Archive for the ‘karir’ Tag

Etiket di Kubikel Kantor

KOMPAS.com – Ruang kerja masa kini dirancang seefisien mungkin. Bahkan kadang tak menyisakan ruang privasi. Pahami etikanya agar kenyamanan kerja tak terganggu.

1. Silence, please
Gunakan nada suara seakan Anda berada di ruang perpustakaan. Tidak semua orang bisa mendengar suara keras. Banyak pula yang suka suasana tenang dan tidak bisa berkonsentrasi kerja dalam kondisi bising.

2. Hampiri teman
Kalau mau mengajak bicara teman, hampiri dia baru ajak bicara. Bila dari jauh Anda sudah teriak, teman yang lain pasti akan terganggu. Anda kan, tidak berada di hutan.

3. No speaker phone
Masih berkaitan dengan audio things, jangan gunakan speaker kalau menelepon atau menerima telepon. Baik itu untuk telepon kantor maupun ponsel pribadi. Selain bising, Anda tentu tak ingin pembicaraan jadi konsumsi publik, kan?

4. Setting ringtone
Tidak salah kalau Anda suka pada ringtone telepon seluler Anda. Pasti Anda akan memilih lagu atau suara favorit. Jadi masalah, kalau disetel sangat keras sehingga bisa kedengaran sampai ke seantero kantor bila ada telepon masuk. Apalagi kalau lagu yang Anda pilih tak disukai rekan kerja.

5. Jangan tinggalkan ponsel
Jangan pernah meninggalkan ponsel dalam waktu lama. Tidak juga pada saat makan siang. Tidak mungkin makan siang hanya 10 menit, paling tidak 30 menit. Jadi jangan meletakkan ponsel Anda di meja kantor dengan volume maksimal. Kalau berada pada posisi si teman, Anda pasti bete mendengar telepon berdering terus-menerus sementara si pemilik sedang pergi. Kalau pun ditinggal, atur menjadi silence, supaya tidak ada yang terganggu. Lebih baik lagi jika disimpan dalam laci.

6. Gunakan earphone
Musik bagi sebagian orang seperti penyemangat hidup. Mendengarkan musik saat sedang stres memang disarankan para ahli. Namun bukan berarti selera musik Anda disukai teman kerja lain. Jadi, kalau pasang musik, ya jangan keras-keras. Hidup rekan kerja Anda akan nyaman kalau Anda menggunakan earphone. Dan satu lagi, orang suka tidak sadar ikut menyanyikan lagu yang didengar lewat earphone dengan suara keras. Ini juga bisa mengganggu tetangga sebelah. Ingat, kantor bukan tempat konser, lho.

7. Di-mute saja
Suara berisik juga berasal dari komputer. Entah Anda sedang men-download lagu, menonton film, atau melihat widget dari berbagai situs, sebaiknya pasang earphone. Satu lagi, gunakan screen saver yang tidak berisik, atau, saat membukanya, kecilkan volume. Agar aman, di-mute saja.

8. “Pssst, ini rahasia, lho”
Perempuan senang curhat pada teman sekerja. Kalau lagi semangat bercerita, suka lupa volumenya mengeras. Mau tak mau akan terdengar oleh yang lain. Kalau sangat pribadi, lakukan di tempat yang lebih pribadi, ruang meeting misalnya. Tetapi kalau Anda mau semua orang mendengar, dan mereka tidak keberatan, ya, sah-sah saja. Lihat-lihat dan perhitungkan situasi.

9. Antibau
Karena terbuka dan tak ada pembatas, tidak hanya suara yang akan “mampir” ke sebelah. Bau-bauan juga bisa berkelana ke mana-mana. Jadi, usahakan jangan menyemprot wewangian di ruang kerja. Bisa-bisa teman sebelah Anda pingsan. Juga jaga badan dari bau tak sedap. Kalau sering keluar, dan Anda termasuk orang yang mudah berkeringat, siapkanlah baju ganti di kantor. Ganti baju jika baju memang basah, dan mulai merasa tidak nyaman dengan bau badan.

10. Bersih dari makanan
Masih berkaitan dengan bebauan, jaga kebersihan meja kerja Anda dari makanan yang berbau tidak sedap. Menurut Anda sedap, belum tentu teman Anda setuju. Jangan pula menyimpan makanan di laci meja, baunya akan menyebar dengan sangat cepat.

11. Dilarang menguping
Kalau ada yang sedang bicara pribadi di dekat Anda, pura-puralah tak mendengar. Sangat disarankan untuk tidak ikut campur, kecuali diajak bicara. Sangat tidak sopan, meski bukan salah Anda bila ada yang membicarakan masalah pribadi di tempat terbuka.

12. Minta izin
Meski ruangnya terbuka, anggap saja ada pintu antara area kerja Anda dan teman. Jadi, kalau mau meminjam sesuatu, jangan lupa minta izin, dan segera kembalikan. Jangan pula melirik-lirik meja teman tanpa izin. Anda juga tak mau meja kerja Anda dimasuki tanpa izin, kan?

13. Jaga kebersihan meja kerja
Meja kerja mencerminkan kepribadian pemiliknya. Anda pun membawa imej perusahaan. Jadi, jaga kebersihan meja agar reputasi Anda dan kantor terlihat baik di mata klien. Karena terbuka, setiap tamu yang datang bisa melihat langsung meja kerja Anda. Kalau meja karyawannya saja berantakan, klien bisa meragukan kinerja perusahaan Anda.

14. Gunakan messenger
Bila ingin berkomunikasi dengan rekan tanpa suara, gunakan saja messenger. Misal, YM, MSN, Twitter, dan lainnya. Lebih jelas dan tidak mengganggu. Asal, jangan kebablasan jadi ajang ngobrol.

(Erika Paula)

http://perempuan.kompas.com/index.php/read/xml/2009/07/16/09493197/etiket.di.kubikel.kantor

Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja

Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja

Membaca dan memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membuat Anda lolos wawancara kerja. Kemampuan komunikasi non-verbal memberikan nilai tambah untuk Anda sekaligus membantu untuk memperkirakan apa yang dipikirkan si pewawancara.

1. Jabat Tangan
Jabatan tangan memperlihatkan siapa diri kita. Hati-hati dengan cara Anda berjabat tangan. Kenal istilah dead fish, bone crusher, atau wet fish? Itu adalah istilah-istilah jabat tangan yang tak bagus. Dead fish adalah tipe jabat tangan yang “malas”, yaitu memberikan tangan saja, tanpa digenggam, seperti ikan mati. Sementara bone crusher, biasanya datang dari arah atas, lalu menggenggam sangat kencang seperti mau meremukkan tulang. Meskipun niatnya menunjukkan tipe orang yang tegas, namun jabat tangan ini menyakitkan dan justru menunjukkan tipe agresif. Tipe wet fish menunjukkan tipe orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Tiga langkah jabat tangan yang baik:
* Pastikan tangan dalam keadaan bersih, kering, dan tidak sedang memegang benda lain.
* Ketika menggenggam tangan lawan, berikan kehangatan namun pastikan ada ruang udara.
* Jabat tangan dengan profesional, sopan, genggaman kuat, dan senyum hangat.

2. Tatapan
Ketika Anda bertemu dengan si pewawancara, tatap matanya dan berpikirlah, “Wah, senang rasanya bisa bertemu dengan Anda!” Hal ini akan membantu Anda tersenyum dari dalam hati, dan ia akan mendapati sinyal tersebut dengan mood positif. Ketika kita bertemu dengan orang yang kita senangi secara otomatis pupil mata akan membesar, ini merupakan fenomena yang secara insting ditangkap manusia lain.

Selama wawancara kerja, pastikan kontak mata Anda berada dalam seputaran segitiga terbalik wajah si pewawancara. Yakni di antara titik luar alis kiri, ke hidung bagian bawah, dan titik luar alis kanan. Menatap bibir seseorang dianggap pelanggaran seksual, sementara menatap dahi seseorang dianggap merendahkan.

3. Postur Tubuh
Upayakan untuk duduk lurus, agar kepercayaan diri muncul dari sana. Jika Anda merasa rendah diri dan jenuh, coba perhatikan cara Anda duduk dan berdiri. Duduk tidak rapi atau berdiri sambil bersender bisa menekan dada dan mengurangi asupan udara ke paru-paru, yang menyebabkan kegugupan dan ketidaknyamanan.

4. Posisi Kepala
Untuk meningkatkan rasa percaya diri selama wawancara, posisikan kepala Anda tegak secara horizontal dan vertikal. Ini memberikan sinyal bahwa Anda serius dalam menggapai tujuan. Namun ketika dalam percakapan, untuk terlihat lebih bersahabat, miringkan sedikit kepala Anda untuk menunjukkan simpati.

5. Tangan dan Lengan
Tangan dan lengan memberi penilaian akan seberapa “menerimanya” kita. Jadi, upayakan tangan Anda berada di samping tubuh. Ini menunjukkan bahwa Anda bersikap terbuka dan siap menerima apapun yang datang kepada Anda.

Orang pendiam cenderung melipat dan menjauhkan lengan mereka dari badan, sementara orang yang supel cenderung menggambarkan maksud dengan gerakan tangan sambil berbicara. Upayakan gerakan tangan tak jauh dari badan Anda, supaya tak terlihat berlebihan. Jangan melipat tangan di depan dada selama wawancara, karena Anda akan terlihat defensif.

Dua arti gerakan tangan:
* Telapak tangan menghadap ke luar dan ke atas berarti orangnya terbuka dan bersahabat.
* Telapak tangan menghadap ke bawah berarti tipe orang yang dominan dan kemungkinan agresif.

6. Tanpa disadari, kaki cenderung bergerak di luar batas normal ketika kita gugup, stres, atau sedang kebingungan. Mengatasinya? Upayakan kaki kita setenang mungkin selama wawancara. Jangan biarkan kaki Anda terlipat, karena seakan-akan hal itu menciptakan batasan antara Anda dan si pewawancara.

C6-09

Sumber : msn

http://perempuan.kompas.com/index.php/read/xml/2009/03/10/15001772/bahasa.tubuh.saat.wawancara.kerja

Jika Anda “Overqualified”

Anda sudah begitu percaya diri bahwa Anda akan diterima di perusahaan besar yang Anda incar selama ini. Wawancara pun berlangsung dengan lancar dan Anda merasa telah memberikan jawaban yang terbaik. Tetapi, undangan ke tahap berikutnya tak juga Anda terima. Sampai akhirnya Anda sadar, tak diterima sebagai karyawan di perusahaan tersebut.

Hal ini tentu terjadi bukan karena perusahaan tersebut batal menerima karyawan baru. Coba ingat, apakah Anda telah melakukan hal-hal berikut ini.

1. Salah menjawab saat wawancara

Menurut Joyce Lain Kennedy, kolumnis dan penulis sejumlah buku panduan tentang karier, salah satu penyebab yang membuat nama Anda dihapuskan dari daftar calon pegawai adalah keliru menjawab saat menjalani sesi wawancara. Jika pewawancara menyinggung tentang status Anda yang overqualified, jangan tergesa-gesa mengiyakan pendapatnya.

“Katakan bahwa Anda bukannya overqualified, melainkan fully qualified. Dengan kata lain, Anda sanggup menyelesaikan pekerjaan dengan hasil di atas ekspektasi tanpa perlu mendapatkan supervisi ekstraketat. Hal itu tentunya bisa menjadi poin yang menguntungkan bagi perusahaan. Ungkapkan pula pertimbangan di balik pilihan Anda untuk bekerja di perusahaan tersebut dan bukannya di perusahaan lain,” ujar Kennedy.

2. Kelewat percaya diri

Menyadari bahwa dirinya memiliki kualifikasi di atas rata-rata terkadang membuat seseorang bersikap jumawa dan tidak bersikap sungguh-sungguh dalam menjalani proses perekrutan pegawai. Jika ini yang Anda lakukan, jangan heran bila petugas HRD tidak memanggil Anda kembali. Tunjukkan sopan santun dan harapan tulus Anda untuk dapat diterima bekerja di tempat tersebut.

3. Salah persepsi soal gaji

Salah satu alasan yang menyebabkan pelamar dengan kualifikasi tinggi tidak diterima bekerja adalah pihak perusahaan khawatir Anda akan menuntut nominal gaji di atas jumlah rata-rata. Untuk menghindari kesalahan persepsi ini, sejak awal Anda mesti berupaya meluruskan duduk persoalannya.

“Jika petugas perekrutan menanyakan tentang gaji Anda sebelumnya, Anda dapat menghindar dengan mengatakan bahwa saat ini Anda berorientasi ke masa depan dan bukannya ke masa lalu. Katakan bahwa pertimbangan Anda dalam bekerja bukan semata-mata penghasilan, tetapi juga tantangan dan pengalaman dalam bekerja,” ujar Kennedy.

4. Dicurigai akan jadi “kutu loncat”

Alasan lain yang membuat petugas perekrutan menyisihkan pelamar yang memiliki profil kelewat tinggi adalah kekhawatiran bahwa orang tersebut tidak akan lama menempati kursinya alias Anda dicurigai akan menjadi “kutu loncat” dalam hitungan bulan. Jika ini terjadi, tentu perusahaan akan dirugikan karena terpaksa menggelar proses perekrutan kembali.

“Sekali lagi, ungkapkan alasan Anda memilih bekerja di perusahaan tersebut ketimbang di perusahaan lainnya,” ujar Kennedy. Bila masih dianggap belum cukup meyakinkan, tak ada salahnya Anda meminta kontrak kerja yang mencantumkan bahwa Anda tidak akan hengkang dari perusahaan tersebut dalam jangka waktu minimal satu tahun ke depan.

5. Menyiasati turun jabatan

Sebagai seseorang yang pernah berada di posisi upper management, wajar saja bila orang lain khawatir Anda akan mengalami post power syndrome apabila ditempatkan di posisi middle management kembali. Biasanya kekhawatiran yang muncul adalah seputar bisa atau tidaknya Anda mengikuti flow kerja di tempat baru dan kesediaan Anda untuk mengikuti instruksi atasan.

Untuk mengatasi hal ini, tekankan kepada petugas perekrut bahwa Anda adalah seseorang yang memiliki mental profesional. Di mana pun ditempatkan, Anda akan mampu beradaptasi dengan budaya kerja setempat dan bertanggung jawab kepada calon atasan Anda kelak meski usianya lebih muda. “Katakan bahwa jabatan bukanlah fokus utama Anda dalam berkarier saat ini,” papar Kennedy.

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/03/02/09481416/jika.anda.overqualified

Rahasia Resume yang “Menjual”

Agar sukses mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, resume Anda harus mampu menarik perhatian pencari kerja yang prospektif dan cukup “menjual”. Resume adalah semacam kesan pertama yang ingin Anda ciptakan kepada calon atasan Anda. Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk membuat Anda berada dalam antrean terdepan penerima undangan wawancara.

1. Cantumkan yang terpenting pada bagian teratas

Pastikan Anda tahu tempat yang dituju atau posisi apa yang ingin Anda lamar. Jika Anda baru saja lulus kuliah, belum ada pengalaman kerja, dan pendidikan adalah yang paling bisa Anda “jual”, maka cantumkan pendidikan Anda di bagian paling atas. Jika Anda sudah pernah bekerja sebelumnya dan akan melamar ke bidang yang serupa, cantumkan pengalaman pekerjaan terlebih dahulu, baru pendidikan. Akhir-akhir ini pengalaman bekerja lebih sering menjadi poin utama.

Coba tempatkan diri Anda sebagai pencari kerja dan apa yang ingin Anda cari dalam diri calon karyawan Anda. Keahlian apa yang Anda miliki dan akan berguna untuk perusahaan tersebut? Pengalaman yang membuat Anda stand out dari pelamar lainnya? Cantumkan hal-hal semacam ini di lokasi atas. Jika Anda ingin mencantumkan latar belakang pendidikan, buatlah sesingkat dan sepadat mungkin.

Coba buat resume dengan urutan pengalaman kerja dalam daftar yang ringkas, lalu jelaskan detail dan atribut-atribut kunci, pengalaman dan keahlian yang sesuai dengan posisi kerja yang dituju, lalu akhiri dengan deatil yang mendukung, seperti pendidikan dan minat Anda.

2. Selektif dalam menampilkan informasi

Resume adalah alat marketing Anda. Pastikan Anda hanya mencantumkan informasi-informasi terpilih yang positif. Tak perlu mencantumkan segala hal yang pernah Anda lakukan seumur hidup. Resume “menjual” keahlian dan kemampuan Anda kepada calon pemberi kerja potensial. Jika Anda pernah bekerja sebelumnya, calon pemberi kerja pastinya ingin tahu alasan Anda meninggalkan pekerjaan terdahulu. Akan lebih baik jika bisa mencantumkan pula surat rekomendasi dari pekerjaan sebelumnya, untuk memastikan bahwa Anda keluar baik-baik.

3. Eksplorasi pilihan lain dan buat beragam bentuk resume

Cari tahu lebih dalam kemampuan dan keahlian Anda. Jika memiliki ketertarikan di berbagai macam bidang, cobalah. Buka pikiran Anda untuk mencoba beragam karir. Ketika akan mencoba bidang-bidang pekerjaan yang berbeda, ciptakan beberapa tipe resume yang berbeda yang sekiranya cocok dengan tempat yang akan dilamar. Sesuaikan desain, susunan, dan isi resume Anda. Bidang yang berbeda membutuhkan informasi keahlian dan kemampuan yang berbeda, Anda bisa sesuaikan hal ini untuk lebih membuat Anda terlihat yang terbaik untuk posisi tersebut. Pastikan pula desain resume Anda cukup formal, mudah dibaca, dan tidak terlalu berlebihan.

C6-09

Sumber : associated content

http://perempuan.kompas.com/read/xml…e.yang.Menjual

tips dalam interview

brur n sis..

ini ada tips cerdas dalam interview..
sering kali dalam proses perekrutan karyawan banyak calon kuat yang gagal ketika memasukin tahapan wawancara.
menurut penelitian yang tidak ilmiah, rata2 mereka jatuh ketika si Interviewer menanyakan hal sebagai berikut:

“apa alasan saudara keluar dari tempat kerja yang lama?”

nah berikut ini tips yang jitu dalam menjawab pertanyaan tersebut.

noname

Cara Mengetahui Apakah Anda Underpaid

Anda sudah menghabiskan beberapa tahun di perusahaan yang sama, tetapi Anda merasa gaji Anda tidak mengalami peningkatan yang berarti. Anda juga sudah cukup cermat menghitung pengeluaran dan punya beberapa account di bank. Tetapi kenapa Anda merasa tak bisa menikmati hidup Anda? Padahal teman-teman seangkatan, atau yang di bawah Anda, terlihat cukup sering belanja pakaian atau sepatu dengan harga cukup mahal, atau hang out di kafe untuk menghabiskan akhir minggu.

Apakah Anda digaji lebih rendah daripada teman seangkatan? Bagaimana cara mengetahui rata-rata gaji rekan-rekan sekantor Anda tanpa terlihat begitu ingin tahu?

1. Ngobrol dengan rekan yang lebih senior. Cari teman yang Anda percaya, dan memiliki level yang lebih tinggi daripada Anda. Tanyakan bagaimana cara mendekati atasan supaya mau menaikkan gaji Anda. Tanyakan juga berapa gaji yang pantas untuk level Anda. Minta ia memberikan range gaji yang pantas.

2. Cek lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Jika Anda mengetahui perusahaan sedang membuka lowongan untuk pekerjaan pada level Anda, atau level yang ingin Anda capai, usahakan mencari tahu berapa gaji yang ditawarkan. Anda bisa meminta bantuan teman untuk menelepon atau mengirim email mengenai gaji tersebut.

3. Cari tahu hasil kerja rekan lain. Anda bisa saja memegang jabatan yang sama dengan beberapa rekan, tetapi betulkah masing-masing dari Anda memiliki bobot kerja yang sama? Apakah rekan Anda ternyata memiliki beban kerja yang lebih besar daripada Anda? Jika ya, Anda bisa meminta atasan untuk memberikan tanggung jawab yang lebih pada Anda. Katakan bahwa Anda sanggup melakukannya, dan mintalah kenaikan gaji saat Anda berhasil membuktikan hasil kerja Anda.

4Sampaikan secara halus. Oke, Anda tak bisa mencari cara alternatif apa pun untuk mengetahui level gaji Anda. Anda bisa bertanya langsung kepada rekan-rekan seangkatan. Apabila rekan-rekan bersedia “buka-bukaan” soal gaji, tanyakan secara halus. Jika ternyata gaji Anda justru lebih besar daripada mereka, jangan sampai Anda akan kebingungan sendiri bagaimana menanggapi komentar rekan-rekan.

din
Sumber : marie claire

http://perempuan.kompas.com/index.php/read/xml/2009/02/04/13410984/cara.mengetahui.apakah.anda.underpaid

Etika Ber-BlackBerry

Fungsi perangkat seluler kini memang tak lagi hanya terbatas untuk menelepon dan mengirim SMS. Teknologi BlackBerry (BB) yang dikembangkan Research in Motion, perusahaan Kanada, membuat orang dengan mudahnya membaca e-mail semudah mengirim dan menerima SMS, tanpa kita perlu repot membuka situs web.

BB kini memang menjadi kosa kata yang penting dalam komunikasi. Gaya hidup ber-email bergerak ini bukan cuma melanda para profesional yang sangat sibuk dan tak sempat berlama-lama di depan komputer. Sekarang ini sangat lumrah melihat orang, bahkan remaja menenteng-nenteng BB. Demi kenyamanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan perangkat canggih ini:

– Gunakan filter e-mail
Agar tak lupa daratan, sebaiknya gunakan filter supaya tak semua e-mail masuk dalam BB. Pilih hanya e-mail penting atau e-mail dengan subjek tertentu dan pengirim tertentu saja yang bisa dibaca lewat BB, sisanya teruskan ke inbox e-mail untuk kemudian dibaca lewat komputer pribadi. Sehingga waktu Anda tak akan habis hanya untuk membaca dan membalas ratusan e-mail yang masuk.

– Hindari memakai headset
Kecuali kedua tangan Anda sedang dipakai untuk mengerjakan hal lain, hindari berbicara menggunakan headset. Apalagi hanya untuk bergosip, dengan suara keras pula.

– Simpan sementara
Simpan BB Anda saat meeting, di acara formal, berbicara dengan teman, atau di tengah acara kencan. Bukan tindakan yang sopan membiarkan orang lain menunggu atau pembicaraannya terpotong gara-gara Anda asyik membaca e-mail, chatting, atau meng-update Facebook. Sebagai sebuah perangkat komunikasi, tentu Anda bisa meninggalkannya sebentar bukan? Bila pesan yang masuk begitu penting untuk dibalas, menyingkirlah sebentar dari ruangan untuk membalasnya.

– Tak perlu pamer
Bentuknya yang ringkas dan moderen, fungsinya yang canggih, dan tentu saja harga yang relatif mahal (paling murah sekitar Rp 4 juta), membuat BB terkesan semakin “wah”. Tak heran bila makin banyak orang yang menenteng BB ke mana-mana, meski sebenarnya tas yang dibawa cukup besar untuk menampung gadget berukuran mungil ini. Hanya karena gadget ini adalah sebuah penemuan penting dalam dunia komunikasi, bukan berarti Anda harus menggunakannya setiap waktu bukan?

AN
Sumber : askmen

(http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/02/06/15474930/Etika.Ber-BlackBerry)

Trik agar Naik Gaji (2)

MINTALAH EVALUASI

Terkadang mendapatkan uang lebih banyak pada saat ini bukanlah pilihan tepat. Atasan atau manajer perusahaan mungkin tidak memiliki wewenang untuk melakukan negosiasi gaji yang lebih tinggi jika anggaran perusahaan sudah dibekukan. Jika hal ini menjadi alasannya, Anda dapat mengajukan kembali permintaan kenaikan gaji pada enam bulan ke depan atau bila situasi keuangan perusahaan sudah lebih baik. Keuntungan lain dari mengevaluasi ulang perjalanan kinerja setiap 6 bulan (atau lebih panjang lagi) adalah untuk melihat prestasi Anda.

Semua prestasi khusus yang membuat Anda disorot atasan merupakan pertanda baik. Hal ini juga merupakan kesempatan terakhir untuk membuktikan perkataan Anda menjadi kenyataan. Meski Anda merasa frustasi sudah bekerja keras tanpa mendapat bonus, tetaplah termotivasi dengan anggapan, mungkin akan mendapatkan ganjaran lebih baik setelah dievaluasi 6 bulanan.

NAIK GAJI PADA SAAT YANG TEPAT
Kendati Anda telah membuktikan prestasi pada perusahaan, Anda tak akan mendapatkan gaji lebih baik bila tidak memintanya. Namun, jika perusahaan sedang berada di tengah krisis keuangan dan separuh dari departemen telah diberhentikan, bagaimanapun juga, Anda tetap harus menunggu sejenak untuk mewujudkan keinginan ini.

Meminta kenaikan gaji di waktu yang salah tak hanya membuat Anda kehilangan kesempatan mendapatkan kenaikan gaji, sekaligus Anda juga akan dibuat terheran-heran ketika bos berkata, “Sebaiknya Anda juga memberi perhatian pada lingkungan sekitar.” Atau, bos bahkan memperingatkan Anda untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan perusahaan. Bila bekerja di sebuah perusahaan yang besar dan berkembang, barulah Anda dapat memulai subyek pembicaraan tentang kenaikan gaji ini dengan lebih leluasa.

BERPIKIR DI LUAR KEBIASAAN
Para bos suka menantang karyawannya untuk “berpikir di luar kebiasaan.” Bila Anda ingin memperbesar penghasilan di tahun ini, jangan lupakan faktor tambahan yang bersifat non-keuangan. Bekunya anggaran perusahaan mungkin tak banyak memberi perbaikan di tahun ini, atau setidaknya untuk beberapa bulan ke depan.

Lalu mengapa tidak menegosiasikan manfaat lainnya? Perusahaan mungkin akan menawarkan lebih banyak waktu berlibur, jam kerja yang lebih fleksibel, atau bahkan Anda dapat melakukan pekerjaan dari rumah mulai dari sekarang dan seterusnya. Menggunakan komputer di rumah berarti Anda masih bisa melakukan pekerjaan tanpa perlu membayar uang transportasi atau kehilangan banyak waktu di perjalanan. Jumlah gaji mungkin tak berubah. Namun, Anda bisa berhemat sedikit uang dan waktu. Sepertinya itu jauh lebih baik.*

Laili

(http://kompas.com/read/xml/2009/01/23/16581815/trik.agar.naik.gaji.2)

——————–

ada yang bilang.. di masa2 seperti ini, masi dapat gaji aja udah sukur banget.. banyak PHK..
kalo hidup dari gaji ke gaji, capek juga yaa…
kok kagak capek2 jadi karyawan ya?

Trik agar Naik Gaji (1)

Salah satu resolusi tahun baru Anda mungkin berupa keinginan adanya kenaikan gaji. Namun, setelah berencana meminta kenaikan gaji Anda tersadar, dunia usaha di masa krisis seperti saat ini tengah mengetatkan anggaran. Kendati demikian, jangan beranggapan Anda tidak mungkin mendapatkan kenaikan gaji. Ikuti saja beberapa tips negosiasi gaji kali ini!

* TUNJUKKAN KELEBIHAN
Kendati demikian, jangan beranggapan Anda tidak mungkin mendapatkan kenaikan gaji. Jangan harap Anda akan mendapat kenaikan gaji yang besar jika tidak bisa membuktikan prestasi. Kemampuan khusus merupakan hal terpenting yang mesti dimiliki setiap karyawan maupun pencari kerja agar bisa meraih posisi tawar untuk terjadinya kenaikan gaji.

Anda perlu memahami, ketika perusahaan memiliki anggaran yang cukup ketat, mereka tak akan mau menghamburkan uangnya begitu saja. Ingat, hukum ekonomi mengatakan, dunia usaha selalu ingin memproduksi lebih banyak dengan lebih sedikit sumber daya, dan akhir-akhir ini, tampaknya menjadi tren perusahaan untuk sedikit lebih memforsir karyawannya.

Sadari pula, walaupun kini Anda sudah bekerja sekian lama di suatu perusahaan, atasan belum tentu melihat kemampuan Anda. Lancarnya pekerjaan yang dilakukan bukan berarti Anda lantas jadi harus saling tuding atau sikut antarsesama karyawan, lho! Jika ini yang dilakukan, prestasi kerja Anda tak akan terlihat oleh perusahaan.

Sebaiknya Anda perlu membuat daftar kemampuan yang harus dicapai selama masa kerja, sehingga dapat dijadikan pengingat demi kebutuhan prestasi Anda. Tahukah Anda, untuk meningkatkan penjualan, tentu diperlukan pekerjaan yang lebih efisien atau menerima respons positif dari para klien, bukan? Untuk itu, Anda perlu membuktikan dan menggunakannya sebagai kekuatan dan posisi tawar di dalam perusahaan. Di bidang pemasaran, prestasi dapat dilihat dari keuntungan yang dapat dihitung dan banyaknya penawaran langsung dari klien. Ini jauh lebih baik ketimbang mengumbar kata-kata manis nan indah.

Dan bagi para pencari kerja, pada dasarnya sama saja dengan mengupayakan prestasi di dalam perusahaan. Kecuali jika Anda sang pencari kerja yang menyoroti kepentingan untuk peningkatan karir. Rekaman presatsi yang baik pada riwayat karier Anda dapat memberikan alasan tepat bagi perusahaan mempekerjakan Anda di posisi lebih baik. Namun ingat, rekaman riwayat ini juga akan memberikan alasan tepat sang atasan untuk mengharapkan yang lebih lagi kepada Anda, di samping memberikan bonus yang lebih baik.
* KETAHUI PASARAN
Meskipun Anda pikir patut mendapatkan gaji lebih besar, atasan akan cenderung menolak mentah-mentah keinginan Anda untuk naik gaji. Sebaiknya jangan bernegosiasi dengan mulai menawar dengan nominal tertentu untuk mendapatkan penghasilan lebih besar. Bos Anda mungkin lebih tahu berapa penghasilan yang didapat pekerja lainnya di posisi yang sama, seperti halnya posisi Anda. Agar lebih jelas, sebelumnya cari referensi penghasilan, dan lihat batas atau standar gaji untuk profesi tertentu di kota Anda ataupun di wilayah lain. Lalu letakkan permasalahan gaji ini ke dalam konteks harapan yang realistis sehingga dapat membantu Anda melakukan tawar-menawar dengan lebih efektif.*
Laili
(http://kompas.com/read/xml/2009/01/23/16501591/trik.agar.naik.gaji.1)

Tingkatkan Nilai Jual Profesi Anda

Ekonomi yang tidak stabil sedikit banyak ikut memengaruhi pasar tenaga kerja saat ini. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, Anda tak bisa berdiam diri. Aktiflah meningkatkan nilai jual profesi Anda dan gencarlah berpromosi. Bila Anda ingin mencari pekerjaan baru, berikut 6 cara yang bisa Anda lakukan:
Baca lebih lanjut