Archive for the ‘gubernur’ Tag

akhirnya foke kerja juga…

heuheuhe.. sorry nih, bukan bermaksud melecehkan foke tetapi untuk kali ini kerjanya keliatan juga.. mesti disorot televisi dan masuk dalam blog baru bisa dikatakan kerja.. soalnya kalo cuma cuap2 di gedung pemda, gue juga bisa (komat kamit maksudnya). di blog ini sudah sekian post yang menghina mengkritisi kinerja si oom kumis ini.. bagus lah kalo oom kumis membacanya tetapi gue bukannya mo ge-er, rasa2nya oom kumis baru kerja kalo sudah “ditampar” sama media massa nasional.

kenapa judulnya “akhirnya foke kerja juga” ? hehehehe sebenarnya bukan jebakan tetapi ini keluh kesah sebagai warga DKI Jakarta yang sudah muak dengan kinerja pemprov yang makin memble.. katanya ahli tetapi kok cupu n amatiran gitu si? heuhuehhuehuehue…

ini berita baru!
silahkan simak yang ini (http://www.liputan6.com/ibukota/?id=172146)

30/01/2009 07:25 – Lingkungan
Foke Kecewa Kebersihan Monas

Liputan6.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo marah saat menggelar inspeksi mendadak fasilitas umum dan kebersihan di sekitar taman Monumen Nasional, Kamis (29/1). Foke geram saat melihat lingkungan Monas kotor dan ada fasilitas umum yang hilang. Walikota Jakarta Pusat, Sylvana Murni, menjadi tempat melampiaskan kekesalannya.

Foke juga sempat menanyakan izin penggunaan lapangan futsal. Namun karena tidak ada yang bisa menjawab, ia akhirnya berfoto bersama anak-anak yang sedang bermain untuk meredakan kekesalannya. Peninjauan ini awalnya untuk melihat sistem drainase di Monas. Saat hujan deras beberapa waktu silam, kawasan ini yang seharusnya menjadi lahan serapan justru tergenang.(YNI/Tri Wibowo)

itu baru berita.. gmana kalau disajikan videonya?
sok atuh disimak videonya
(cara posting video gmana si?)

duh kasian deh ibu walkot jakarta pusat kena omel.. padahal kalo gak salah beberapa waktu yang lalu baru bersih2 monas.. yaa terang saja bu kena omel, yang dibersihin baru altar monasnya tetapi taman2nya masi penuh dengan sampah…

thx untuk liputan6.com.. semoga “tamparan” ini membuat kinerja oom kumis makin bertaji.. jangan kalah dengan kumis yang makin tebal itu oom..

Iklan

Jakarta Ria – 28112008

hiburan celaan pekan ini datangnya (lagi2) dari kantor gubernur DKI.. setelah dengan lantang terang gembira mengeluarkan sebuah peraturan daerah yang mengatur mengenai kapan masuk anak sekolah.. gak tanggung2 maju tiga puluh menit dari jam yang lazim untuk masuknya anak sekolah.. anak sekolah di jakarta masuk pukul 6:30 WIB.. kira2 mereka bangun jam berapa yaa?

sudah banyak yang membahas dan menurut gue semua pembahasan itu sudah bagus dan komprehensif.. tinggal gmana realisasinya.. tapi emang dasar orang2 yang kerja di kebon sirih itu (kegubernuran dki) tu pada ndablek jadi cuek bebek aja.. merasa dirinya yang paling paham untuk ngatur jakarta.. maklum.. kan ahlinya..

oom kumis emang ahlinya.. ahli bikin kekacauan…

dikutip dari Kompas, 28 Nopember 2008, Jakarta Ria kali ini menampilkan derita anak sekolah..

Baca lebih lanjut

MRT : masih rapat terus

MRT (mass rapid transportation) pernah (dan mungkin masih) didengung2kan oleh pemda DKI.. tapi yaa gak ada hasil.. udah mirip dengan ejakulasi tanpa hasil. sungguh memalukan.. tiang2 pancang sudah didirikan dan sudah membentang di jalan2 protokol jakarta, tapi apa gunanya? hanya tetap menjadi tiang pancang tanpa makna. malahan menurut gue telah menjadi monumen kebodohan pemda DKI. pemda DKI atau gubernur DKI yaa? yaaa setali tiga uang dech..

mrt

sebuah monumen kebodohan?

ya! itu lah yang pantas ditempelkan pada tiang pancang yang ada di sepanjang jalan HR Rasuna Said hingga Jl Asia Afrika.. sungguh perencanaan yang sangat sangat bodoh.. mungkin anda tidak merasakan bagaimana sulitnya transportasi ketika tiang pancang itu dikerjakan.. mungkin anda termasuk yang menjadi korbannya.. masi ingat gmana rasanya? kesal, mangkel, muak dsb dsb.. kini setelah tiang pancang selesai, trus apa? transportasi makin lancar?

sekian miliar uang pajak berubah menjadi tiang pancang monumen kebodohan pemda DKI.. sungguh terlalu.. sungguh ironi.. demi sebuah ambisi dari seorang petinggi pemda DKI, jadilah warga jakarta “menikmati” keindahan monumen kebodohan ini..

adakah kabar lanjutan dari monumen kebodohan ini? tampaknya MRT diartikan sebagai Masih Rapat Terus.. isinya rapat rapat dan rapat tanpa hasil rapat yang nyata.. selain rapat, ada juga kunjungan kerja yang menghabiskan dana sekian rupiah untuk hasil yang NOL besar… betapa bodohnya…

jika gue tidak salah ingat, dulu targetnya adalah 2009 tu MRT selesai dibangun.. tapi apa lacur? 2009 sudah di depan mata tapi MRT masi tetap menjadi monumen kebodohan.. belum selesai dengan MRT, sempat pula digunjingkan mengenai kemungkinan adanya subway.. guoblok!

perencanaan tata kota yang hancur lebur.. belum satu selesai, sudah bikin proyek baru.. banjir aja belum selesai2 ech mo tambah proyek lagi.. gmana si cara berpikirnya? hanya menyenangkan diri sendiri atau memang tidak ada perhatian untuk jakarta?