Archive for the ‘lelaki’ Tag

Mengapa Pria Tak Suka Pakai Kondom

Oleh : Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti

VIVAnews – Penggunaan kondom memiliki sejumlah efek. Meski terbukti mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual dan mencegah kehamilan yang tak diinginkan, tapi menurut penelitian baru-baru ini ternyata kondom bisa mengurangi kenikmatan bercinta.

Temuan ini berdasarkan survei terhadap 436 pria berusia 18-67 tahun, yang menanggapi survei internet dalam situs Kinsey Institute for Research. Survei ini menanyakan pada pria, apa pendapat mereka saat memakai kondom saat berhubungan intim.

Hasilnya, hampir 45 persen mengatakan, kendati tidak nyaman, mereka tetap menggunakan kondom kala bercinta. Dan, para responden mengaku kerap mengalami iritasi pada organ intim setelah bercinta menggunakan kondom. Sebagian pria juga mengaku mereka menyimpan kondom cadangan di dompet atau di sakunya sebagai cadangan, terutama ketika kehabisan. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal ‘Sexually Transmitted Infections’ edisi Februari 2010.

Para responden yang kurang cocok memakai kondom pun menyatakan, alat KB berbahan lateks ini juga menyulitkan gerakan mereka saat bercinta, sehingga sulit mencapai klimaks. Akibatnya, tak sedikit responden menyatakan mereka kerap melepaskan kondom meskipun aktivitas bercinta belum selesai. Masalahnya, kondisi ini justru memudahkan penularan penyakit menular seksual, atau terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan, setiap pasangan bisa merasakan kenikmatan tersendiri saat melakukan hubungan seks dengan menggunakan alat kontrasepsi. Dengan catatan, kondom atau alat kontraspsi lainnya bisa dirancang dengan pas. Sehingga, pria dan wanita bisa nyaman mengenakannya dan nyaman saat saat bercinta.

www.vivanews.com

http://kosmo.vivanews.com/news/read/132869-mengapa_pria_tak_suka_pakai_kondom
Dipublikasikan : Senin, 1 Maret 2010, 13:13 WIB
©VIVAnews.com

Komentar MNRP:
mmmm.. enaknya si skin to skin tapi kalau ada resiko yang mesti ditanggung, mendingan pake jaket karet dulu dech..

Iklan

Intip Isi Pikiran Pria Selama Bercinta

Intip Isi Pikiran Pria Selama Bercinta

Oleh: Petti Lubis, Mutia Nugraheni

VIVAnews – Saat bercinta terkadang timbul rasa penasaran ingin mengetahui apa yang sedang dipikirkan pasangan. Tahukah Anda kalau pria berpikir sangat keras saat bercinta? Isi pikirannya si dia ini bisa bermacam-macam, dan mungkin salah satunya bisa mengagetkan Anda. Inilah beberapa isi pikiran pria selama ‘beraksi’ dengan Anda.

– Kepuasan
Kaum pria cenderung memikirkan bagaimana memuaskan dirinya sendiri dan pasangan. Jadi jangan heran jika ia sering sekali ia terlihat ‘ngotot’ untuk melakukan gaya tertentu untuk mendapatkan kepuasan. Kegigihannya ini membuatnya bisa membuat stres dan memicu ejakulasi dini. Kepuasan saat bercinta baik untuk dirinya maupun pasangannya bagi sebagian pria adalah hal mutlak, bisa dibilang memuaskan pasangan adalah simbol kejantanan pria.

Menurut Brandon Maxwell, pencipta “The Maxwell Multiple Climax”, pria sangat mudah terstimulasi secara visual. Jadi, saat pasangannya terlihat sangat seksi maka akan sangat mudah ia mencapai orgasme. Maxwell menyarankan bagi pria yang mudah puas, sebaiknya hindari kontak mata dengan pasangan saat bercinta.

– Fantasi dan gaya baru bercinta
Banyak pria memiliki fantasi-fantasi gaya bercinta yang ingin direalisasikannya. Tetapi seringkali banyak wanita pasangannya yang menolak untuk merealisasikannya. Jadi, saat bercinta, pria sering sambil berfantasi.

Pria pun sering memikirkan gaya-gaya bercinta yang menurutnya pehun tantangan. Jika menurutnya gaya tersebut bisa dilakukannya bersama Anda, maka ia akan langsung mengatakannya. Tetapi jika menurutnya Anda tidak akan mau melakukan gaya bercinta yang ia pikirkan, maka sikapnya akan terlihat aneh.

– Wanita lain
Meskipun bagi Anda, pasangan adalah pria paling setia sedunia, bukan berarti ia tidak memikirkan wanita lain saat sedang bercinta. Wanita yang ia pikirkan bisa saja artis seksi seperti Angelina Jolie atau gadis seksi yang ia temui saat makan siang dan tidak dikenalnya.

Sebetulnya hal tersebut tidak terlalu masalah. Anda juga bisa memikirkan pria seksi seperti Orlando Bloom atau suami Jolie yang sangat seksi Brad Pitt saat sedang bercinta, dan yang terpenting ia tidak mengetahuinya.

http://kosmo.vivanews.com/news/read/92250-intip_isi_pikiran_pria_selama_bercinta
Dipublikasikan : Jum’at, 25 September 2009, 12:48 WIB

komentarku:

gak cowok gak cewek sebenarnya sama aj… saat bercinta masing2 terlibat seru dalam permainan dan dengan alam pikirannya.. apapun yang dalam pikiran memang gak bisa diketahui secara pasti tapi bisa dirasakan.. yaa salah satunya adalah ttg kepuasan.. gak bisa dipungkiri dalam bercinta yang dicari adalah kepuasan.
baik kepuasan fisik maupun kepuasan psikis.. kalau ego masih bermain, yaa rasa susah deh untuk mendapatkan kepuasan untuk masing2 pihak.. hanya dengan komunikasi yang intens bisa menjembatani jurang tersebut.

Perilaku Seks yang Disembunyikan Pria

Perilaku Seks yang Disembunyikan Pria

KOMPAS.com — Bila Anda masih baru berpacaran, biasanya masing-masing pihak masih malu-malu menunjukkan kebiasaan-kebiasaan kecilnya yang mungkin memalukan. Misalnya, ibunya mungkin masih selalu meneleponnya mengingatkan untuk makan. Namun, ketika hubungan Anda makin serius, dan berlanjut ke jenjang pernikahan, mungkin Anda merasa sudah mengetahui semua “kebusukan” pasangan Anda. Benarkah?
Menurut penelitian baru yang dipublikasikan di The Journal of Sex and Marital Therapy, satu dari 10 pria menyembunyikan perilaku seksual yang serius. Ada dua jenis rahasia yang disimpan pria, demikian pendapat Les Parrott, penulis Crazy Good Sex. “Hal-hal yang diharapkan para pria bahwa istri atau kekasih mereka mengerti, tetapi mereka khawatir yang terjadi adalah sebaliknya; dan hal-hal yang sedang mereka coba hindari.”
Berdasarkan fakta tersebut, majalah Women’s Health membuat jajak pendapat yang melibatkan ratusan pria, untuk mempelajari apa yang mereka sembunyikan pada tahap menjalin hubungan, dan menanyakan pendapat sejumlah pakar. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Ketika masih pacaran
Jumlah wanita yang pernah bersamanya.
Beberapa pria melebih-lebihkan jumlahnya agar terkesan lebih berpengalaman. Beberapa yang lain justru merendahkan diri, supaya Anda tidak menuduhnya player. “Pria tahu bahwa jika mereka mengakui jumlah mantan pacar yang banyak, hal itu mengirimkan pesan bahwa mereka tidak ingin berkomitmen,” ujar David Buss, psikolog dari University of Texas di Austin, dan penulis The Evolution of Desire. Jika Anda mendapati bahwa ia berbohong mengenai sejarah cintanya, sampaikan bahwa Anda mengetahui hal itu, tetapi berikan ia kesempatan untuk menjelaskan. “Ia mungkin berbohong karena malu, insecure, atau begitu tertarik pada Anda,” kata Ian Kerner, PhD, penulis She Comes First: The Thinking Man’s Guide to Pleasuring a Woman.
Ia sering nonton film biru. Pornografi yang dinikmati sesekali tidak menjadi masalah. Namun, menurut sebuah studi dari Brigham Young University, 87 persen pria menikmati beberapa jenis pornografi setahun terakhir, dan satu dari lima pria menonton film biru setiap hari. Alasannya? Sederhana saja. Pria senang melihat wanita telanjang, tapi yang mengkhawatirkan adalah betapa cepatnya mereka tergantung pada gambar-gambar erotis tersebut. Saat menonton pornografi, hormon endorfin dan epinephrine (hormon yang menimbulkan gairah dan kewaspadaan) dilepaskan. Perasaan inilah yang bisa menjadi adiktif, dan akan merugikan ketika mulai mengganggu kehidupan seks Anda berdua. Pertanyaan yang perlu diajukan adalah, apakah ia menggunakannya untuk menghindari sesuatu, demikian menurut sex therapist Sandor Gardos, PhD. Jika si dia menyembunyikan koleksi pornografinya, dan mencari-cari alasan untuk tidak bercinta dengan Anda, hati-hatilah.
Ia membandingkan Anda dengan mantan kekasihnya. Si dia mengukur segala hal mengenai diri Anda: wajah, kemampuan Anda di atas ranjang, atau seberapa baik hubungan Anda dengan teman-temannya. Namun hal ini tidak selalu buruk. “Wajar saja kok membuat perbandingan, dan seorang mantan adalah referensinya yang utama,” kata Christopher Blazina, PhD, guru besar psikologi di Tennessee State University.
Anda tak perlu mengkhawatirkan apa pun karena mungkin dia justru mengakui kelebihan Anda. Yang perlu diwaspadai adalah jika ia makin sering mengatakan, “Mantanku sering…” atau “Mantan saya dulu enggak pernah….” Hal ini tidak berarti ia belum melupakan mantannya, tetapi tetap akan menyakitkan bagi Anda, kata Blazina. Katakan saja, cerita-ceritanya tentang mantan kekasih itu membuat Anda tidak nyaman.

Ketika bertunangan
Ia masih bermasturbasi, dan mungkin lebih sering dari yang Anda kira.
Dua puluh persen pria yang mengikuti jajak pendapat Women’s Health mengakui melakukan masturbasi setiap hari. Sebanyak 33 persen lainnya melakukan “swalayan” tiga kali seminggu, sering kali dilakukan di kamar mandi. Masturbasi sebenarnya adalah perilaku normal. Namun, jika ia menghindari seks bersama pasangannya atau mengalami kesulitan ereksi saat bersama Anda, hal ini bisa menjadi tanda bahwa kebiasaannya sudah menjadi masalah. “Ada banyak pria yang bercinta dengan pasangannya sekali atau dua kali sebulan, tetapi bisa masturbasi 20-25 kali,” kata psikolog Barry McCarthy, PhD, penulis Discovering Your Couple Sexual Style.
Ia berhubungan kembali dengan setidaknya satu mantannya secara online. Teknologi memang memungkinkan siapa pun untuk berhubungan kembali dengan teman lama atau mantan kekasih. Dalam empat tahun terakhir, jumlah orang dewasa yang memiliki akun di situs-situs jejaring sosial meningkat empat kali lipat. Para ahli mengatakan bahwa pria berusaha menghubungi mantannya untuk mendapatkan jaminan. Orang senang memiliki back-up, tidak untuk membangun hubungan jangka panjang, tetapi sebagai semacam pelarian ketika hubungan mereka saat ini kandas. Jadi, berhati-hatilah jika si dia mengatakan bahwa ia menemukan teman-teman lamanya di Facebook, dan selalu mencari-cari alasan untuk bermain-main di sana.
Ia khawatir tidak akan dapat setia kepada pasangannya. Analisis terbaru dari General Social Survey menemukan bahwa hingga 20 persen pria di bawah usia 30 tahun telah tidak setia, yang merupakan peningkatan sebesar 5 persen sejak 15 tahun lalu. Yang lebih parah, budaya kita telah menyebarluaskan mitos bahwa hubungan seks mulai tidak menyenangkan begitu Anda menikah, ujar Parrott. Sebuah studi dari University of North Texas mendapati bahwa pasangan menikah di dalam film jarang digambarkan memiliki kehidupan seks yang baik. “Hal itu merupakan perspektif pria yang umum, khususnya dalam tahun-tahun pertama pernikahan,” katanya. Karena itu, tugas Andalah untuk terus meyakinkan si dia bahwa hubungan seks Anda akan terus bergelora.

Ketika telah menikah
Ia ingin bercinta dengan Anda dua kali lebih sering.
Sebuah studi menunjukkan bahwa pria menginginkan hubungan intim 50 persen lebih sering daripada yang mereka lakukan saat ini dengan pasangannya. Meskipun demikian, kebanyakan pria memilih tidak mengutarakan hal tersebut. “Mereka mungkin takut, menyampaikan hal tersebut justru akan memperburuk keadaan,” ujar Blazina. Ia juga takut alasan mengapa Anda tidak memiliki hasrat sebesar dia adalah karena kemampuannya di ranjang tidak memuaskan. Anda bisa menolongnya dengan sesekali berinisiatif mengajaknya bercinta, dan merespons ajakannya lebih sering. Hasrat Anda memang tidak akan menyamai hasrat si dia. Namun, setidaknya Anda bisa lebih bersemangat dengan sinyal-sinyal yang dikirimnya.
Ia flirting dengan rekan kerjanya. Dua pertiga orang Amerika melaporkan bahwa kantor mereka menjadi ajang flirting, kata Janet Lever, PhD, sosiolog di California State University, Los Angeles. Namun, para ahli mengatakan bahwa sebenarnya wajar saja bila tumbuh ketertarikan di ruang kerja. “Rekan kerja adalah target utama,” kata Lever, “karena kantor adalah tempat kita menghabiskan paling banyak waktu bersama.” Anda tak perlu jadi kalang kabut mengawasi suami karena hal ini. Menurut Lever, penelitiannya membuktikan hanya 9 persen aksi flirting yang berakhir dengan perselingkuhan, atau perceraian. Namun Anda harus lebih peka jika suami mulai lebih peduli dengan penampilannya, kehidupan seks Anda mulai kacau, ia menyebutkan nama seorang rekan kerjanya lebih sering daripada yang lain, atau tiba-tiba ia makin sering bekerja lembur.

DIN

Kompas.Com – Perilaku Seks yang Disembunyikan Pria

Trik Bercinta Agar Sperma Sehat

Jika sedang jalani program hamil, cobalah bercinta tiap hari selama 7 hari berturut-turut.

Jika sedang jalani program hamil, cobalah bercinta tiap hari selama 7 hari berturut-turut.
Oleh : Petti Lubis
konsultasi seks (doc Corbis)

Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, sering mengonsumi makanan berlemak, minuman beralkohol, dan jarang berolahraga bisa membuat kualitas sperma menurun. Menurut penelitian di Australia, bayi yang lahir dari sperma tidak sehat lebih rentan terserang penyakit ketimbang bayi yang lahir dari sperma berkualitas baik.

Karena itu, penelitian ini mempelajari cara agar sperma sehat. Hasilnya, bercinta setiap hari selama 7 hari dapat membuat sperma lebih sehat, giat dan aktif. Karena itu, bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan dianjurkan untuk menjalani ‘program bercinta setiap selam 7 hari’ ini.

Menurut Dr David Greening, dari Klinik Kesuburan di Sydney, bercinta secara teratur dapat menyehatkan sperma dan mencegah kerusakan DNA. Ia menyatakan, bahwa para calon ayah sebaiknya bercinta sekali sehari selama seminggu sebelum sel telur siap untuk dibuahi.

Misalnya, saat bercinta setiap hari sekali selama 7 hari itu, suami mengenakan kondom. Nah, setelah itu, suami bisa bercinta tanpa mengenakan kondom. “Tujuan agar sperma yang membuahi sel telur adalah sperma sehat,” ujar Dr. Greening.

Namun, sebaiknya Anda dan suami juga jangan sampai kebablasan bercinta terlalu sering. Sebab, menurut Dr. Greening, bila bercinta terlalu sering efeknya juga bisa membuat produksi sperma berkurang.

Kesimpulannya, kerusakan DNA pada sperma bisa dikurangi lewat sperma yang terus menerus diproduksi dan digantikan dengan sel sperma yang baru. Sperma baru, sehat dan aktif ini bisa meningkatkan kesuburan pria. Dr. David berkata, jika sperma terlalu lama menetap dalam testis dapat merusak kualitasnya.

Tim Dr. Greening mempelajari 118 pria yang sebelumnya spermanya diuji kualitas DNA dengan metode DNA Fragmentation Index. Pria yang memiliki sperma mengalami lebih dari 15% kerusakan DNA diperbolehkan mengikuti penelitian ini.

Para responden diminta untuk berejakulasi setiap hari selama 7 hari dan tanpa menjalani pengobatan lain serta perubahan gaya hidup. “Pada hari ke 7, 96 pria (81 persen) mengalami 12% perbaikan kualitas sperma,” kata Dr. Greening.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/71507-trik_bercinta_agar_sperma_sehat

Ketika Romantisme Pasangan Memudar

Tanggung jawab terhadap rumah tangga dan anak bisa membuat perasaan romantis terkalahkan.
Oleh : Arinto Tri Wibowo
(doc Corbis)

Seringkali pasangan suami istri merasa tertarik secara seksual ketika mereka berpisah jauh. Namun, ketika berada di rumah, mereka justru kehilangan perasaan itu.

Misalnya, ketika di kantor, suami bisa saja merindukan istrinya yang sedang di rumah. Tapi, ketika tiba di rumah, suasana bisa berubah cepat, dan dia merasa rasa ketertarikannya hilang.

Dalam buku berjudul Mars and Venus in The Bedroom karya John Gray disebutkan, situasi yang sama juga bisa terjadi pada istri. Dia seakan-akan menginginkan kemesraan, tetapi ketika bertemu suami, perasaan itu juga berangsur meredup.

Situasi tersebut bisa terjadi karena bermacam-macam sebab. Bisa jadi karena tanggung jawab terhadap rumah tangga atau anak yang membuat perasaan romantis terkalahkan. Terlalu banyak tanggung jawab rutin bisa menyebabkan berkurangnya gairah.

Atau, perasaan yang tidak menyenangkan karena terjadi perdebatan yang masih melekat di hati. Untuk sebagian kasus, masalah seperti bisa diselesaikan dengan cepat. Meski banyak di antaranya tidak selesai dengan ideal.

Salah paham dapat dengan mudah dilupakan di luar rumah. Tetapi ketika pasangan suami istri kembali ke rumah, masalah terkadang muncul kembali secara samar dan mendadak. Ujungnya, perasaan tertarik pun lenyap.

Namun, keterbukaan pasangan perempuan untuk membangkitkan gairah dapat membuka perasaan cinta suami kepada istrinya. Terkadang istri bersikap dingin, namun ketika mulai bercinta, dan merasakan cinta suami kepadanya, pintu hatinya akan kembali terbuka.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/64174-ketika_romantisme_pasangan_memudar

<!–

–>

Jurus Pria Menyeleksi Calon Istri

Kenali cara si dia menguji Anda sebelum ia memutuskan melamar Anda sebagai istrinya!
Oleh : Petti Lubis
(doc Corbis)

Ternyata tidak hanya wanita yang hobi menguji pasangannya. Kaum Adam pun punya kebiasaan ini  sebagai salah satu jurus seleksi sebelum naik ke pelaminan.

“Pria melakukannya dengan sengaja, karena mereka juga tidak ingin menghabiskan sisa hidup mereka dengan wanita yang salah. Jadi, mereka mengaku harus melihat calon istri dari berbagai sisi untuk mengetahui apakah pasangannya sepadan dengannya atau tidak,” kata Sherry Argov penulis buku best seller, Why Men Marry Bitches.

Inilah cara dan alasan mereka mengetes Anda. Hati-hati, jangan sampai Anda masuk dalam jebakannya!

1. Kebanyakan pria menilai wanita itu terlalu emosional. Inilah alasan pria sering menceritakan tentang mantan-mantannya secara detail. Dari sini, pria berharap kekasihnya tidak akan berperilaku sama seperti mantan mereka. Beberapa wanita mungkin bisa lolos dengan julukan ‘drama queen’. Tapi, jika pria sudah menilai pasangannya sebagai ‘psycho’ alias ‘psikopat’, biasanya pria akan mundur dan tak akan kembali lagi.

2. Pria bakal senang melihat reaksi Anda, ketika muncul wanita cantik dalam satu ruangan dengan Anda berdua. Cara mengetes Anda dengan mencoba memuji wanita itu. Entah itu, penampilannya atau bahasa tubuh wanita tersebut. Jika Anda memperlihatkan reaksi cemburu, si dia akan merasa senang. Rasa cemburu Anda bisa jadi hasil tes, bahwa Anda masih menyayanginya.

3. Anda membuat pernyataan, tidak menyukai orang yang suka ngaret. Ini akan terekam dalam memorinya. Kalau akan mengetes Anda, saat janjian untuk makan malam bareng, dia akan datang satu jam lebih lama. Tapi, dengan alasan yang cukup masuk akal. Nah, jika reaksi Anda berlebihan, misalnya berteriak dan memaki-makinya, dia pasti tidak akan menganggap Anda bukan ‘marriage material’.

Tapi, bila reaksi Anda tenang, misalnya dengan berkata, “Aku tadi agak cemas, tapi sekarang sudah lega. Lain kali kasih kabar, ya!” Ini menunjukkan bahwa Anda adalah wanita berkelas dan pantas mendampinginya.

4. Hati-hati, bila Anda sering bertanya padanya, apakah Anda terlihat lebih gemuk? Jika si dia menjawab, “Nggak terlalu, tapi jangan kebanyakan makan es krim, dong!” Initinya dia akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Jika Anda terus menerus merasa tidak nyaman, si dia akan berpikir Anda terlalu memikirkan hal-hal yang tidak begitu penting. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak mandiri. Bagi pria, jika pasangannya ingin langsing, ya diet saja. Tak perlu menanyakan pendapat pasangannya.

5. Bagi pria, wanita yang selalu marah-marah dan bersikap emosional akan membuat dia tak lagi menghargai pasangannya. Biasanya, jika pria tidak lagi berusaha membuat pasangannya tenang, dia sedang menguji seberapa lama kekasihnya akan marah-marah. Jika amarah Anda tidak juga mereda, pria akan berpikir ulang, apakah Anda layak menjadi istrinya atau tidak.

Karena itu, sebaiknya jangan membesar-besarkan hal sepele. Jika ada masalah kecil, jangan malah marah-marah. Cobalah selesaikan bersama dengan kepala dingin.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/60426-jurus_pria_menyeleksi_calon_istri

<!–

–>

Bercinta Tak Sekadar Gerakan Fisik

Kepuasan bercinta tidak selamanya dibangun oleh naluri.
Oleh :Arinto Tri Wibowo
Bercinta di Alam Terbuka (doc Corbis)

Kepuasan bercinta tidak selamanya dibangun oleh naluri. Pasangan perlu ketrampilan untuk berhubungan dan berkomunikasi sebelum mereka memulai aktivitas bercinta.

Pria dan perempuan memiliki kebutuhan bercinta yang berbeda. Salah satu cara terbaik untuk mempertemukan perbedaan itu adalah melalui komunikasi yang terbuka dan jujur.

Namun, karena berbagai alasan, banyak pasangan yang tidak pernah terbuka untuk membicarakan perbedaan itu. Bahkan, pasangan berjalan bertahun-tahun tanpa pernah memahami sebagian kebutuhan bercinta yang paling fundamental dan unik.

Les dan Leslie Parrot dalam bukunya berjudul Questions Couple Ask mengatakan, beberapa prinsip dasar yang dapat membantu seseorang dan pasangan dalam menikmati kepuasan bercinta di antaranya aspek relasional dan emosional dalam berhubungan.

Tidak seperti pria, perempuan tidak memisahkan aktivitas bercinta dari aspek relasional dan emosional. Mereka menginginkan ketenangan perasaan atas hubungan selama lebih dari satu jam sebelum memulai bercinta.

Perempuan menginginkan suasana yang diliputi keintiman dan kemesraan yang dibangun atas pilihan sehari-hari.

Atas alasan ini, penting untuk berkomunikasi dengan pasangan melalui cara-cara penuh cinta sepanjang hari. Bagi perempuan, bercinta lebih dari sekadar gerakan fisik.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/60135-bercinta_tak_sekadar_gerakan_fisik

sekilas tentang purwaceng

Purwoceng sebenarnya tergolong tanaman langka, namun kini dapat diselamatkan dengan budi daya menggunakan metode kultur in vitro. Masalah budi daya Purwoceng ini pernah dipaparkan Ireng Darwati, mahasiswa S3 program studi Agronomi Institut Pertanian Bogor (IPB) saat mempertahankan disertasinya berjudul “Kultur Kalus dan Kultur Akar Rambut Purwoceng untuk Menghasilkan Metabolit Sekunder dan Harapan untuk Pengembangan Tanaman Purwoceng di Masa Mendatang,” di Kampus IPB Darmaga, Bogor (Suara Pembaharuan, 23/02/2007).
Apa Saja Manfaat Purwoceng?
Eni Hayani dan May Sukmasari pernah memaparkan, seluruh bagian tanaman purwoceng dapat digunakan sebagai obat tradisional, terutama akar. Akarnya mempunyai sifat diuretika dan digunakan sebagai aprosidiak (Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 1987), yaitu khasiat suatu obat yang dapat meningkatkan atau menambah stamina. Pada umumnya tumbuhan atau tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak mengandung senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah. Di Indonesia tumbuhan atau tanaman obat yang digunakan sebagai aprosidiak lebih banyak hanya berdasarkan kepercayaan dan pengalaman (Hernani dan Yuliani 1991).

Penggunaan tanaman obat dibidang pengobatan pada prinsipnya tetap didasarkan pada prinsip-prinsip terapi seperti pada penggunaan obat moderen. Oleh karenanya informasi kandungan senyawa aktif tanaman obat mutlak diperlukan. Umumnya tanaman obat jarang memiliki bahan senyawa tunggal, sehingga sulit untuk memastikan kandungan aktif mana yang berkasiat untuk pengobatan penyakit tertentu. Misalnya khasiat akar tanaman purwoceng (Pimpinella alpina) yang diketahui dari pengalaman-pengalaman orang kemudian berkembang menjadi image berkasiat sebagai aprodisiak, ternyata mengandung turunan dari senyawa sterol, saponin dan alkaloida (Caropeboka dan Lubis, 1985).

Sidik, et al. (1985) mengatakan bahwa akar purwoceng mengandung turunan senyawa kumarin yang digunakan dalam industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak melainkan untuk anti bakteri, anti fungi dan anti kanker. Hernani dan Yuliani (1990) mengatakan bahwa bahan aktif purwoceng terbanyak terletak pada bagian akarnya.

Tanaman purwoceng mempunyai kandungan bahan yang bersifat aprodisiak menyebabkan keberadaannya semakin dicari orang. Pada mulanya, tanaman purwoceng digunakan oleh penduduk disekitar pegunungan Dieng (daerah asalnya) hanya untuk pemeliharaan kesehatan atau peningkatan derajat kesehatan. Namun sejalan dengan perkembangan penelitian dan isu yang dihembuskan, tanaman ini berkembang menjadi komoditas yang sangat ”laku jual” sebagai bahan aprodisiak, bahkan kini telah dipopulerkan oleh masyarakat dan Kelompok Tani setempat dengan sebutan ”Viagra Jawa”.

Keberadaan tanaman yang semakin langka disebabkan selain karena terdesak oleh pesatnya permintaan, juga karena pengadaannya memerlukan waktu. Atas dasar kelangkaan dan isu aprodisiak tersebut harga yang terjadi sekarang sangat tinggi.

Gairah Bercinta Meredup, Berliburlah

Satu cara sederhana untuk mengobarkan kembali gairah yang hilang adalah liburan romantis.
Oleh : Arinto Tri Wibowo
Piknik bersama pasangan (Corbis)

Setelah sekian lama pasangan menikah, adakalanya gairah cinta mulai meredup. Rutinitas dan tanggung jawab rumah tangga ikut membuat suasana romantis menghilang. Akibatnya, pasangan hanya memiliki sedikit waktu untuk berdua.

Banyak cara untuk mengatasi kondisi yang membuat pasangan jenuh dan bosan. Salah satu cara sederhana untuk mengobarkan kembali gairah yang hilang adalah pergi ke luar rumah untuk liburan romantis.

Pasangan dapat memilih bermalam di hotel. Nikmatilah pergantian suasana dan melepaskan dari hal-hal rutin.

Selain itu, tinggalkan dulu tanggung jawab rumah tangga untuk sementara. Semakin cepat pasangan menikmati suasana dan lingkungan baru, semakin cepat pula mengembalikan gairah cinta yang sebelumnya meredup.

Dalam bukunya berjudul Mars and Venus in The Bedroom, John Gray menyarankan pasangan untuk menghindar dari rutinitas minimal semalam dalam setiap bulan.

Jika pasangan tidak dapat mengunjungi sebuah tempat berlibur di kota terdekat, mereka bisa memilih hotel di dalam kota.

Terkadang, dengan beristirahat dengan suasana yang berbeda, keromantisan pasangan diharapkan cepat kembali. Situasi tersebut banyak diharapkan oleh pasangan perempuan.

Perempuan lebih menginginkan perubahan suasana untuk membangkitkan gairahnya. Perasaan itu pula yang akan membebaskan perempuan dari tanggung jawab keluarga dan rumah tangga untuk sementara.

Bila lingkungan baru itu menjadikan suasana menjadi indah, keindahan dalam dirinya juga akan tergugah. Jadi, tidak ada salahnya anda dan pasangan mencoba suasana baru dalam kehidupan pernikahan.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/64162-gairah_bercinta_meredup__berliburlah

Sperma Baik untuk Kecantikan

Sperma Baik untuk Kecantikan

Seks yang sehat ternyata tak hanya bermanfaat untuk tubuh untuk aliran darah, tapi juga untuk kecantikan wanita. Berikut di antaranya:

  • – Sperma untuk menghaluskan kulit. Sperma memiliki kandungan yang ternyata baik untuk menghaluskan kulit. Bahkan, karena penemuan tersebut, sebuah perusahaan kosmetik di Norwegia bernama Bioforksning membuat sperma sintetis dan dijual sebagai obat facial di Amerika.
  • – Sperma bisa mendorong mood, laporan dari situs New Scientist. Sebuah studi yang dilakukan pada 2002 menemukan bahwa wanita yang melakukan kegiatan seksual dan terekspose sperma karena tak menggunakan kondom mengalami tingkat depresi kurang dari para wanita yang tak terekspose sperma atau tak melakukan seks sama sekali.
  • Meski ada pula faktor kemungkinan bahwa para wanita yang melakukan kegiatan seks tanpa pengaman tersebut berada dalam hubungan yang lebih stabil, berkomitmen, dan hal tersebut yang membuat mereka bahagia. Namun, para peneliti juga mengatakan bahwa air mani mengandung hormon yang mampu mengubah mood, seperti testosteron dan estrogen. Zat tersebut memasuki aliran darah wanita beberapa jam setelah sperma masuk ke dalam vagina.
  • – Aliran darah yang lebih ‘jalan’. Kegiatan fisik yang membuat berkeringat dan napas terengah-engah terdengar seperti sedang berolahraga? Ya, aktivitas seksual yang membara memang berlaku seperti olahraga. Ketika sedang melakukan aktivitas seksual yang mendebarkan, jantung Anda memompa darah lebih cepat dan mengeluarkan toksin dari tubuh lewat keringat. Ketika mencapai orgasme, biasanya pipi wanita akan terlihat merona.
  • – Hormon yang terlepas ketika melakukan seks bisa membantu menghilangkan rasa sakit. Seperti yang dilaporkan oleh Bulletin of Experimental Biology and Medicine, meningkatnya endorfin dari hormon oxytocin yang keluar ketika sedang bercinta bisa mengurangi rasa nyeri pada tubuh. Oxytocin juga dikenal sebagai “hormon cinta”, yang keluar dari tubuh kita setelah berhubungan badan dengan orang lain dan membuat kita tersenyum.
  • – Hormon seks membantu kita tidur lebih nyenyak. Berkat hormon oxytocin, kita akan merasa lebih nyaman, juga membantu tidur lebih lelap, seperti dilaporkan oleh WebMD. Tentu saja, tidur nyenyak dan cukup, baik untuk kecantikan, kan?