya pria akan mundur dan tak akan kembali lagi.

2. Pria bakal senang melihat reaksi Anda, ketika muncul wanita cantik dalam satu ruangan dengan Anda berdua. Cara mengetes Anda dengan mencoba memuji wanita itu. Entah itu, penampilannya atau bahasa tubuh wanita tersebut. Jika Anda memperlihatkan reaksi cemburu, si dia akan merasa senang. Rasa cemburu Anda bisa jadi hasil tes, bahwa Anda masih menyayanginya.

3. Anda membuat pernyataan, tidak menyukai orang yang suka ngaret. Ini akan terekam dalam memorinya. Kalau akan mengetes Anda, saat janjian untuk makan malam bareng, dia akan datang satu jam lebih lama. Tapi, dengan alasan yang cukup masuk akal. Nah, jika reaksi Anda berlebihan, misalnya berteriak dan memaki-makinya, dia pasti tidak akan menganggap Anda bukan ‘marriage material’.

Tapi, bila reaksi Anda tenang, misalnya dengan berkata, “Aku tadi agak cemas, tapi sekarang sudah lega. Lain kali kasih kabar, ya!” Ini menunjukkan bahwa Anda adalah wanita berkelas dan pantas mendampinginya.

4. Hati-hati, bila Anda sering bertanya padanya, apakah Anda terlihat lebih gemuk? Jika si dia menjawab, “Nggak terlalu, tapi jangan kebanyakan makan es krim, dong!” Initinya dia akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Jika Anda terus menerus merasa tidak nyaman, si dia akan berpikir Anda terlalu memikirkan hal-hal yang tidak begitu penting. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak mandiri. Bagi pria, jika pasangannya ingin langsing, ya diet saja. Tak perlu menanyakan pendapat pasangannya.

5. Bagi pria, wanita yang selalu marah-marah dan bersikap emosional akan membuat dia tak lagi menghargai pasangannya. Biasanya, jika pria tidak lagi berusaha membuat pasangannya tenang, dia sedang menguji seberapa lama kekasihnya akan marah-marah. Jika amarah Anda tidak juga mereda, pria akan berpikir ulang, apakah Anda layak menjadi istrinya atau tidak.

Karena itu, sebaiknya jangan membesar-besarkan hal sepele. Jika ada masalah kecil, jangan malah marah-marah. Cobalah selesaikan bersama dengan kepala dingin.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/60426-jurus_pria_menyeleksi_calon_istri

<!–

–>

Bercinta Tak Sekadar Gerakan Fisik

Kepuasan bercinta tidak selamanya dibangun oleh naluri.
Oleh :Arinto Tri Wibowo
Bercinta di Alam Terbuka (doc Corbis)

Kepuasan bercinta tidak selamanya dibangun oleh naluri. Pasangan perlu ketrampilan untuk berhubungan dan berkomunikasi sebelum mereka memulai aktivitas bercinta.

Pria dan perempuan memiliki kebutuhan bercinta yang berbeda. Salah satu cara terbaik untuk mempertemukan perbedaan itu adalah melalui komunikasi yang terbuka dan jujur.

Namun, karena berbagai alasan, banyak pasangan yang tidak pernah terbuka untuk membicarakan perbedaan itu. Bahkan, pasangan berjalan bertahun-tahun tanpa pernah memahami sebagian kebutuhan bercinta yang paling fundamental dan unik.

Les dan Leslie Parrot dalam bukunya berjudul Questions Couple Ask mengatakan, beberapa prinsip dasar yang dapat membantu seseorang dan pasangan dalam menikmati kepuasan bercinta di antaranya aspek relasional dan emosional dalam berhubungan.

Tidak seperti pria, perempuan tidak memisahkan aktivitas bercinta dari aspek relasional dan emosional. Mereka menginginkan ketenangan perasaan atas hubungan selama lebih dari satu jam sebelum memulai bercinta.

Perempuan menginginkan suasana yang diliputi keintiman dan kemesraan yang dibangun atas pilihan sehari-hari.

Atas alasan ini, penting untuk berkomunikasi dengan pasangan melalui cara-cara penuh cinta sepanjang hari. Bagi perempuan, bercinta lebih dari sekadar gerakan fisik.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/60135-bercinta_tak_sekadar_gerakan_fisik

sekilas tentang purwaceng

Purwoceng sebenarnya tergolong tanaman langka, namun kini dapat diselamatkan dengan budi daya menggunakan metode kultur in vitro. Masalah budi daya Purwoceng ini pernah dipaparkan Ireng Darwati, mahasiswa S3 program studi Agronomi Institut Pertanian Bogor (IPB) saat mempertahankan disertasinya berjudul “Kultur Kalus dan Kultur Akar Rambut Purwoceng untuk Menghasilkan Metabolit Sekunder dan Harapan untuk Pengembangan Tanaman Purwoceng di Masa Mendatang,” di Kampus IPB Darmaga, Bogor (Suara Pembaharuan, 23/02/2007).
Apa Saja Manfaat Purwoceng?
Eni Hayani dan May Sukmasari pernah memaparkan, seluruh bagian tanaman purwoceng dapat digunakan sebagai obat tradisional, terutama akar. Akarnya mempunyai sifat diuretika dan digunakan sebagai aprosidiak (Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 1987), yaitu khasiat suatu obat yang dapat meningkatkan atau menambah stamina. Pada umumnya tumbuhan atau tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak mengandung senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah. Di Indonesia tumbuhan atau tanaman obat yang digunakan sebagai aprosidiak lebih banyak hanya berdasarkan kepercayaan dan pengalaman (Hernani dan Yuliani 1991).

Penggunaan tanaman obat dibidang pengobatan pada prinsipnya tetap didasarkan pada prinsip-prinsip terapi seperti pada penggunaan obat moderen. Oleh karenanya informasi kandungan senyawa aktif tanaman obat mutlak diperlukan. Umumnya tanaman obat jarang memiliki bahan senyawa tunggal, sehingga sulit untuk memastikan kandungan aktif mana yang berkasiat untuk pengobatan penyakit tertentu. Misalnya khasiat akar tanaman purwoceng (Pimpinella alpina) yang diketahui dari pengalaman-pengalaman orang kemudian berkembang menjadi image berkasiat sebagai aprodisiak, ternyata mengandung turunan dari senyawa sterol, saponin dan alkaloida (Caropeboka dan Lubis, 1985).

Sidik, et al. (1985) mengatakan bahwa akar purwoceng mengandung turunan senyawa kumarin yang digunakan dalam industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak melainkan untuk anti bakteri, anti fungi dan anti kanker. Hernani dan Yuliani (1990) mengatakan bahwa bahan aktif purwoceng terbanyak terletak pada bagian akarnya.

Tanaman purwoceng mempunyai kandungan bahan yang bersifat aprodisiak menyebabkan keberadaannya semakin dicari orang. Pada mulanya, tanaman purwoceng digunakan oleh penduduk disekitar pegunungan Dieng (daerah asalnya) hanya untuk pemeliharaan kesehatan atau peningkatan derajat kesehatan. Namun sejalan dengan perkembangan penelitian dan isu yang dihembuskan, tanaman ini berkembang menjadi komoditas yang sangat ”laku jual” sebagai bahan aprodisiak, bahkan kini telah dipopulerkan oleh masyarakat dan Kelompok Tani setempat dengan sebutan ”Viagra Jawa”.

Keberadaan tanaman yang semakin langka disebabkan selain karena terdesak oleh pesatnya permintaan, juga karena pengadaannya memerlukan waktu. Atas dasar kelangkaan dan isu aprodisiak tersebut harga yang terjadi sekarang sangat tinggi.

Gairah Bercinta Meredup, Berliburlah

Satu cara sederhana untuk mengobarkan kembali gairah yang hilang adalah liburan romantis.
Oleh : Arinto Tri Wibowo
Piknik bersama pasangan (Corbis)

Setelah sekian lama pasangan menikah, adakalanya gairah cinta mulai meredup. Rutinitas dan tanggung jawab rumah tangga ikut membuat suasana romantis menghilang. Akibatnya, pasangan hanya memiliki sedikit waktu untuk berdua.

Banyak cara untuk mengatasi kondisi yang membuat pasangan jenuh dan bosan. Salah satu cara sederhana untuk mengobarkan kembali gairah yang hilang adalah pergi ke luar rumah untuk liburan romantis.

Pasangan dapat memilih bermalam di hotel. Nikmatilah pergantian suasana dan melepaskan dari hal-hal rutin.

Selain itu, tinggalkan dulu tanggung jawab rumah tangga untuk sementara. Semakin cepat pasangan menikmati suasana dan lingkungan baru, semakin cepat pula mengembalikan gairah cinta yang sebelumnya meredup.

Dalam bukunya berjudul Mars and Venus in The Bedroom, John Gray menyarankan pasangan untuk menghindar dari rutinitas minimal semalam dalam setiap bulan.

Jika pasangan tidak dapat mengunjungi sebuah tempat berlibur di kota terdekat, mereka bisa memilih hotel di dalam kota.

Terkadang, dengan beristirahat dengan suasana yang berbeda, keromantisan pasangan diharapkan cepat kembali. Situasi tersebut banyak diharapkan oleh pasangan perempuan.

Perempuan lebih menginginkan perubahan suasana untuk membangkitkan gairahnya. Perasaan itu pula yang akan membebaskan perempuan dari tanggung jawab keluarga dan rumah tangga untuk sementara.

Bila lingkungan baru itu menjadikan suasana menjadi indah, keindahan dalam dirinya juga akan tergugah. Jadi, tidak ada salahnya anda dan pasangan mencoba suasana baru dalam kehidupan pernikahan.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/64162-gairah_bercinta_meredup__berliburlah

Huru-hara Kehidupan Pengantin Baru

Ada triknya untuk menghindari ‘cekcok’ bagi pasangan baru menikah.

Oleh : Petti Lubis, Fadila Fikriani Armadita
Pengantin Baru Bertengkar (doc Corbis)

Pernikahan diibaratkan menyatukan dua pribadi yang berbeda dalam satu atap. Hal ini memang tidak mudah. Apalagi jika Anda berdua ‘mengangkut’ barang masing-masing. Yang perlu disadari, Anda berdua butuh mengorganisir benda-benda keperluan pribadi Anda berdua.

Sebelum huru-hara yang dialami pengantin baru menimbun masalah, ada baiknya Anda mengikuti cara tepat menata barang-barang Anda berdua berikut ini:

– Pisahkah baju Anda dan suami. Jika lemari baru ukurannya tidak terlalu besar, gunakan lemari lama Anda khusus untuk pakaian Anda. Mungkin, bagi banyak pasangan mencampurkan pakaian berdua merupakan hal romantis.

Tapi, hati-hati, saat Anda bingung mencari cardigan kesayangan untuk dikenakan ke kantor di antara tumpukan pakaian Anda dan suami, bisa jadi kondisi ini merusak mood di pagi hari. Ujung-ujungnya, Anda malah bisa bertengkar dengan suami.

– Pasangan yang baru menikah, tentu banyak sekali mendapatkan hadiah dari teman atau keluarga. Masalahnya, sebagian besar barang-barang pemberian itu sudah Anda miliki. Cara terbaik yang bisa ditempuh adalah menyingkirkan barang yang sudah usang, dan gunakan yang baru. Tidak mungkin menggunakan dua barang yang memiliki fungsi sama.

– Sebaiknya jangan menumpuk banyak barang di rumah. Miliki tempat khusus untuk menyimpan barang. Jika tidak mempunyai tempat untuk menyimpannya. Anda bisa menggelar garage sale di rumah untuk menjual barang-barang lama. Rumah bersih, Anda juga masih dapat untung, kan?

– Saat ingin membeli peralatan rumah baru, buatlah daftar belanja. Catatlah barang-barang apa saja yang Anda butuhkan. Jangan lupa pastikan kegunaan barang tersebut. Jangan samapai Anda-sia-sia membelinya.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/50849-huru_hara_kehidupan_pengantin_baru

Tanda-tanda Pernikahan Di Ambang Kehancuran

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, sebelum mengambil sebuah keputusan besar.
Oleh : Petti Lubis, Mutia Nugraheni
(doc Corbis)

Menjalani pernikahan yang tidak hangat dan mesra lagi memang sulit. Mungkin sebenarnya Anda sudah menyadari kondisi hubungan yang di ambang perceraian ini jauh hari sebelumnya. Tetapi pertimbangan seperti anak, keuangan dan perasaan membuat Anda membutuhkan waktu lama untuk bergerak menghadapinya.

Ada beberapa hal  yang harus Anda ketahui, sebelum mengambil sebuah keputusan besar. Apakah benar perceraian adalah satu-satunya solusi?

Pertama
Kehidupan percintaan Anda terasa hambar baik dalam hal perasaan maupun seks. Meskipun seks tidak selalu menjadi indikator tetapi jika hal tersebut sudah tidak pernah Anda lakukan bersama pasangan, saatnya untuk segera membicarakannya dengan serius.

Kedua
Anda merasa rasa kasih sayang yang biasa ditunjukkan pasangan seperti berpelukan atau sekedar mencium kening terasa seperti terpaksa. Anda dan pasangan melakukannya hanya seperti kegiatan rutin yang “wajib” dilakukan dan tidak melibatkan perasaan.

Ketiga
Cobalan untuk mencium pasangan Anda dan lihat bagaimana reaksinya. Jika pasangan segera menyudahi ciuman yang Anda berikan, itu bisa jadi merupakan pertanda buruk.

Keempat
Anda harus mengungkapkan kejujuran. Termasuk jika Anda pernah selingkuh atau melakukan kesalahan besar. Ajak pasangan untuk saling membuka hati dan pikiran. Jika pasangan tidak mau diajak untuk bekerjasama, mau tidak mau Anda harus segera membuat keputusan.

Kelima
Segera akhiri pernikahan Anda jika mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Hal itu akan terjadi terus-menerus dan dampaknya sangat buruk baik bagi Anda maupun anak-anak. Kekerasan bukan hanya dalam bentuk fisik tetapi juga psikis. Jika Anda mengalami trauma berat jangan segan untuk berkonsultasi denagn psikiater atau psikolog.

Keenam
Jika Anda dan pasangan masih ingin memperbaiki kehidupan pernikahan, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan penasihat pernikahan. Tetapi jika pasangan menolaknya dan tidak mau berbuat apa-apa untuk menyelamatkan pernikahan tandanya Anda harus segera mengakhirinya.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/50575-tanda_tanda_pernikahan_di_ambang_kehancuran

4 Hal yang Membahayakan Pernikahan

Don’t sweat the small stuff. Ada pepatah yang mengatakan untuk jangan terlalu memikirkan hal-hal kecil. Mungkin benar dalam beberapa hal, namun hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari bisa jadi pemicu retaknya rumah tangga Anda. Sedikit instropeksi diri sekali-sekali pun diperlukan untuk me-refresh hubungan Anda dengan pasangan. Yuk, kita lihat apa yang bisa kita perbaiki dari diri kita.

Keran bocor. Sesekali berkeluh kesah kepada sahabat atau orang terdekat memang perlu. Namun, usahakan menahan diri untuk tidak terlalu banyak menceritakan keburukan pasangan kepada pihak lain. Bayangkan jika Anda sedang duduk bersama mertua, lalu tiba-tiba muncul pertanyaan-pertanyaan antara Anda dan pasangan yang isinya problem pribadi. Wah, rasanya tak keruan kan? Nah, supaya hubungan Anda dan suami bebas gunjingan, Anda bisa mengajak pasangan untuk berdiskusi dan berjanji tak lagi menceritakan hal-hal pribadi kepada pihak lain. Pastikan Anda mengajaknya bicara dalam keadaan tenang dan santai supaya tak menimbulkan rasa sakit hati. Di lain pihak, Anda harus bisa menahan diri untuk tidak menceritakan hal-hal yang bisa menjelekkan suami di hadapan orang lain. Sebaliknya, usahakan untuk berkata yang baik-baik tentang pasangan kepada orang lain.

Sindrom “malangnya diriku”. Memendam perasaan sama buruknya dengan menjelekkan pasangan kepada orang lain. Jika ada hal-hal yang membuat Anda tak merasa senang dengan sikap pasangan, sebaiknya utarakan dengan sikap tenang dan menghormati. Coba sisihkan waktu dengan pasangan untuk bermanja-manja dan saling mengutarakan isi hati. Namun, usahakan untuk memberikan solusi atas permasalahannya. Begitu juga, jika suami “akhirnya” mau meletakkan baju kotor di keranjang baju kotor setelah berbulan-bulan Anda memintanya, jangan lupa untuk memujinya. Cara ini tak hanya membuat suasana lebih menyenangkan, tapi juga efektif.

Bertengkar karena hal-hal sepele. Biasanya hal ini terjadi karena masalah barang-barang milik pasangan yang berserakan atau menumpuk tak keruan. Pertengkaran karena barang-barang pasangan bisa menjadi semacam penanda ada hal-hal yang tak Anda sukai dari pasangan. Menurut Michele Weiner-Davis, psikoterapis dan penulis buku The Sex-Starved Marriage, akan ada hal-hal yang Anda cintai dan tidak sukai dari pasangan. Itu adalah bagian dari sebuah pernikahan. Ketika Anda mengambil sumpah untuk menikah dengan seseorang, maka semua bagian dari dirinya, baik yang Anda sukai maupun tidak, sudah menjadi bagian dari paketnya. Yang bisa Anda lakukan adalah mencari solusinya, misalnya adakan garage sale untuk menjual barang-barang yang sudah tak dipakai. Jangan hanya pasangan saja yang harus berkorban; jual saja barang-barang Anda yang tak disukai pasangan dan memang sudah tak berguna untuk Anda. Anda dan pasangan jadi bisa menabung untuk membeli sesuatu yang sudah kalian inginkan, TV flatscreen, misalnya.

Terlalu jauh. Anda berdua sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan, anak-anak, dan kepentingan sendiri-sendiri, tanpa sadar waktu untuk berbicara pun tak ada. Bahkan saat di tempat tidur. Ketika pasangan mulai mengurangi waktu berkualitas, ini bisa membuat hubungan terasa santai. Namun bisa juga sebaliknya, pasangan berasumsi bahwa Anda tak membutuhkannya lagi. Manusia merespons ketidakterikatan dengan menarik diri masing-masing. Segalanya bisa menjadi lebih parah. Namun, manusia juga merespons dari kebaikan orang lain. Maka, yang bisa Anda lakukan adalah mengambil inisiatif untuk meluangkan waktu. Sisihkan (bukan menyisakan) waktu yang biasanya Anda gunakan hanya untuk menonton TV dengan kegiatan lain yang Anda sukai bersama pasangan. Misalnya, bangun lebih pagi di hari libur untuk jalan pagi bersama. Jika sudah terlalu besar jarak antara Anda dan pasangan, berusahalah lebih keras untuk bisa lebih dekat. Para peneliti setuju agar pasangan seperti ini membuat jadwal rutin untuk berhubungan intim dan untuk bicara. Intimasi dari berhubungan badan memang bisa membuat hubungan pasangan lebih erat.

C6-09

Sumber : family circle

http://perempuan.kompas.com/index.php/read/xml/2009/02/25/09164024/4.hal.yang.membahayakan.pernikahan.