Archive for the ‘melamin’ Tag

Nostalgia tahun tahun 80an

dapet surel.. wah seru juga nih.. judulnya adalah Nostalgia tahun 80an… waktu itu gue masi imut banget.. ya iyaalah namanya juga anak SD jadi imut tapi gak mirip marmut atau semut 😛

ada bagian2 yang gue alami, tapi ada juga yang gak gue alami.. yang gue inget ketika 80an adalah Alm Chrisye. berbekas bangett

selamat menikmati…

NOSTALGIA TH 80 AN….

Lucu juga kalo dinget-inget….

Yg blm ngalami bayangin aja betapa jadulnya dibandingin skg …..

buku pelajaran jaman dulu.. wah mantap banget yah.. satu buku bisa dipake kakak dan adek.. sementara sekarang? tiap orang mesti beli, mahal pula..


Yang pernah ngerasain era 80-an 🙂 .

Deni Manusia Ikan.. adanya di majalah bobo. kalo gak salah ingat terbit tiap kamis…

game watch.. seringnya nyebut gimwoct.. seru juga..

lupus.. udah mulai paham lahh…

anak 80 pasti tau filem ini


PERMEN CICEEK..

diemut dulu.. baru tiup

Selecta pop



selamat mendengarkan. .!!!..(bayangin pake suara IVONNE ROSE)



lagu2 dr artis2 ibukota..!!! ..(bayangin pake suara KRISBIANTORO)



..siang nonton SELECTA POP..malemnya dugem ke EBONY,MyPlace, Manhattan ,Musro,Earthquake, Oriental, dll..terus kalo anak 80an nerusin dugemnya ke era th 90an doski2 pergi ke FIRE,M Club,B One,POSTER Cafe,Fabrice, Parkit (..dulunya namanya Parrots sebelum DJ-DJ FUTURE & 1945 asuhan DJ Anton & Rommy ngeramein tuh tempat..)
hehehe..hiduuuup anak 80an !!!

Nonton....dulu ahh

HSE: arti dari bar code

Seluruh dunia kini nampaknya mengambil jarak dengan produk (terutama susu atau makanan) buatan China.
Ditengarai adanya ulah (apakah dari produsen atau dari retailer atau pihak tertentu lainnya) yang tidak menampakkan atau tidak menunjukkan “Made In China” atau “Made In Taiwan” karena takut produknya gak dibeli.

Tapi dengan mudah kita bisa mengenali dari barcode-nya.
Barcode dengan awalan 690, 691 atau 692 adalah made in China.
Sedangkan barcode dengan awalan 471 adalah made in Taiwan.

Merupakan ‘hak azasi manusia’ untuk mengetahui hal ini, tetapi ‘pendidikan masyarakat’ tentang hal ini tidak dilakukan oleh pemerintah atau departemen terkait. Oleh karenanya kita harus menyelamatkan kita sendiri dan orang-orang yang kita sayangi. 

00-13: USA & Canada 20-29: In-Store Functions 30-37: France
40-44: Germany 45: Japan (also 49) 46: Russian Federation
471: Taiwan 474: Estonia 475: Latvia
477: Lithuania 479: Sri Lanka 480: Philippines
482: Ukraine 484: Moldova 485: Armenia
486: Georgia 487: Kazakhstan 489: Hong Kong
49: Japan (JAN-13) 50: United Kingdom 520: Greece
528: Lebanon 529: Cyprus 531: Macedonia
535: Malta 539: Ireland 54: Belgium & Luxembourg
560: Portugal 569: Iceland 57: Denmark
590: Poland 594: Romania 599: Hungary
600 & 601: South Africa 609: Mauritius 611: Morocco
613: Algeria 619: Tunisia 622: Egypt
625: Jordan 626: Iran 64: Finland
690-692: China 70: Norway 729: Israel
73: Sweden 740: Guatemala 741: El Salvador
742: Honduras 743: Nicaragua 744: Costa Rica
746: Dominican Republic 750: Mexico 759: Venezuela
76: Switzerland 770: Colombia 773: Uruguay
775: Peru 777: Bolivia 779: Argentina
780: Chile 784: Paraguay 785: Peru
786: Ecuador 789: Brazil 80 – 83: Italy
84: Spain 850: Cuba 858: Slovakia
859: Czech Republic 860: Yugoslavia 869: Turkey
87: Netherlands 880: South Korea 885: Thailand
888: Singapore 890: India 893: Vietnam
899: Indonesia 90 & 91: Austria 93: Australia
94: New Zealand 955: Malaysia 977: International Standard Serial Number for Periodicals (ISSN)
978: International Standard Book Numbering (ISBN) 979: International Standard Music Number (ISMN) 980: Refund receipts
981 & 982: Common Currency Coupons 99: Coupons

Ada apa dengan Menkes RI Ibu Supari

terus terang, diantara sekian banyak menteri yang ada di kabinet sekarang, gue menjagokan Ibu Supari untuk menjadi menteri terberani. tapi apa lacur, keberaniannya keok karena melamin. silahkan baca berita dibawah ini.

Menkes : Pemusnahan Susu Dilakukan Tertutup
Menteri Kesehatan RI, Siti Fadhilah Supari batal memusnahkan berbagai merek makanan yang mengandung melamin di halaman Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM), Jakarta Pusat, Senin (27/10).

Senin, 27 Oktober 2008 | 18:28 WIB

JAKARTA, SENIN – Pemerintah berencana memusnahkan temuan produk susu dan hasil olahan susu bermelamin asal China secara tertutup.

“Ini pasti dimusnahkan, tapi pemusnahan akan dilakukan tertutup. Tentunya tetap ada saksi, tapi bukan wartawan,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta, Senin (27/10).

Menteri menyampaikan keterangan itu setelah mengumumkan penundaan pemusnahan 478.265 bungkus produk susu dan hasil olahan susu bermelamin asal Cina yang sedianya dilakukan pada Senin pagi di halaman parkir kantor BPOM di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

“Pagi ini sebetulnya akan dilakukan pemusnahan tapi karena beberapa pertimbangan tidak bisa disiarkan karena tidak diijinkan…Alasannya tidak bisa saya katakan. Tapi dijamin ini akan dimusnahkan,” kata Siti Fadilah yang pada kesempatan itu didampingi Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib.

Menkes juga mengatakan pihaknya tidak bisa menyebutkan pihak yang tak mengijinkan  pemusnahan tersebut dilakukan sesuai rencana dan dipublikasikan. Hingga siang hari, contoh produk susu dan hasil olahan susu dalam dua wadah terbuat dari potongan drum minyak yang rencananya dibakar secara simbolis hingga siang hari masih berada di halaman parkir, tertutup karung plastik putih.

Dua belas truk berdaya angkut 2.500 kilogram hingga 4.150 kilogram yang mengangkut produk tersebut juga masih berderet di halaman parkir kantor BPOM. Menurut Husniah, barang-barang itu selanjutnya akan dibawa ke tempat pemusnahan akhir di Dadap, Tangerang.

Usai penundaan, Menteri Kesehatan dan Kepala BPOM beberapa kali menegaskan bahwa bagaimanapun produk itu tetap akan dimusnahkan. “Pemerintah menjamin ini akan dimusnahkan. Cuma kapan dan dimana, itu belum bisa disebutkan,” kata Husniah.

“Jangan khawatir. Kami akan tetap konsisten melindungi masyarakat dari produk yang tidak aman dikonsumsi,” kata Siti Fadilah.

Lebih lanjut Husniah menjelaskan, menurut standar prosedur operasional, produk yang membahayakan keselamatan konsumen harus ditarik dari peredaran dan segera dimusnahkan.

“Dengan demikian masyarakat bisa tenang, karena yakin produk yang beredar di pasaran adalah yang aman dikonsumsi karena yang tidak aman sudah dimusnahkan,” katanya. (sumber berita : http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/27/18280745/menkes..pemusnahan.dilakukan.tertutup

diatas dia menyebutkan bahwa ada “larangan” atau bahasa indahnya adalah belum diijinkan. kalo dari liputan videonya yang disiarkan oleh tv nasional, beliau menyebut “atasan”. pertanyaan besarnya adalah.. siapa sih atasan menteri? so pasti Presiden donk. nalarnya adalah presiden melarang menkes untuk memusnahkan produk2 yang mengandung melamin. mari kita simak berita selanjutnya

SBY Bantah Larang Menkes Musnahkan Produk Bermelamin
Senin, 27 Oktober 2008 | 16:40 WIB

JAKARTA, SENIN – Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng membantah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melarang Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari untuk memusnahkan produk bermelamin asal China. “Presiden SBY tidak pernah memberi instruksi seperti itu,” kata Andi Mallarangeng saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/10).

Menurut Andi, Menkes Siti Fadilah Supari sama sekali tidak menyebut SBY selaku pihak yang membatalkan pemusnahan produk bermelamin asal China. “Itu tidak sampai sedetil itu. Saya cek katanya tidak,” jawab Andi.

Pemusnahan 12 truk berisi produk bermelamin asal China yang dibatalkan, lanjut Andi sepenuhnya merupakan wewenang Siti Fadilah Supari selaku Menteri Kesehatan. “Itu semua diserahkan ke Menkes menurut aturan UU. Itu terlalu teknis, implementasi dari kewenangan seorang menteri, tidak ada urusan dengan presiden,” jelasnya.

Menyangkut tudingan indikasi adanya perlindungan pemerintah terhadap produk bermelamin asal China yang akan dimusnahkan, Andi dengan lugas membantah tudingan tersebut. “Tidak ada itu,” tandasnya.

Sebelumnya, saat memberikan keterangan pers tentang pemusnahan 478.265 bungkus produk susu impor yang mengandung melamin dari China di Kantor Pusat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Menkes mengaku ada atasan yang melarang pemusnahan produk bermelamin asal China.

Rencananya ke-12 truk ini akan dibawa ke Dadap, Jakarta Barat untuk dimusnahkan. Namun tidak ada kejelasan waktu kapan produk bermelamin asal China dimusnahkan. “Pemusnahan pasti dilakukan tapi tidak untuk disiarkan. Saya jamin itu dimusnahkan. Kepala BPOM juga. Alasannya tidak bisa kami jelaskan. Kita sedang tunggu nasehat,” kata Menkes Siti Fadilah Supari. (sumber berita : http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/27/16402772/sby.bantah.larang.menkes.musnahkan.produk.bermelamin)

loh.. kok bisa gitu ya? Menkes bilang kalo dia tidak diijinkan.. tapi (jubir) presiden menyanggah.. trus yang bener yang mana? kenapa bisa ada pertentangan macam gini? ada apa dengan ibu Supari?

masi ingat gmana membaranya beliau ketika banyak produk melamin yang disita BPOM?

masi ingat gmana “terbakarnya” beliau ketika sampel virus flu burung dari Indonesia harus diserahkan ke AS?

masi ingat gmana bergeloranya dia menanggapi ttg NAMRU II ?

lantas ada apa ini? apakah keberanian Ibu Supari dikebiri? oleh siapa? kenapa?

bukankan tanggung jawab Menkes adalah menjamin ttg kesehatan warga negara? kalo Menkes-nya melempem, gmana mo sehat nih rakyat?

Inilah Bahaya Mengoplos Melamin ke Susu

Inilah Bahaya Mengoplos Melamin ke Susu

melamina

melamina

Melamine Modified Ammonium Polyphosphate

Jumat, 26 September 2008 | 05:51 WIB

KARENA ingin menjadikan seolah kandungan proteinnya tinggi, produk susu di China dicampuri melamin. Tidak tanggung-tanggung, sekurangnya empat bayi meninggal dunia dan sampai hari ini dilansir sudah lebih dari 13.000 bayi harus dirawat.

Sebenarnya kasus yang mirip pernah terjadi secara luas tahun lalu akibat pengoplosan melamin ke dalam makanan hewan dari China. Akibatnya, ratusan anjing dan kucing mati serta ribuan lainnya menderita penyakit gagal ginjal.

Apakah melamin itu? Samakah dengan melamin yang dipakai untuk peralatan makan kita? Apakah bahayanya? Pelajaran apa yang dapat ditarik dari kasus ini? Tulisan singkat berikut akan mencoba memberikan jawaban atas hal-hal itu.

Beda dengan perkakas

Melamin yang dipermasalahkan adalah senyawa organik bersifat basa dengan rumus C3H6N6, kandungan nitrogennya sampai 66 persen, biasa didapat sebagai kristal putih. Melamin biasanya digunakan untuk membuat plastik, lem, dan pupuk.

Plastik dari melamin, karena sifat tahan panasnya, digunakan luas untuk perkakas dapur. Jadi, melamin yang kini diributkan berbeda dengan melamin plastik perkakas. Melamin yang diributkan ini adalah bahan dasar plastik melamin.

Berdasarkan informasi di situs WHO, pencampuran melamin pada susu berawal dari tindakan pengoplosan susu dengan air. Akibat pengenceran ini, kandungan protein susu turun. Karena pabrik berbahan baku susu biasanya mengecek kandungan protein melalui penentuan kandungan nitrogen, penambahan melamin dimaksudkan untuk mengelabui pengecekan agar susu encer tadi dikategorikan normal kandungan proteinnya.

Data keamanan melamin

Penambahan melamin ke makanan tidak diperbolehkan oleh otoritas pengawas makanan negara mana pun. Walaupun seperti diberitakan Kompas, studi tentang efek konsumsi melamin pada manusia belum ada, hasil ekstrapolasi dari studi pada hewan dapat digunakan untuk memperkirakan efek pada manusia.

Hal itu telah tampak, bila melamin bergabung dengan asam sianurat (yang biasa juga terdapat sebagai pengotor melamin) akan terbentuk kristal yang dapat menjadi batu ginjal. Batu ginjal ini telah tampak pada hewan-hewan korban kasus pengoplosan melamin tahun lalu. Batu ginjal inilah yang dapat menyumbat saluran kecil di ginjal yang kemudian dapat menghentikan produksi urine, gagal ginjal, bahkan kematian.

Telah diketahui juga bahwa melamin bersifat karsinogen pada hewan. Gejala yang diamati akibat kontaminasi melamin terdapat pada darah di urine, produksi urine yang sedikit, atau sama sekali tidak dihasilkan, tanda-tanda infeksi ginjal, dan tekanan darah tinggi.

Melamin memang tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh. Data keselamatan menyatakan, senyawa ini memiliki toksisitas akut rendah LD50 di tikus, yaitu 3.161 mg per kg berat badan. Pada studi dengan menggunakan hewan memang dikonfirmasi, asupan melamin murni yang tinggi mengakibatkan inflamasi kandung kemih dan pembentukan batu kandung kemih.

Food and Drugs Administration (Badan Makanan dan Obat) Amerika Serikat menyatakan, asupan harian yang dapat ditoleransi (tolerable daily intake/TDI) melamin adalah 0,63 mg per kg berat badan. Pada masyarakat Eropa, otoritas pengawas makanannya mengeset standar yang lebih rendah, yaitu 0,5 mg per kg berat badan.

Seberapa parah kontaminasi yang terjadi? Dari inspeksi yang dilakukan di China, dari 491 batch (kelompok) yang dites, 69 di antaranya positif mengandung melamin, berkisar dari 0,09 mg per kg susu sampai 619 mg per kg susu. Bahkan ada yang mencapai 2.563 mg per kg.

Dengan konsumsi susu formula per kg berat badan bayi sekitar 140 g sehari, kalau bayi mengonsumsi susu yang terkontaminasi akan menerima asupan melamin 0,013-86,7 mg per kg berat badannya.Bahkan, kalau mengonsumsi susu yang terkontaminasi 2.563 mg melamin per kg susu, dapat mencapai asupan 358,8 mg per kg berat badannya. Jauh melampaui batas toleransinya!

Pelajaran

Kasus ini memberi kita berbagai pelajaran. Pertama, analisis protein dalam makanan dengan metode penentuan nitrogen dalam kasus ini ternyata dapat dikelabui dengan bahan lain yang kandungan nitrogennya tinggi. Padahal, terdapat cara-cara lain untuk analisis protein selain dengan penentuan kandungan nitrogen, yang dalam kasus seperti ini perlu dilakukan.

Kedua, pengetahuan tentang bahaya penggunaan bahan aditif makanan harus diberikan ke semua lini, terlebih yang terlibat dalam produksi makanan. Keinginan mendapat keuntungan lebih besar, yang mungkin dipadukan dengan ketidaktahuan, ternyata berdampak amat besar.

Dalam skala yang berbeda dan melibatkan bahan yang berbeda, di sekitar kita banyak kasus seperti ini, misalnya kasus boraks, formalin, dan sebagainya. Saya yakin ”keuntungan” yang didapat dari tindak seperti ini tidak akan dapat membayar kerugian yang diakibatkannya, apalagi sampai hilangnya nyawa bayi-bayi tak berdosa.

*ISMUNANDAR, Guru Besar Kimia di FMIPA ITB

Sumber : Kompas Cetak