Archive for the ‘berita’ Tag

Apakah mereka tidak tahu?

masih getol dan gatel untuk ngetik sebelum berakhir pekan. topik bahasan pun lagi2 ttg sampah sampah dan sampah yang belum bersih juga.. ternyata sampah itu tidak sepenuhnya hilang. mungkin hilang dari pandangan mata tetapi baunya tidak hilang.

apakah mereka tidak tau bahwa yang hilang itu hanya lah sampah mata, bukan baunya?

boss, mereka tu siapa sih?

ini nih diantara mereka yang tidak tahu (mnrp: disusun berdasarkan top post blog indonesia sekitar pukul 14:45 WIB 21 Nop 2008) :

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

dua puluh enam dari seratus post tertinggi !!.. ok dech…

apakah mereka tidak tahu?

Iklan

hot update ! wordpress akan buka lagi blog sampah

ini baru berita.. kata moderator wordpress Indonesia, wordpess akan buka lagi blog penghujat sampah (di blog mnrp, entry untuk ini tidak ada, adanya sampah; mnrp). wah kok bisa begitu? kenapa? kok bisa? bo’ong lo? gokil lo ah?

stop stop.. bentar2, komentarnya nti aja dulu.. mari sekarang kita simak analisanya..

berdasarkan penuturuan dari mbak moderator (aka yella) dalam blog-nya, disebutkan bahwa wordpress (disingkat wp) melakukan penutupan blog sampah itu bukan karena adanya laporan penghinaan agama melainkan karena blog sampah itu melanggar ToS wp yakni mengenai iklan/promosi/advertising. ini kutipannya:

Sementara saya, yang kemarin masih diliputi rasa marah akan blogger gila itu, dan rasa khawatir WordPress secara keseluruhan akan diblokir negara, juga khawatir Indonesia terpecah belah, terus memohon supaya bapak Key Master memblokir blog edan itu. Padahal ada cara yang lebih jitu untuk menghapus blog tersebut, yakni dengan memberitahukan pada bapak Key Master bahwa blog tersebut memasang iklan. Pasang iklan tidak diijinkan di WordPress.com.

nah.. jadi bukan karena desakan dari Depkominfo, ID-SIRTII atau MUI.. jangan2 roy kuryo ikutan mendesak (meneketempe). tapi karena adanya pelanggaran atas ToS yakni iklan.

pertanyaan lanjutan nih.. jadi kalo iklan2nya dibersihkan, tu blog akan muncul lagi ga?

yaa meneketempe juga.. wong gue bukan yang punya wp.. tapi berdasarkan bincang2 antara mbak yella dengan pihak wp, dapat ditarik kesimpulan (walaupun prematur) bahwa wp akan membuka lagi blog tersebut. kok bisa? ini jawabannya

Akhirnya, setelah dipikir lebih matang lagi, WordPress memberi anda 2 pilihan (hanya dua, karena memang cuma itu yang ada):

Pilihan pertama, WordPress akan menutup blog manapun yang anda minta untuk ditutup. Ini artinya siapapun bisa menutup blog anda hanya karena tidak sependapat dengan pemikiran anda.

Pilihan kedua, WordPress.com buka kembali blog-blog yang sudah ditutup atas laporan pelecehan agama dan tidak akan lagi menghiraukan laporan-laporan sejenis di masa yang akan datang.

Silahkan anda pikir betul-betul, tapi secara pribadi, saya condong ke pilihan ke dua, meskipun beresiko WordPress.com diblokir pemerintah. Saya melihat pilihan nomor dua ini lebih mendidik kita untuk jadi lebih arif dan bijaksana dalam menghadapi kasus-kasus yang berbau agama.

apa pilihan anda? gue mah pilih yang kedua.. makanya sebelum posting, dipikir dulu baek2.. think before post !


8 Mitos Pernikahan

Pernikahan, lebih penting bagi perempuan daripada laki-laki. Benarkah? Inilah salah satu dari sekian banyak mitos yang dipercaya orang. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa lelaki yang menikah justru lebih bahagia daripada perempuan. Mereka lebih panjang umurnya dari yang tidak menikah. Wah, mitos semacam ini sering mengganggu dan membuat makin banyak orang enggan menikah.

Ingatlah, memercayai mitos berarti Anda akan salah informasi. Kalau salah informasi, Anda akan keliru mengambil keputusan. Nah, saat keliru mengambil keputusan maka hasil yang akan didapatkan pasti salah besar! Jadi, agar Anda tak terjebak dalam mitos-mitos seputar pernikahan, lebih baik ketahui dulu kebenarannya.
1. Mitos: Masuk perkawinan berarti tenggelam dalam 1001 masalah.
Fakta: Jangan terlalu hanyut dalam cerita sinetron ah! Menikah atau tidak, Anda tetap berhadapan dengan masalah (pekerjaan, keuangan, keluarga, dan lainnya), kan? Adanya pasangan yang bisa diajak kerja sama, justru dapat meringankan beban. Bahkan perkawinan memberi banyak kesempatan untuk mengembangkan diri dan potensi.

2. Mitos: Untuk menikah, lelaki dan perempuan harus memiliki pemikiran dan kebiasaan hidup yang sama.
Fakta: Secara fisik, lelaki dan perempuan diciptakan sebagai makhluk yang berbeda. Apalagi secara psikologis. Justru dengan pernikahan diharapkan Anda dan pasangan bisa menyatukan dua perbedaan untuk satu tujuan. Perbedaan lah yang akan membuat Anda dan dia saling belajar memahami, bekerjasama, menghormati dan mendukung.

3. Mitos: Menikah berarti memiliki teman kencan seumur hidup.
Fakta: Benar. Tapi ini bukan satu-satunya alasan Anda untuk menikah. Paling tidak, kini Anda tahu dengan siapa akan menghabiskan akhir pekan atau liburan. Suami atau istri tak hanya siap menjadi teman di setiap saat, tapi juga siap sebagai sahabat dalam suka dan duka.

4. Mitos: Perkawinan selalu menuntut romantisme.
Fakta: Kita hidup dalam dunia nyata. Bukan dalam dongeng atau sinetron. Romantis bukan berarti Anda harus ke mana pun berdua, kan? Atau mesra tiap saat sampai orang jengah melihatnya. Romantis bisa diwujudkan dengan cara sederhana, seperti berbagai cerita saat pulang kantor, berbagi sepotong burger, membantu memasak atau memilihkan kemeja kerja tiap pagi.

5. Mitos: Perkawinan yang bahagia tidak ada konflik.
Fakta: Memang, konflik yang tak kunjung selesai akan mengikis kebahagiaan. Namun, yang sangat bahagia pun tak lepas dari konflik. Tiap orang punya ketakutan dan impian yang berbeda. Dan mereka punya cara sendiri dalam menyelesaikan konflik. Yang tidak bahagia, akan saling menyalahkan dan menyakiti. Sedangkan yang bahagia, berusaha saling mengerti dan membantu mencari jalan keluar terbaik, tanpa saling menyakiti.

6. Mitos: Perkawinan ibarat menuruni gunung.
Fakta: Memang, sejak mencapai puncak kebahagiaan saat bulan madu, kebahagiaan akan terus mundur, mungkin sampai usia tua. Ada perkawinan yang setelah ‘mundur’, pantang maju lagi. Biasanya perkawinan seperti ini tak bertahan lama. Namun, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kebahagiaan perkawinan jadi makin besar dengan bertambahnya usia. Jadi, tergantung Anda berdua, akan membiarkannya terus mundur atau menghentikannya dan kembali bergerak maju seperti masa pacaran.

7. Mitos: Dalil perkawinan adalah 50-50 (baca: fifty-fifty)
Fakta: Nope! Dalam sebuah perkawinan kadang salah satu pasangan perlu mengalah, 70-90 % lah. Hubungan yang bahagia terjadi justru pada pasangan yang bersedia memberikan lebih dari 50 %. Pasalnya, keadaan orang tidak selalu sama. Ada kalanya menderita sakit, mendapat tugas ekstra berat, terkena PHK, sehingga keadaannya lebih ‘rentan’ dan memerlukan bantuan pasangan.

8. Mitos: Menikah = menjadi dewasa.
Fakta: Benar. Sebuah nasihat lama mengatakan, seseorang bisa dikatakan dewasa jika ia berani mengambil keputusan untuk menikah. Menikah memang tak bisa langsung menjadikan Anda lebih dewasa. Namun, tanggung jawab yang ada di pundak yang akan mengajarkan menjadi dewasa. Menikah memang bukan keputusan yang mudah, karena perkawinan yang sukses membutuhkan kerja keras antara kedua belah pihak secara terus-menerus.

Sumber : Kompas