Archive for the ‘jakarta’ Tag

[foto] jakarta yang tiap hari macet

berikut ini foto2 yang ditampilkan harian kompas berkenaan dengan macetnya jakarta… (klik untuk memperbesar)

free image host free image host free image host free image host free image host

Jakarta Ria – 19122008

sudah akhir pekan lagi.. waktunya kita mengulas kembali apa yang telah terjadi selama pekan ini. tampaknya tidak ada yang berbeda di tiap harinya untuk urusan kota jakarta. tidak jauh2 dari macet macet dan macet lagi. untuk bulan2 ini tampaknya ada satu yang akan senantiasa mewarnai kota jakarta yaitu banjir.

aaahh alasan klasik jika dikatakan banjir itu karena curah air hujan yang sedemikian tinggi.. emangnya gak bisa beradaptasi dengan kondisi alam seperti ini? atau jangan2 dengan sengaja memelihara kondisi banjir untuk kepentingan pribadi? hmm gak tau juga yah..

bulan desember, biasanya orang2 sudah mulai menata dan berharap akan hal2 yang akan mereka harapkan di tahun mendatang. mulai dari harapan pribadi, karir, hubungan sosial hingga harapan untuk kota jakarta. harapan terbesar bagi penduduk kota jakarta adalah jakarta tidak macet lagi dan tidak banjir lagi. bisa gak yaa?

harapan kok tiap tahun sama saja isinya.. gak ada perkembangan menuju yang lebih baik. potret harapan penduduk jakarta inilah yang diangkat dalam komik Jakarta Ria kompas 19 Desember 2008.

selamat menikmati

Baca lebih lanjut

Jakarta Ria – 12122008

tampaknya tidak ada habis2nya energi ini untuk mencela menertawakan kinerja para aparat pemda DKI. tidak perlulah menunjukkan batang hidung mereka satu persatu, cukup tunjuk saja pada satu orang. satu petinggi DKI Jakarta. jangan tunjuk batang hidungnya tetapi tunjuk KUMISnya.

kalau bicara ttg Kumis di pemda DKI siapa lagi kalau bukan si oom foke kumis. satu2nya gubernur yang berani unjuk kumis dalam pilgub. tapi sayang kinerjanya tidak sesedap bakso kumis jalan blora. kinerja yang kian hari kian terpuruk.

kali ini komik Jakarta Ria harian kompas, menampilkan salah satu cerita duka dari “proyek” gusuran dari pemda DKI. gak ada habisnya tenaga untuk gusur menggusur tanpa bisa memberikan solusi yang terbaik. jangankan kantong2 pemukiman kumuh yang digusur, pedagang di jalan barito saja kena gusur. setelah gusur menggusur? apa yang terjadi?

KOSONG !

Baca lebih lanjut

[komik] anak sekolah tahun 2009

untuk warga Jakarta tampaknya sudah tahu mengenai kebijakan dari pemda jakarta tentang pengaturan waktu masuk untuk para anak sekolah baik SD, hingga SMU sederajat untuk tahun 2009.  efektif pada tanggal 1 januari 2009, anak sekolah di jakarta akan masuk sekolah pada pukul 06:30 WIB.

perubahan waktu masuk sekolah ini tentunya akan berdampak baik fisik maupun non-fisik untuk anak sekolah. tidak hanya anak sekolah tetapi juga kepada orang tuanya dan juga para guru. untuk mengejar pukul 6:30 tentunya mereka harus berangkat lebih pagi lagi.

yang biasanya berangkat dari rumah jam 5: 30 pagi akan berubah menjadi pukul 5 pagi.. waoww.. itu mah subuh2 udah berangkat.. atau jangan2 ada yang berangkat pas subuh.. ckckckk.. berangkat bareng maling donk (huehuheheuh).. tapi itulah kenyataannya.. pemda sudah menetapkan, tinggal gmana implementasinya..

menyitir kondisi diatas, harian kompas dalam edisi jum’at 5 desember 2008 menampilkan karikatur unik ttg anak sekolah tahun 2009… anak sekolah yang menjadi “zombie”.. manusia2 yang berangkat sekolah dengan mata masi terpejam..

Baca lebih lanjut

Jakarta Ria – 05122008

tidak terasa sudah hari jumat lagi.. dan seperti minggu2 sebelumnya kali ini MNRP akan menampilkan komik Jakarta Ria yang dikutip dari harian kompas.

pekan ini “serangan” kembali dilayangkan ke wajah oom kumis.. anda tentu sudah paham siapakah si oom kumis ini. weblog pun tidak pernah bosan untuk memberikan tinju kepada si ahli masalah jakarta ini (cuih!). sempat terlintas pemikiran bahwa yang berkumis tebal itu (kemungkinan) hanya banyak bicara, banyak ngebokis dan ngegombal.. ngomongnya ahli, tetapi hasil aksi nol besar.. itukah yang dinamakan ahli?

musim hujan sudah mulai datang menghadang dan tampaknya (baca: lagi2) jakarta akan kebanjiran. sudahkah oom kumis melakukan tindakan antisipasi? ingat2 dulu waktu kampanye, katanya jakarta bebas banjir..

benar.. jakarta bebas banjir yang diartikan sebagai banjir bebas untuk datang ke jakarta. gmana mo jakarta gak banjir2 wong bersihin got depan rumah saja malesnya minta ampun..

inilah yang diangkat dalam Jakarta Ria pada harian Kompas tanggal 5 Desember 2008.. selamat menikmati

Baca lebih lanjut

[foto] ada pelangi di Jakarta

untuk gue pribadi, sudah cukup lama sejak terakhir kali melihat pelangi.. pelangi nan indah ada di jakarta.. tidak hanya hadir melalui lagu group band Jamrud dengan “pelangi di matamu” tetapi ini nyata.. ada pelangi di Jakarta.. buat gue ini peristiwa yang sangat langka terjadi.. aahh indahnya pelangi.

Kompas 1 Desember 2008 menampilkan foto pelangi di langit jakarta

Baca lebih lanjut

[foto] orang kaya sombong di bundaran HI

untuk warga jakarta tampaknya sudah mahfum jikalau pada hari minggu pekan terakhir tiap bulannya adalah waktunya untuk Jakarta Car Free day.. acara ini bukan dilaksanakan untuk satu atau dua kali tetapi telah berkali2, sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan tidak tahu.. apalagi jika jalanan yang dijadikan tempat happening-nya adalah sudirman-thamrin.. wong tanpa acara tiap bulan itu, tiap hari minggu jalanan tersebut dibatasi penggunaannya.. memberikan keleluasaan bagi warga jakarta untuk menikmati jalanan untuk bersepeda, berlari, jalan pagi, main futsal dsb dsb..

tapi apa dinyana.. kemarin ketika acara Jakarta Car Free Day untuk bulan Nopember 2008, dinodai oleh tingkah polah orang kaya nan sombong dengan mobil mewahnya.. entah yang mengendarai adalah supir atau pemilik kendaraan, namun yang jelas ini orang kaya emang sangat sombong.. sungguh layak untuk dilecehkan, dicemooh dan disoraki.

foto ini muncul di harian kompas tanggal 1 Desember 2008 :

Baca lebih lanjut

Jakarta Ria – 28112008

hiburan celaan pekan ini datangnya (lagi2) dari kantor gubernur DKI.. setelah dengan lantang terang gembira mengeluarkan sebuah peraturan daerah yang mengatur mengenai kapan masuk anak sekolah.. gak tanggung2 maju tiga puluh menit dari jam yang lazim untuk masuknya anak sekolah.. anak sekolah di jakarta masuk pukul 6:30 WIB.. kira2 mereka bangun jam berapa yaa?

sudah banyak yang membahas dan menurut gue semua pembahasan itu sudah bagus dan komprehensif.. tinggal gmana realisasinya.. tapi emang dasar orang2 yang kerja di kebon sirih itu (kegubernuran dki) tu pada ndablek jadi cuek bebek aja.. merasa dirinya yang paling paham untuk ngatur jakarta.. maklum.. kan ahlinya..

oom kumis emang ahlinya.. ahli bikin kekacauan…

dikutip dari Kompas, 28 Nopember 2008, Jakarta Ria kali ini menampilkan derita anak sekolah..

Baca lebih lanjut

MRT : masih rapat terus

MRT (mass rapid transportation) pernah (dan mungkin masih) didengung2kan oleh pemda DKI.. tapi yaa gak ada hasil.. udah mirip dengan ejakulasi tanpa hasil. sungguh memalukan.. tiang2 pancang sudah didirikan dan sudah membentang di jalan2 protokol jakarta, tapi apa gunanya? hanya tetap menjadi tiang pancang tanpa makna. malahan menurut gue telah menjadi monumen kebodohan pemda DKI. pemda DKI atau gubernur DKI yaa? yaaa setali tiga uang dech..

mrt

sebuah monumen kebodohan?

ya! itu lah yang pantas ditempelkan pada tiang pancang yang ada di sepanjang jalan HR Rasuna Said hingga Jl Asia Afrika.. sungguh perencanaan yang sangat sangat bodoh.. mungkin anda tidak merasakan bagaimana sulitnya transportasi ketika tiang pancang itu dikerjakan.. mungkin anda termasuk yang menjadi korbannya.. masi ingat gmana rasanya? kesal, mangkel, muak dsb dsb.. kini setelah tiang pancang selesai, trus apa? transportasi makin lancar?

sekian miliar uang pajak berubah menjadi tiang pancang monumen kebodohan pemda DKI.. sungguh terlalu.. sungguh ironi.. demi sebuah ambisi dari seorang petinggi pemda DKI, jadilah warga jakarta “menikmati” keindahan monumen kebodohan ini..

adakah kabar lanjutan dari monumen kebodohan ini? tampaknya MRT diartikan sebagai Masih Rapat Terus.. isinya rapat rapat dan rapat tanpa hasil rapat yang nyata.. selain rapat, ada juga kunjungan kerja yang menghabiskan dana sekian rupiah untuk hasil yang NOL besar… betapa bodohnya…

jika gue tidak salah ingat, dulu targetnya adalah 2009 tu MRT selesai dibangun.. tapi apa lacur? 2009 sudah di depan mata tapi MRT masi tetap menjadi monumen kebodohan.. belum selesai dengan MRT, sempat pula digunjingkan mengenai kemungkinan adanya subway.. guoblok!

perencanaan tata kota yang hancur lebur.. belum satu selesai, sudah bikin proyek baru.. banjir aja belum selesai2 ech mo tambah proyek lagi.. gmana si cara berpikirnya? hanya menyenangkan diri sendiri atau memang tidak ada perhatian untuk jakarta?

review asinan jakarta

pagi hari yang dingin ini, gue menemukan sebuah surel yang masuk di kotak masuk gue.. wah ternyata sebuah ulasan mengenai asinan jakarta.. dan tepat sekali… ulasan asinan jakarta yang pernah ada di blog gue ini.. pelan2 gue baca tulisan tersebut.. olala.. meleleh nih air liur.. apalagi ketika dalam prosesi penuangan gula jawa.. wah nikmat bangeetss.. biar semua kebagian kejadian “terbitnya air liur” silahkan baca review ini :

Nostalgia Asinan Betawi 1950-an
Begitu mendengar nama Menteng Pulo, Jakarta, ingatan banyak orang langsung tertuju ke kuburan. Kuburan taman yang tertata rapi itu adalah kuburan milik Belanda bernama Ereveld Menteng Pulo. Padahal selain yang seram-seram itu, kawasan tersebut juga menyimpan makanan tradisional yang sudah ada setengah abad lamanya.
Tepatnya di seberang Jalan Menteng Pulo, ada gang bernama Gang Sadar. Di mulut gang ini setiap hari nangkring pedagang Asinan Betawi. Asinan ini kini sudah memasuki generasi ketiga. Riwayatnya berawal dari sang kakek, yang asli Betawi, berkeliling menjajakan asinan pikulan hingga ke seputaran Jalan Dr Satrio di masa kini.
Setelah si kakek lelah memikul dagangan, tongkat estafet diserahkan ke generasi kedua yang sebentar berjualan dengan pikulan untuk kemudian memilih mangkal di kawasan Menteng Pulo. Berlanjut kemudian ke generasi ketiga. “Saya enggak tau kalau ditanya tahun berapa. Tapi udah lama, dari sejak kakek,” ujar Anih, generasi ketiga Asinan Betawi ini.
Sayangnya, baik Anih maupun adiknya, Inah, mengaku sama sekali tak ingat nama ayahnya, penerus kedua. Apalagi nama sang kakek. “Udah enggak ada semua. Saya enggak tau namanya siapa,” tegas Inah, yang diamini Anih.
Asinan Betawi yang satu ini masih dijajakan menggunakan pikulan, meski penjualnya mangkal. Biasanya, orang membeli asinan ini untuk dibawa pulang karena memang tak ada tempat tersisa bagi mereka yang ingin menyantap asinan segar ini di tempat jualannya. Karena berada di gang sempit, maka pembeli dan pedagang harus selalu bersenggolan dengan pengendara motor yang hilir mudik dari dan ke gang ini.
Bungkus pisang

Asinan seharga Rp 7.000 per porsi ini dibungkus dengan daun pisang sehingga menambah aroma. Isinya taoge dan kol di tambah sawi Cina, tahu dan timun yang sudah direndam air cabai dan cuka. Setelah itu, kacang tanah digoreng ditebar, kemudian diguyur lelehan gula jawa, sambal (jika mau), plus sedikit garam.
Setelah itu kuah cuka ditambahkan ke adonan tersebut. Terakhir, kerupuk kampung berwarna merah disebar. Jika mau, bisa ditambah kerupuk mi berwarna kuning. Harganya Rp 2.000 per kerupuk. Sebelum asinan ini disantap, aduk semua sampai rata. Maka rasa sebenarnya akan langsung menyentak lidah. Asam, manis, asin, dan berbagai rasa asli dari sayur-mayur yang digunakan. Jika ditambah sambal, tentu rasa pedas makin bikin semangat.
Karena dagangan ini sudah ada sejak sekitar 1950-an, maka tak aneh jika pelanggannya juga banyak dan turun temurun. Contohnya saat Warta Kota tanpa sengaja bertemu pelanggan yang sudah sejak tahun 1960-an sering menikmati asinan ini.
“Sudah sejak tahun 1960-an, sejak masih kecil, saya udah sering makan asinan ini. Dulu saya tinggal di Berlan, sering main ke sini cuma untuk cari asinan ini,” ujar Spriati, yang kini tinggal di Pasar Rebo dan tetap kangen kepada Asinan Betawi ini. Sekarang, Supriati menjabat Kepala Sekolah Dasar Palmeriam. Bersama putrinya, dia rela menerjang jalanan Jakarta yang macet dan berdenu demi sebuah nostalgia dari seporsi Asinan Betawi.
Asinan Betawi memang tak hanya ada di Gang Sadar, Jembatan Merah, Jakarta Selatan, ini. Di Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Kamboja, Rawamangun,juga ada Asinan Betawi yang sudah berumur. Di tempat itu pembeli bisa makan di tempat karena penjual asinan ini punya tempat bernaung berupa warung. Soal rasa, semua tergantung selera. (pra)

Warta Kota
Minggu, 22 Juni 2008

kalau mau liat si ibu dan dagangannya silahkan cek link ini : https://mnrp.wordpress.com/2008/09/18/asinan-jakarta/