Archive for the ‘bugar’ Tag

7 Alasan Bangun Lebih Pagi

Apa saja manfaat yang bisa kita dapatkan jika bangun pagi?
oleh : Irma Kurniati
(doc Corbis)

VIVAnews – Tidur lebih awal dan bangun lebih cepat akan membuat orang makin sehat, kaya, dan bijaksana. Demikian ungkapan terkenal tokoh Amerika Serikat Benjamin Franklin.

Ungkapan bijak itu bisa menjadi motivasi menghadapi pemberlakuan jam masuk pagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setelah jam masuk sekolah dimajukan menjadi pukul 06.30 WIB, berikutnya giliran pemajuan jam masuk kantor. Jadi, bersiaplah bangun lebih pagi.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tip Memilih Terapi Pijat

Sebelum melayani para tamunya, sejumlah pramu pijat lebih dulu mengenakan CD dan rok yang sudah digembok. Hal ini dilakukan untuk menghindari tamu-tamu yang nakal.

JANGAN terkecoh dengan istilah “pijat plus-plus”. Sudah jadi rahasia umum, tempat seperti ini sering mengaburkan layanan pijat dengan praktik prostitusi.

Biar tidak masuk ke tempat yang salah, ada beberapa tip yang bisa kita terapkan.

Pertama, lihatlah paket-paket yang ditawarkan. Pastikan pengelola tidak menawarkan layanan seks. “Seks merupakan hal yang dilarang dalam etika pijat profesional,” ungkap dr. Tirza Z. Tamin, SpRM, Kepala Divisi Rehabilitasi Cedera Olah Raga, Departemen Rehabilitasi Medik RSCM, FKUI.

Kedua, perhatikan prosedur pemijatan. Dalam pemijatan profesional ada standard operating system (SOP) yang harus dilakukan. Misal, wajib melakukan proses screening atau mendiagnosa kondisi klien sebelum dilakukan peruijatan.

Ketiga, “Pastikan dahulu, terapisnya lulusan program pelatihan pemijatan yang terakreditasi dan tempatnya sudah memiliki izin negara atau sertifikat yang dikenal secara profesional,” saran Soenardi, Direktur Klinik Fisioterapis Sasana Husada. (Tunggul Joko Pamungkas)

sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/09560188/lain.terapis.lain.pula.gaya.pijatnya

Lain Terapis, Lain pula Gaya Pijatnya

ADAKALANYA kita merasakan teknik pemijatan yang berbeda-beda pada tubuh. Ada pijatan dengan melakukan penekanan di titik-titik tertentu, ada pula terapis yang lebih menyukai pemijatan dengan mengurut.

Teknik dan gaya pemijatan memang cukup beragam. Paling tidak, ada enam teknik dasar dalam pemijatan. Yakni, effulrage, petrissage, stroking, tappoment, tapping, dan kneading. “Keenam teknik ini menjadi dasar segala bentuk massage yang ada,” jelas Tirza S. Tamin, Kepala Divisi Rehabilitasi Cedera Olah Raga Departemen Rehabilitasi Medik RSCM FKUI.

Teknik effulrage merupakan proses penaburan atau pengolesan jenis minyak yang akan dipakai untuk memijat. Sedangkan, petrissage dilakukan dengan mengangkat otot dan jaringan dalam. Cara ini dapat dilakukan dengan satu atau kedua tangan.

Sedangkan, terapis yang melakukan teknik strokking biasanya mencubit-cubit atau meremas bagian tubuh pasian. Adapun tappoment lebih merupakan teknik memijat dengan telapak tangan yang dipukulkan di tubuh pasien.

Sementara tapping merupakan teknik memijat dengan cara ‘ menekan ujung jari di tubuh pasien. Terakhir, kneading adalah penggunakan siku terapis yang ditekan di tubuh pasien.

Baik wellness massage maupun medical massage umumnya mengkombinasikan keenam teknik dasar ini. Dalam wellness massage, ada tiga jenis terapi pemijatan yakni neuromuscularmassage, shiatsu massage dan swedish massage.

Neuromuscullar massage merupakan terapi pemijatan yang lebih menekankan otot bagian dalam hingga ke tulang.

Sedangkan, teknik pemijatan Shiatsu massage tak terlampau keras dan cenderung hanya di permukaan. Nah, swedish massage adalah tipe pemijatan yang paling umum. Ini termasuk pukulan pukulan ringan dan gerakan meremas yang lama dan panjang. Sang terapis meningkatkan tekanan pada tangannya, lengan atau siku setahap demi setahap. Biasanya, mereka menggunakan minyak atau lotion.

Selain teknik memijat di atas, masih banyak teknik pemijatan lain yang berkembang. Thai massage misalnya. Pada teknik ini, terapis menggunakan kekuatan jempol menekan titik lemah otot dengan konsentrasi pijatan pada daerah punggung, kaki serta wajah. Salah satu keunikan thai massage adalah pijatannya tanpa lumuran minyak.

Belakangan, jenis pemijatan warm stone massage juga populer. Teknik ini menggunakan kekuatan batu alam yang dapat menghantarkan panas ke tubuh. Sebab, panas juga dapat mengurangi kekakuan otot. Alhasil, pijatan ini dapat mengurangi ketegangan otot dan membuat tubuh rileks.

Nah, dengan berbekal pengetahuan teknik pijat ini, Anda bisa mencoba beberapa teknik pijat yang berbeda. Tapi, satu hal yang perlu diingat, jangan makan tepat-sebelum pijat dilakukan. Bukan bugar didapat tapi sakit perut malah mendera. (Kontan/Tunggul Joko Pamungkas)

sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/09560188/lain.terapis.lain.pula.gaya.pijatnya

Lelah dan Stres? Pijat Saja!

APAKAH Anda pernah pijat? Sebagian orang akan menjawab pernah bahkan sering. Bukan hanya bisa memulihkan anggota tubuh yang terkilir, pijat juga menghilangkan pegal-pegal yang mendera tubuh. Walhasil, sehabis pijat tubuh yang kelelahan terasa lebih segar. Tak heran, banyak orang menjadikan pijat salah satu rutinitas setiap akhir pekan atau setiap bulan.

Bahkan, buat masyarakat di kota besar seperti Jakarta, banyak yang melakukan pijat sebagai terapi menangkal stres dan kejenuhan. Maklum, tekanan hidup dan pekerjaan di kota besar terbilang tinggi. Makanya, usaha massage therapy terus berkembang di kota-kota besar macam Jakarta.

Jika dilakukan dengan besar, massage therapy memang bisa mendatangkan banyak manfaat. Pemijatan akan meregangkan dan merelaksasi otot sehingga pergerakan persendian kita akan lebih luwes. Dengan begitu, tingkat pergerakan tubuh seseorang juga lebih meningkat.

Pijat memiliki banyak kegunaan lain. Pijat bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan kelenjar getah bening. Tekanan pada pijatan juga bisa menstimulasi kelenjar kulit untuk menjaga kulit tetap dingin dan lembab.

Lakukan screening sebelum pemijatan

“Terapi pijat bisa juga membantu tubuh melepaskan beberapa unsur kimia tertentu sehingga tubuh menjadi rileks karena telah membuang racun yang terbentuk pada otot ketika otot sedang bekerja,” jelas Soehardi, Direktur Fisioterapi, Klinik Sasana Husada.

Terapi pijat dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, ketika tubuh stres, kemampuan sistem imun tubuh menurun. Saat itulah, kuman dan virus dengan mudah masuk ke tubuh kita. Tak sedikit pula pasien pijat merasa lebih baik secara psikologis dengan sentuhan dan kontak dengan pemijat atau terapis.

Tirza Z. Tamin, Kepala Divisi Rehabilitasi Cedera Olah Raga Departemen Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumi (RSCM), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menambahkan, terapi pijat sejatinya terbagi menjadi dua bagian.

Pertama, wellness massage. Pijat jenis ini biasanya dilakukan saat tubuh tidak sakit. “Tapi, tubuh butuh relaksasi untuk menghilangkan penat setelah bepergian jauh,” ajar Tirza.

Aroma terapi dan alunan musik syahdu dan tenang biasanya menyertai wellness massage. Tujuannya, menciptakan suasana rileks. Tapi, Tirza bilang, pemberian aroma terapi ini harus sesuai kondisi pasien. Misalnya, bagi pasien yang mengidap penyakit asma, harus menggunakan aroma terapi khusus untuk memperlancar pernafasan.

Kedua, medical massage. Pemijatan jenis ini biasanya dilakukan untuk penyembuhan. Misalnya, otot tenang lantaran posisi tidur yang salah. Atau, bisa juga karena adanya tumor yang menyempitkan kelenjar limfa di ketiak yang mengakibatkan pembengkakan lengan.

“Untuk ini memang perlu dilakukan medical massage untuk sesuatu patologis yang memang terjadi,” ujar Tirza.

Medical massage biasanya menggunakan minyak tertentu. Yang perlu diingat, pemijatan tak boleh dilakukan jika pasien mengalami kondisi khusus. Contoh, pada pasien yang punya luka terbuka, pemijatan justru akan memperparah luka nya. Demikian pula, bila pasien tumor akut.

“Tidak boleh diberikan pemijatan karena bisa menyebabkan tumor pecah dan menjalar ke bagian tubuh lain,” kata Tirza.

Karena itu, sebelum melakukan terapi pijat, pasien sebaiknya melakukan screening atau pemeriksaan awal untuk mengidentifikasi kondisinya. Selain untuk menentukan terapi pbat yang tepat, ini juga menghindarkan pasien dari kondisi yang lebih buruk.

Tirza juga mengingatkan pasien tetap berhati-hati memilih tempat pijat. “Harus betul-betul bisa dipertanggungiawabkan.” seru Tirza. (Tunggul Joko Pamungkas)

sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/09394639/lelah.dan.stres.pijat.saja