Archive for the ‘kompas.com’ Tag

Membuat Resolusi Asmara

Selasa, 23 Desember 2008 | 11:15 WIB

Setiap pergantian tahun, membuat resolusi dalam hal karier, keuangan, dan cinta, selalu menjadi hal wajib yang dilakukan banyak orang. Bicara soal cinta, jangan lupa mengoreksi diri terhadap hal-hal berikut ini:
Baca lebih lanjut

Iklan

Etiket Bisnis, Lain Ladang Lain Belalang

Cara kita membawakan diri tak bisa dipungkiri ikut menentukan kemajuan karir. Bahkan, bagi seorang pebisnis, mengetahui etiket bisnis menjadi hal yang ikut menentukan keberhasilan negosiasi. Sopan dan menjaga ucapan serta tindakan merupakan asas dasar yang dipatuhi secara universal.

Dalam hal etiket bisnis berlaku pepatah lain ladang lain pula belalang. Nancy Mitchell dari The Etiquette Advocate, AS, menceritakan pengalaman salah satu kliennya yang berasal dari AS yang terlambat mengetahui etiket yang berlaku di negara lain.

Suatu ketika dalam kunjungan bisnisnya ke Beijing, Cina, ia  diundang makan malam oleh rekan bisnisnya, pada malam pertama kunjungannya. Berdasarkan pengalamannya, ia mempelajari sebaiknya kita tidak membicarakan bisnis dalam pertemuan pertama dengan calon rekan bisnis. Maka ia pun menghadiri jamuan makan malam dengan percaya diri dan asyik berbincang mengenai budaya Cina dengan sang tuan rumah.

Si tamu asal AS itu dengan sopan menyantap makanan yang terhidang di depannya, bahkan menghabiskannya meski perutnya sudah kekenyangan. Namun, di akhir acara tuan rumah meninggalkan lokasi acara dan hanya memberikan salam perpisahan dengan dingin.

Keesokan harinya, dari rekan kerjanya yang juga orang Cina, tahulah si tamu bahwa menghabiskan seluruh makanan yang dihidangkan tuan rumah, berarti tidak sopan. Bagi orang Cina, hal itu berarti hidangan yang mereka suguhkan kurang mengenyangkan tamunya.

Karena itulah, mempelajari budaya dan etiket yang berlaku di suatu tempat sangat penting. Berikut etiket lain yang perlu diketahui:
– Jangan memberikan hadiah jam kepada orang Cina karena jam disimbolkan sebagai kurang beruntung atau kematian seseorang.

– Hindari memberi hadiah pisau kepada orang Jepang karena bisa diartikan sebagai putusnya hubungan dengan si penerima hadiah.

– Di Selandia Baru, mengucapkan salam perjumpaan bisa dilakukan dengan cara menggosok atau menyentuh hidung.

– Seperti juga yang berlaku dalam budaya kita, jangan pernah bersalaman menggunakan tangan kiri dengan orang-orang dari negara Timur Tengah karena dianggap kurang sopan.

– Bila Anda bekerja di Jerman dan kebetulan berulang tahun, maka Anda harus berinsiatif mengadakan perayaan ulang tahun dengan mengundang rekan-rekan kerja yang lain.
AN
Sumber : careerbuilder

dikutip dari Kompas.com

Hidup dari Gaji ke Gaji

Bila Anda termasuk orang yang menunggu-nunggu datangnya hari gajian agar pundi-pundi uang di rekening terisi, Anda tak sendirian. Hampir separuh karyawan, menurut survei yang dilakukan oleh careerbuilder.com, hidup hanya mengandalkan gajinya.
Ketika ditanya soal tabungan, mayoritas menjawab tidak punya, bila ada yang punya, sebanyak 34 persen menjawab jumlah tabungannya tak sampai 100 dollar AS. Sementara itu dua dari tiga karyawan yang disurvei mengaku setiap bulannya membuat anggaran pengeluaran, tapi 19 persen menjawab sering tidak cukup menutupi biaya sehari-hari.

Yang mengherankan, bukan hanya karyawan yang bergaji pas-pasan saja yang merasa tak punya kesejahteraan finansial. Mereka yang bergaji cukup besar pun mengaku di akhir bulan, dana di kantong hanya pas-pasan. Gambaran tersebut tampaknya juga banyak dialami oleh mayoritas karyawan di Indonesia.

Untuk memiliki keuangan yang sehat, sudah saatnya Anda memeriksa ke mana “larinya” gaji yang selama ini diterima. Berikut beberapa faktor pengeluaran yang perlu dievaluasi.

Utang
Melunasi utang merupakan salah satu kewajiban yang perlu dipenuhi setiap bulannya agar Anda tidak tercekik oleh bunga utang yang tinggi. Namun, bila pengeluaran Anda lebih besar untuk membayar utang, coba diingat kembali mengapa Anda sampai berutang. Bila total utang Anda terlalu besar, bisa jadi penghasilan kita tak akan cukup untuk membiayai pengeluaran lain. Idealnya, total seluruh utang kita tidak melebihi dari 30 persen penghasilan.

Biaya kecil-kecil
Pos pengeluaran untuk membayar cicilan angsuran, serta belanja bulanan, mungkin sudah dimasukkan dalam anggaran pengeluaran Anda. Tapi jangan lupa untuk memasukkan pengeluaran yang sifatnya kecil-kecil, seperti membeli majalah atau koran, membeli snack di kantor, ke salon, beli CD, dan sebagainya. Meski jumlahnya kecil tapi bila dikumpulkan dananya besar juga. “Buatlah anggaran belanja lalu tulis dengan rinci semua pengeluaran tiap bulan. Bandingkan, pasti ada yang membuat Anda kaget,” kata Lisa R.Featherngill, konsultan finansial.

Makan di luar
Salah satu alasan mengapa kita sering tak bisa menyisihkan uang untuk ditabung adalah terlalu sering makan di luar. Sebenarnya bila kita mau sarapan  dan makan malam di rumah, pasti uang tak akan cepat habis begitu saja.

Namun, selalu ada hal yang jadi alasan untuk memboroskan uang dalam hal makanan. Jalanan macet, bangun kesiangan dan tak sempat membuat sarapan, atau jam meeting molor, dan masih banyak lagi penyebab kita lebih suka jajan di luar. Sesekali mungkin tak mengapa, tapi hitung berapa uang yang kita habiskan tiap bulannya untuk pos pengeluaran tersebut.

Tak punya dana darurat
Penghasilan bulanan seharusnya memang digunakan untuk membiayai pengeluaran bulanan, sedangkan untuk pengeluaran yang sifatnya tak terduga atau tidak rutin, ambillah dari dana darurat. Karena itulah, buatlah pos pengeluaran untuk dana darurat ini yang jumlahnya minimal tiga kali jumlah biaya pengeluaran Anda. Taruhlah dana ini dalam rekening agar Anda bisa dengan cepat mengambilnya saat dibutuhkan. Dengan cara ini, pengeluaran Anda tak akan terganggu oleh pengeluaran tak terduga.
AN

dikutip dari Kompas.com

Tujuh “Dosa” Perempuan Soal Belanja

Mau tahu mengapa niat berlibur keliling Eropa, liburan dengan kapal pesiar atau membeli apartemen belum terwujud? Ini penyebabnya.

Dosa 1
Belanja ‘Balas Dendam’

Akhir-akhir ini Anda bekerja lebih keras dari sebelumnya. Lembur hampir setiap malam. Pikiran Anda tercurah untuk urusan pekerjaan di kantor. Di saat seperti ini, Anda merasa layak untuk menghadiahi diri sendiri. Menurut Jean Cathzky, saat membeli sesuatu bagi diri sendiri untuk alasan ini, kita cenderung membelanjakan sedikit lebih banyak daripada dalam keadaan normal.

Solusi:
Ada kok cara lebih hemat untuk menghadiahi diri sendiri. Misal, acara melakukan meni-pedi di salon mewah yang menghabiskan uang, bisa diganti dengan mengundang teman-teman dan melakukan ritual meni-pedi di rumah. Lebih hemat dan menyenangkan.

Dosa 2
Belanja Dalam Keadaan Terdesak
Anda akan menghadiri pesta malam ini. Anda butuh baju baru untuk tampil prima di acara pesta. Anda tidak punya banyak waktu untuk memilih barang yang murah dan bagus. Begitu Anda tertarik dengan atasan bagus, Anda langsung membelinya, tanpa melihat harga.

Solusi:
Anda bisa tampil cantik tanpa perlu membeli pakaian baru. Manfaatkan dong, teman atau saudara Anda. Jika koleksi baju teman atau saudara cukup banyak dan bagus, enggak salah kok, sesekali meminjam pakaian mereka. Atau, siasati dengan cara lain. Daripada membeli pakaian baru, lebih baik Anda membeli aksesori yang dapat menunjang pakaian lama Anda. Harga sebuah kalung etnik pasti lebih murah dibandingkan harga dress bertali spagheti.

Dosa 3
‘Lapar Mata’

Niat semula Anda hanya ingin cuci mata. Namun, nafsu Anda tak tertahankan begitu melihat baju seksi itu turun harga hingga 50%. Jadi, tanpa pikir panjang Anda langsung membelinya. Tak tanggung-tanggung Anda membeli dua sekaligus dengan warna berbeda. Anda merasa telah berbelanja bijak karena berhasil mendapatkan barang-barang itu setengah harga.

Solusi:
Bukanlah hal yang bijak jika Anda membeli suatu barang yang tidak Anda butuhkan. Memang, baju itu mungkin menarik di mata Anda, tapi apakah Anda yakin itu akan Anda pakai? Jangan-jangan baju itu bernasib sama dengan teman-temannya yang hanya memenuhi isi lemari Anda di rumah. Jadi, biarpun barang itu turun harga, jika Anda tidak membutuhkannya sebaiknya lupakan saja.

Dosa 4
Berbelanja kala merasa sedih
Bagi sebagian perempuan, pelarian saat patah hati yang tidak merusak adalah belanja. Ini ada benarnya. Karena secara psikologi dan psikiatri, belanja memicu aliran deras dopamin ke otak. Aliran itulah yang dirasakan ketika Anda jatuh cinta. Berbelanja juga bisa mengaktifkan endorfin. Dengan kata lain, tindakan berbelanja biasanya membuat orang merasa lebih baik.

Solusi:
Daripada masa ‘berkabung’ Anda dihabiskan di mal, mengapa Anda tidak alihkan ke gym? Olahraga dan belanja, keduanya sama-sama mengaktifkan endorfin yang membuat rasa bahagia, bukan?

Dosa 5
“Jika Teman Punya, Mengapa Saya Tidak?”
Teman-teman Anda mempunyai boot baru, masak Anda tidak punya? Rekan di kantor baru saja membeli kacamata hitam besar dengan mode yang up to date, dan Anda merasa perlu untuk memilikinya.

Solusi:
Anda boleh berkompetisi dalam hal belanja, namun, alangkah baiknya jika yang Anda kompetisikan adalah tujuan yang lebih besar. Misal, Anda berkompetisi untuk membeli apartemen, mobil, atau liburan. Atau Anda bisa saja berkompetisi dalam hal mencari barang-barang vintage yang sama bagusnya dengan barang teman Anda, namun dengan harga lebih miring. Lebih bijaksana, bukan?

Dosa 6
Belanja Pengusir Bosan

Anda merasa bosan dan ingin sesekali menikmati kesenangan. Makanya Anda makan siang di resto mewah, membeli dress baru dan berbelanja barang-barang printilan yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

Solusi:
“Oke, Anda boleh melakukan itu, tapi gunakan uang tunai,” kata Penelope Joye, managing director of Financial Planning di http://www.superwoman.com. Pasalnya, ketika Anda menggunakan kartu kredit, Anda tidak akan sadar berapa banyak uang yang keluarkan untuk membelanjakan barang-barang itu. Tapi kalau menggunakan uang tunai, Anda bisa membatasi diri. Anda akan berhenti ketika uang di tangan telah habis.

Dosa 7
Terperangkap Sikap Perfeksionis

Anda tidak cukup dengan hanya membeli tas baru. Tapi, Anda merasa butuh membeli barang-barang lain untuk menyesuaikan dengan tas baru itu. Ya, Anda merasa perlu membeli sepatu, anting, pakaian, yang senada dengan tas.

Solusi:
Anda perlu memberi batasan dalam berbelanja. Misal, Anda bisa menganggarkan dana setiap bulan untuk memenuhi keinginan Anda itu. Berhentilah jika dana yang Anda anggarkan telah habis. Anda bisa berbelanja lagi di bulan berikutnya dengan anggaran baru. Selain itu, kurangilah pos-pos yang Anda anggap kurang penting, misal, acara ngopi-ngopi, nonton, makan di luar, dan sebagainya.
Ika Nurul Syifaa

dikutip dari Kompas.com

Jakarta Ria – 07112008

belakangan ini lagi banyak ribut2 mengenai akan dinaikkannya tarif parkir di Jakarta..
banyak yang berkomentar sana sini, mulai dari polusi, kemacetan, pemasukan daerah sampai pada ikan asin (apa hubungannya coba? cari sendiri dech hubungannya)

beruntungnya punya motor yang diparkir di gedung dengan tarif langganan Rp 35ribu sebulan. jadi gak ngurus dech dengan rencana kenaikan tarif parkir itu.

mari kita tinggalkan issue yang terus berkembang tanpa tujuan dan langkah nyata. saat ini semuanya hanyalah NATO !

ada yang menarik di harian kompas hari ini.. halaman 27 edisi 07 Nopember 2008..
sekedar untuk menyitir para pengusaha pengelola perpakiran..
lumayan buat senyum..
silahkan disimak dan dikomentari..

jakartaria-07112008

Kompas.com Music Corner [November 2008]

Kompas.com Music Corner

Kompas.com Music Corner

Event Info
Host:
Type:
Network:
Global
Time and Place
Date:
every Thursday
Time:
4:00pm – 6:00pm
Location:
The London School of Public Relation
Street:
Campus B – Jl. KH. Mas Mansyur kav 35 Sudirman Park Office Complex
City/Town:
Jakarta, Indonesia
Contact Info
Phone:
0215350377
Email:

Sched :

  • 06 Nov 2008 : Sore & Aditya
  • 13 Nov 2008 : 21st & Ronaldisko
  • 20 Nov 2008 : Terry & Panji Pragiwaksono
  • 27 Nov 2008 : Soulvibe & Sunday at Twelve

Gratis !!

Ada apa dengan Menkes RI Ibu Supari

terus terang, diantara sekian banyak menteri yang ada di kabinet sekarang, gue menjagokan Ibu Supari untuk menjadi menteri terberani. tapi apa lacur, keberaniannya keok karena melamin. silahkan baca berita dibawah ini.

Menkes : Pemusnahan Susu Dilakukan Tertutup
Menteri Kesehatan RI, Siti Fadhilah Supari batal memusnahkan berbagai merek makanan yang mengandung melamin di halaman Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM), Jakarta Pusat, Senin (27/10).

Senin, 27 Oktober 2008 | 18:28 WIB

JAKARTA, SENIN – Pemerintah berencana memusnahkan temuan produk susu dan hasil olahan susu bermelamin asal China secara tertutup.

“Ini pasti dimusnahkan, tapi pemusnahan akan dilakukan tertutup. Tentunya tetap ada saksi, tapi bukan wartawan,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta, Senin (27/10).

Menteri menyampaikan keterangan itu setelah mengumumkan penundaan pemusnahan 478.265 bungkus produk susu dan hasil olahan susu bermelamin asal Cina yang sedianya dilakukan pada Senin pagi di halaman parkir kantor BPOM di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

“Pagi ini sebetulnya akan dilakukan pemusnahan tapi karena beberapa pertimbangan tidak bisa disiarkan karena tidak diijinkan…Alasannya tidak bisa saya katakan. Tapi dijamin ini akan dimusnahkan,” kata Siti Fadilah yang pada kesempatan itu didampingi Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib.

Menkes juga mengatakan pihaknya tidak bisa menyebutkan pihak yang tak mengijinkan  pemusnahan tersebut dilakukan sesuai rencana dan dipublikasikan. Hingga siang hari, contoh produk susu dan hasil olahan susu dalam dua wadah terbuat dari potongan drum minyak yang rencananya dibakar secara simbolis hingga siang hari masih berada di halaman parkir, tertutup karung plastik putih.

Dua belas truk berdaya angkut 2.500 kilogram hingga 4.150 kilogram yang mengangkut produk tersebut juga masih berderet di halaman parkir kantor BPOM. Menurut Husniah, barang-barang itu selanjutnya akan dibawa ke tempat pemusnahan akhir di Dadap, Tangerang.

Usai penundaan, Menteri Kesehatan dan Kepala BPOM beberapa kali menegaskan bahwa bagaimanapun produk itu tetap akan dimusnahkan. “Pemerintah menjamin ini akan dimusnahkan. Cuma kapan dan dimana, itu belum bisa disebutkan,” kata Husniah.

“Jangan khawatir. Kami akan tetap konsisten melindungi masyarakat dari produk yang tidak aman dikonsumsi,” kata Siti Fadilah.

Lebih lanjut Husniah menjelaskan, menurut standar prosedur operasional, produk yang membahayakan keselamatan konsumen harus ditarik dari peredaran dan segera dimusnahkan.

“Dengan demikian masyarakat bisa tenang, karena yakin produk yang beredar di pasaran adalah yang aman dikonsumsi karena yang tidak aman sudah dimusnahkan,” katanya. (sumber berita : http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/27/18280745/menkes..pemusnahan.dilakukan.tertutup

diatas dia menyebutkan bahwa ada “larangan” atau bahasa indahnya adalah belum diijinkan. kalo dari liputan videonya yang disiarkan oleh tv nasional, beliau menyebut “atasan”. pertanyaan besarnya adalah.. siapa sih atasan menteri? so pasti Presiden donk. nalarnya adalah presiden melarang menkes untuk memusnahkan produk2 yang mengandung melamin. mari kita simak berita selanjutnya

SBY Bantah Larang Menkes Musnahkan Produk Bermelamin
Senin, 27 Oktober 2008 | 16:40 WIB

JAKARTA, SENIN – Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng membantah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melarang Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari untuk memusnahkan produk bermelamin asal China. “Presiden SBY tidak pernah memberi instruksi seperti itu,” kata Andi Mallarangeng saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/10).

Menurut Andi, Menkes Siti Fadilah Supari sama sekali tidak menyebut SBY selaku pihak yang membatalkan pemusnahan produk bermelamin asal China. “Itu tidak sampai sedetil itu. Saya cek katanya tidak,” jawab Andi.

Pemusnahan 12 truk berisi produk bermelamin asal China yang dibatalkan, lanjut Andi sepenuhnya merupakan wewenang Siti Fadilah Supari selaku Menteri Kesehatan. “Itu semua diserahkan ke Menkes menurut aturan UU. Itu terlalu teknis, implementasi dari kewenangan seorang menteri, tidak ada urusan dengan presiden,” jelasnya.

Menyangkut tudingan indikasi adanya perlindungan pemerintah terhadap produk bermelamin asal China yang akan dimusnahkan, Andi dengan lugas membantah tudingan tersebut. “Tidak ada itu,” tandasnya.

Sebelumnya, saat memberikan keterangan pers tentang pemusnahan 478.265 bungkus produk susu impor yang mengandung melamin dari China di Kantor Pusat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Menkes mengaku ada atasan yang melarang pemusnahan produk bermelamin asal China.

Rencananya ke-12 truk ini akan dibawa ke Dadap, Jakarta Barat untuk dimusnahkan. Namun tidak ada kejelasan waktu kapan produk bermelamin asal China dimusnahkan. “Pemusnahan pasti dilakukan tapi tidak untuk disiarkan. Saya jamin itu dimusnahkan. Kepala BPOM juga. Alasannya tidak bisa kami jelaskan. Kita sedang tunggu nasehat,” kata Menkes Siti Fadilah Supari. (sumber berita : http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/27/16402772/sby.bantah.larang.menkes.musnahkan.produk.bermelamin)

loh.. kok bisa gitu ya? Menkes bilang kalo dia tidak diijinkan.. tapi (jubir) presiden menyanggah.. trus yang bener yang mana? kenapa bisa ada pertentangan macam gini? ada apa dengan ibu Supari?

masi ingat gmana membaranya beliau ketika banyak produk melamin yang disita BPOM?

masi ingat gmana “terbakarnya” beliau ketika sampel virus flu burung dari Indonesia harus diserahkan ke AS?

masi ingat gmana bergeloranya dia menanggapi ttg NAMRU II ?

lantas ada apa ini? apakah keberanian Ibu Supari dikebiri? oleh siapa? kenapa?

bukankan tanggung jawab Menkes adalah menjamin ttg kesehatan warga negara? kalo Menkes-nya melempem, gmana mo sehat nih rakyat?

Hyundai Luncurkan Genesis Coupe

sumber berita : http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/10/14/06303883/hyundai.luncurkan.genesis.coupe

Hyundai Genesis

Hyundai Genesis

JEJU ISLAND, KOREA, SELASA – Kemaren  (13/10),  Hyundai Motor Company meluncurkan produk premiumnya, Genesis Coupe untuk pasar Korea. Acara peluncuran dilakukan di pulau Jeju dan dihadiri oleh wartawan Korea dan media internasional di negara tersebut. Genesis Coupe merupakan varian baru setelah Hyundai meluncurkan sedan sport Genesis awal tahun ini.

Bagi Hyundai, kehadiran Genesis merupakan evolusi untuk merambah ke segment sport mewah. Dalam rilisnya, Hyundai mengatakan bahwa produk baru ini akan bersaing dengan Mitsibishi Eclipse, Nissan Altima Coupe dan Mustang.

Ditambahkan, Genesis merupakan proyek mobil sport unik. Hal tersebut tampak dari karakter garis-garis bodinya dengan overhang pendek dan jarak sumbu roda yang panjang. “Semua itu menggambarkan proporsi mobil sport klasik,” jelas Dr. Hyun-Soon Lee, presiden divisi riset dan pengembangan Hyundai.

Mesin
Kendati pasar mobil Amerika lagi payah, Hundai tetap membidik konsumen negara tersebut. Karena itulah, selain menawarkan Genesis V6, DOHC berkapasitas 3,6 liter buat konsumen Korea, Hyundai juga menyediakan Genesis bermesin 2.0 liter, 4 silinder segaris yang dilengkapi turbochager.

Lebih lanjut dijelaskan, mesin V6 bila menggunakan bahan bakar setiangkat Pertamax Plus mampu menghasilkan tenaga 310 PS. Bila menggunakan Pertamax saja, hanya 306 PS. Kemampuan mobil dengan mesin Dual CVVT (Continuously Variable Valve Timing) berakselerasi dari 0 – 100 km/jam, hanya 6,3 detik. Versi 2.0 liter menghasilkan tenaga 210 PS dan mampu akselerasi 0 – 100 km/jam, 8,3 detik

Hyundai Coupe

Hyundai Coupe

Rancang Ulang
Karena kap depan mobil ini lebih rendah, para insinyur Hyundai terpaksa merancang ulang saluran isap dan buang mesin. Di samping itu, saluran isap yang dipasangkan ke Electronic Throttle Body, diameternya diperbesar. Tujuannya, agar pernafasan mesin lebih panjang. Perbaikan lain yang dilakukan adalah memperkokoh blok mesin, meningkatkan pendinginan piston di setiap silinder dengan menggunakan semprotan bertekanan tinggi.

Untuk transmisi, Hyundai memilih otomatik ZF 6-kecepatan dengan perbandingan akhir 3,4. Sedangkan suspensi, dual MacPherson strut di depan. Juga ditambahkan Limited Slip differential (LSD) dengan fitur sensor torsi agar mobil bisa menghasilkan traksi maksimal pada berbagai kondisi jalan. Untuk sokbreker digunakan tipe tabung tunggal namun ruang gas dan oli dibuat terpisah.

Untuk mengontrol laju mobil, diandalkan rem buatan Brembo berukuran 13,4 inci di depan dan 11 inci di belakang. Sedangkan, ditetapkan 18 inci.

Tambahan lain adalah Electronic Stability Program (ESP) yang dilengkapi sensor kecepatan pada setiap rem. Dengan teknologi tersebut, rem pada setiap roda bisa bekerja sendiri-sendiri.
ESP ini juga digunakan untuk memantau sudut setir dan sudut belokan yang dibuat oleh mobil. Bila sudut putar setir berbeda dengan sudut belokan kendaraan, maka ESP secara otomatis mengerem roda untuk mengontrol arah gerak mobil.

Hyundai berharap bisa menjual 40.000 unit Genesis per tahun. Di negaranya sendiri, ditarget 5.000/tahun. Selebihnya, 35.000 unit – konsumen negara lainnya, termasuk Amerika. Harga yang ditawarkan, untuk mesin 4 silinder 23.200.000 Won atau sekitar Rp 160 juta sedangkan V6, 33.920.000 won atau sekitar Rp 240. Ternyata, kalau bisa bikin sendiri, relatif murah juga ya!
ZBJ

Asinan Jakarta

gak nyangka ternyata kompas.com juga merilis food spot mantap yang pernah dikunjungi. gambar ini muncul di forum kompas.com tanggal 31 juli 2008 (link)

asinan jakarta gang sadar depan pasar jembatan merah

asinan jakarta gang sadar depan pasar jembatan merah

dan lokasi yang sama juga dipotret oleh fotographer kompas.com dan tayang di kompas.com (link)

Asinan Betawi, Tidak Seketika Populer

hakcipta pada Kompas.com dan Agus Susanto

hakcipta pada Kompas.com dan Agus Susanto

Siapa bilang nasib kuliner Betawi sama dengan kudapan kerak telor yang merana? Coba klik portal para penggila kudapan di Jakarta, Jajan.Com. Sampai Jumat (5/9), dari 15 tempat kudapan terpopuler di Jakarta, lima tempat di antaranya bermenu Betawi.

Ada Soto Mie Sarodja di Jalan Danau Tondano, Pejompongan, Jakarta Pusat. Gado-gado Taman Sari di Lantai 2 Harco Mangga Dua Pujasera, Jakarta Barat, Sop Sumsum Kambing Proklamasi di bawah rel kereta api Tugu Proklamasi, Jakpus, dan Asinan Kamboja resep Bang Mansyur di Jalan Taman Kamboja III No 10, RT 8 RW 11, Rawamangun, Jakarta Timur.

Menurut Ayu, salah seorang mantu Mansyur yang ditemui Kamis (4/9) sore, omzet warung Asinan Kamboja naik dua kali lipat setiap bulan Ramadhan. ”Kalau pada hari biasa kami setiap hari berbelanja bahan sebanyak sejuta rupiah, maka setiap Ramadhan, kami bisa menghabiskan uang Rp 2 juta lebih untuk membeli bahan,” paparnya.

Meski pelanggan naik dua kali lipat, jam buka warung pada bulan suci itu justru lebih pendek. Kalau pada hari biasa warung buka pukul 09.00-22.00, pada bulan Ramadhan buka pukul 11.00-19.00. Akibatnya, di samping warung penuh sesak menjelang jam buka puasa, antrean pembeli pun memanjang sejak pukul 16.00.

Beruntung, Mansyur memiliki banyak cucu yang loyal pada usahanya. ”Memang lebih sibuk melayani pelanggan di bulan Ramadhan. Tapi karena bantuan tenaga para keponakan, kerja menjadi lebih ringan dan menyenangkan,” kata Ayu.

”Nendang” kacangnya

Pelanggan Asinan Kamboja bukan hanya datang dari sekitar Rawamangun, tetapi juga dari sudut Jakarta dan Bekasi. Sebagian besar pelanggan Asinan Kamboja membawa asinan pulang. ”Umumnya saya membeli sampai 10 bungkus. Maklum, tetangga pada nitip juga,” tutur Iwan (41) yang tinggal di Bekasi.

Pembeli lainnya, Sulaiman (45), mengaku, setiap ia ke rumah saudaranya di Palembang, ia selalu diminta membawa Asinan Kamboja. ”Saya bawa sampai 20 bungkus asinan ke Palembang dengan pesawat. Pernah saya lupa membawa asinan ke Palembang, akibatnya saudara-saudara pasang muka asam pada saya,” jelas warga Paseban, Jakpus itu.

Kuah asinan Mansyur berbeda dengan kuah asinan betawi umumnya. Kuah asinan betawi umumnya memakai kuah cuka pedas, encer, dan bening, sedangkan Mansyur menggunakan bumbu kacang dalam kuah asinan buatannya. Warna kuahnya menjadi coklat kemerahan setelah dicampur gula merah, dan cabai. ”Kacang digoreng, lalu digiling bersama cabai yang sudah direbus. Gilingan dicampur air cuka dan garam, lalu diguyur gula merah,” jelas ayu.

”Bumbu kacangnya nendang banget di tengah rasa ’nano-nano’-nya,” kata Iwan.

Meski demikian, isi asinan Mansyur sama seperti isi asinan betawi umumnya, yaitu irisan kol, daun selada, timun, taoge, irisan tahu putih, kerupuk mi, dan kerupuk pemanis warna-warni. Bedanya, ”Agar racikan segar, kami belanja mendadak. Maklum, sayurannya kan mentah semua. Sedikit layu, pelanggan bisa pergi,” kata Ayu.

Tak seketika

Asinan Kamboja warisan Mansyur tak seketika populer seperti saat ini. Butuh waktu 10 tahun sebelum populer. Awalnya, sekitar tahun 1968, Mansyur berjualan asinan keliling. Karena permukiman masih sedikit, Mansyur berjualan sampai Pasar Jatinegara, Jaktim.

Tahun 1980-an Mansyur memutuskan berhenti berjualan keliling. Ia lalu menjadikan rumahnya sebagai warung asinan. ”Sepuluh tahun setelah berjualan di rumah, usaha mertua saya mulai dikenal luas. Jadi tak seketika populer,” ucap Ayu.

Tak seketika populer. Itu juga dialami Hasan, penjual asinan betawi lainnya yang berpuluh tahun mangkal di pertigaan Jalan Rawa Belong, Palmerah Barat, Jakarta Barat. Ia mulai berjualan asinan sejak tahun 1943 saat ia berusia 14 tahun. Tahun 2005, pembuat asinan yang dikenal sebagai penjual Asinan Rawa Belong ini menjadi juara kedua lomba hidangan asinan kaki lima se-Jakarta yang diadakan sebuah hotel di Jakarta.

Di Jakarta Selatan, seperti halnya keluarga besar Mansyur, Ibu Siti, Anih, dan Inah mewarisi kepiawaiannya meracik asinan betawi dari almarhum kakek mereka, Kiding. Asinan mereka dikenal sebagai Asinan Jembatan Merah (sekarang namanya Jalan Menteng Pulo), tepatnya di pintu masuk Gang Sadar, Jalan Saharjo.

Asinan Jembatan Merah sudah ada sejak lebih dari 50 tahun lalu. Tak heran bila pelanggan yang datang berasal dari kalangan sepuh sampai yang muda. Isi asinan betawi Kiding beda dengan isi asinan betawi Mansyur maupun Hasan.

Asinan betawi Kiding terdiri dari taoge, kol, sawi cina, tahu, dan timun yang sudah direndam air cabai dan cuka. Di atas asinan ditebar kacang tanah goreng, lalu diguyur lelehan gula jawa, sambal, sedikit garam, dan kuah cuka.

Seperti umumnya sajian asinan betawi, sajian dibungkus, dan disantap di rumah. Hingga kini, para waris Kiding masih mempertahankan kebiasaan lama Kiding menggunakan daun pisang sebagai pembungkus.

Asinan Kamboja, Asinan Rawa Belong, maupun Asinan Jembatan Merah, tak seketika populer. Mereka menjadi bagian dari legenda Jakarta lewat ketekunan, kerja keras, dan pengalaman panjang. Cobalah sajian orang-orang luar biasa itu.