Archive for the ‘kasih’ Tag

Sentuhan 60 Detik yang Bermakna

Bagi pasangan sibuk, cobalah ‘mencuri-curi’ waktu berdua agar hubungan makin hangat.
oleh : Petti Lubis, Mutia Nugraheni
(doc Corbis)

VIVAnews – Minimnya waktu komunikasi memang merupakan masalah paling krusial yang terjadi pada pasangan sibuk. Biasanya, ketika sama-sama baru pulang dari kantor pada malam hari dalam keadaan kelelahan, lalu kapan ngobrol-nya?

Dalam suasana hari kasih sayang ini, sebaiknya maksimalkan waktu yang ada. Misalnya, saat bersiap-siap ke kantor, Anda bisa mengajak suami membahas sesuatu, atau yang lebih baik lagi adalah memaksimalkan waktu di akhir pekan, saat aktivitas tak sepadat hari kerja. Cobalah mencuri-curi waktu berdua agar hubungan makin hangat!

– Sentuhan 60 detik
Tidak hanya pengantin baru yang bisa selalu saling menyentuh. Bergandengan tangan, duduk berdekatan, berpelukan, dan memberikan ciuman-ciuman kejutan. Anda dan suami juga bisa, kok. Mulailah bersikap asertif dengan menyentuh pasangan lebih sering. Meski cuma selama 60 detik, sentuhan ini cukup bermakna.

– Ngobrol berdua minimal lima menit setiap hari
Meski hanya pertanyaan sepele atau membicarakan topik sederhana, yang penting Anda berdua merasa nyaman. Sebenarnya, topiknya tidak perlu yang serius, bercanda berdua sudah menjadi suatu obrolan berkualitas.

– Jalan-jalan berdua tiap minggu
Liburkan dari dari anak-anak setidaknya 4-5 jam pada akhir pekan. Titip mereka pada orang tua atau kakak Anda. Kali ini, posisi Anda berdua sebagai pria dan wanita yang sedang menghabiskan waktu bersama bersenang-senang, layaknya sedang pacaran.

– Habiskan waktu seharian sebulan sekali
Tentukan satu hari tiap bulan, saat Anda berdua bisa meluangkan waktu seperti pasangan, sebagai bumbu perkawinan. Misalnya, check in di hotel atau keluar kota selama sehari.

– Rencanakan liburan romantis enam bulan sekali
Setelah terkurung dalam rutinitas kantor dan rumah, alangkah nikmatnya jika bisa melakukan liburan romantis berdua suami. Tempat tujuannya tak harus di luar kota atau luar negeri. Lokasi di dalam kota pun banyak yang bisa dipilih sebagai tempat untuk ‘mengisi energi’ perkawinan Anda. Ke mana pun tujuannya, sebaiknya jangan mengajak anggota keluarga lain.

– Ikuti seminar tentang perkawinan setahun sekali sekali
Pelajaran yang bisa dipetik dari seminar, bisa jadi acuan Anda dan suami menjalani tantangan pernikahan yang semakin lama semakin berat. Cara lainnya, Anda berdua bisa berkonsultasi kepada psikolog, kendati tidak ada problem dalam hubungan. Biasanya pandangan orang ketiga lebih objektif menilai suatu masalah.

• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/29757-sentuhan_60_detik_yang_bermakna
—–
jadi ingat salah satu postnya omiyan.. 11ciuman di pagi hari..
jadi
Iklan

Satu Ciuman Berjuta Rasa

Lewat berciuman Anda bisa mengetahui seberapa besar rasa cinta pasangan.
oleh : Maryadie
Ciuman (doc Corbis)

VIVAnews – Satu ciuman bisa berjuta rasa.  Lewat aksi berciuman ini Anda bisa mengetahui seberapa besar rasa cinta pasangan. Tak heran, jika ciuman dianggap sebagai sebuah syarat dalam hubungan percintaan.

Anda mungkin masih ingat pertama kali menikmati rasa cokelat atau minum teh dan kopi. Ingatan ini hampir sama saat bibir Anda pertama kali bersentuhan dengan bibir pacar pertama. Sehingga, Anda tak pernah melupakan peristiwa ini.
Baca lebih lanjut

Seni Bercinta yang Islami

ImageSebagai bagian dari fitrah kemanusiaan, Islam tidak pernah memberangus hasrat seksual. Islam memberikan panduan lengkap agar seks bisa tetap dinikmati seorang muslim tanpa harus kehilangan ritme ibadahnya.Bulan Syawal, bagi umat Islam Indonesia, bisa dibilang sebagai musim kawin. Anggapan ini tentu bukan tanpa alasan. Kalangan santri dan muhibbin biasanya memang memilih bulan tersebut sebagai waktu untuk melangsungkan aqad nikah.

ebiasaan tersebut tidak lepas dari anjuran para ulama yang bersumber dari ungkapan Sayyidatina Aisyah binti Abu Bakar Shiddiq yang dinikahi Baginda Nabi pada bulan Syawwal. Ia berkomentar, “Sesungguhnya pernikahan di bulan Syawwal itu penuh keberkahan dan mengandung banyak kebaikan.”Namun, untuk menggapai kebahagiaan sejati dalam rumah tangga tentu saja tidak cukup dengan menikah di bulan Syawwal. Ada banyak hal yang perlu dipelajari dan diamalkan secara seksama oleh pasangan suami istri agar meraih ketentraman (sakinah), cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah), baik lahir maupun batin. Salah satunya –dan yang paling penting– adalah persoalan hubungan intim atau dalam bahasa fiqih disebut jima’.

Sebagai salah tujuan dilaksanakannya nikah, hubungan intim –menurut Islam– termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan agama dan mengandung nilai pahala yang sangat besar. Karena jima’ dalam ikatan nikah adalah jalan halal yang disediakan Allah untuk melampiaskan hasrat biologis insani dan menyambung keturunan bani Adam.

Selain itu jima’ yang halal juga merupakan iabadah yang berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda, “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Karena bertujuan mulia dan bernilai ibadah itu lah setiap hubungan seks dalam rumah tangga harus bertujuan dan dilakukan secara Islami, yakni sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW.

Hubungan intim, menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), sesuai dengan petunjuk Rasulullah memiliki tiga tujuan: memelihara keturunan dan keberlangsungan umat manusia, mengeluarkan cairan yang bila mendekam di dalam tubuh akan berbahaya, dan meraih kenikmatan yang dianugerahkan Allah.

Ulama salaf mengajarkan, “Seseorang hendaknya menjaga tiga hal pada dirinya: Jangan sampai tidak berjalan kaki, agar jika suatu saat harus melakukannya tidak akan mengalami kesulitan; Jangan sampai tidak makan, agar usus tidak menyempit; dan jangan sampai meninggalkan hubungan seks, karena air sumur saja bila tidak digunakan akan kering sendiri.

Baca lebih lanjut