Archive for the ‘karir’ Category

Strategi Bekerja di Antara Wanita

Lingkungan kerja yang dominan wanita dipengaruhi karakter like and dislike.

Situasi kerja yang dipengaruhi mayoritas gender membutuhkan kecerdasan Anda dalam membawakan diri. Seringkali wanita yang bekerja di perusahaan yang didominasi pekerja wanita akan lebih mempertimbangkan kenyamanan emosional, adaptasi sosial, serta hal-hal yang bersifat interpersonal lainnya. Sebab karakteristik wanita lembut, sensitif, dan kerap dikalahkan mood atau perasaan. Sedangkan jika wanita bekerja di lingkungan yang dominan pria, lebih mengedepankan hasil kerja dan upaya keras yang dilakukan. Aspek interpersonal bukan hal pokok yang dilihat berkaitan dengan pekerjaan seseorang.

“Lingkungan kerja wanita memang lebih banyak intriknya dibandingkan pria, yang cenderung lebih obyektif dalam memandang seseorang di lingkungan kerjanya,” ungkap Yuni Lasti Faulinda dari Experd (Executive Performance Development) Consulting.

Suasana kerja di lingkungan kerja yang dominan wanita, yang mengedepankan aspek psikis, mengharuskan para pekerja wanita untuk bisa mengatur strategi agar diterima di lingkaran zona nyaman rekan kerja. Tanpa taktik ini, sebaik apapun prestasi kerja seseorang, tak akan membuat ia mudah diterima dan benar-benar dilihat prestasinya.

Pelajari Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja yang dominan wanita sangat mementingkan penerimaan oleh lingkungan dibandingkan hasil kerja yang dilakukan. “Wanita butuh kenyamanan dengan lingkungan yang lebih besar, karena dorongan emosinya lebih besar. Mereka suka mencari chemistry-nya terlebih dulu ketika harus bekerja sama dengan seseorang, terutama orang baru,” papar Yuni.

Nah, untuk menemukan reaksi kimia ini, harus ada beberapa upaya yang perlu dikembangkan di dunia kerja. Pertama, pelajari perilaku dan kebiasaan rekan-rekan di kantor. Bagaimana mereka mengelola konflik, berbicara, berpakaian, apa yang menjadi minat dari mayoritas mereka, dan lainnya. Ini merupakan beberapa referensi yang harus Anda ketahui sebelum masuk ke dalam sebuah pergaulan di lingkungan kerja baru.

Cari Kemiripan
Bersikap luwes dan mendapat dukungan dari rekan kerja lain juga penting untuk meningkatkan karier Anda. Bahkan, Yuni mengingatkan, agar mau mencoba untuk masuk  ke dalam kelompok-kelompok pergaulan yang sudah ada.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk mulai masuk dalam lingkungan kerja antara lain mengidentifikasi diri terhadap kelompok pergaulan Anda. Yuni menyarankan untuk mulai dengan mencari kemiripan karakter maupun minat untuk menjalin kedekatan dengan rekan di kantor.

“Sebagai langkah awal, bisa saja mulai membuka peluang. Misalnya mencari kesamaan seperti daerah asal, almamater, hobi, dan lainnya.” Kesamaan inilah yang membuat Anda akan menjadi bagian dari mereka. Seseorang akan cenderung merasa nyaman ketika menemukan kemiripan atau kesamaan dalam beberapa hal.

Pikat Hati Atasan
Kepiawaian memanfaatkan peluang untuk memikat hati atasan juga penting dilakukan. Apalagi dengan atasan yang juga wanita. “Biar bagaimanapun, bos wanita perlu di-touch,” ungkap Yuni.

Memanfaatkan peluang ini dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana, yang dapat menjalin intensitas berkualitas dengan atasan. Yuni mencontohkan, ketika akan pergi rapat atau presentasi bersama di luar kantor lalu atasan memberikan tawaran untuk semobil dengannya. Meski Anda sebetulnya sudah punya rencana lain, tak ada salahnya menyambut ajakan tadi.

Di sepanjang perjalanan, Anda bisa mencoba membangun chemistry melalui sejumlah dialog. Meski singkat, Anda tak pernah tahu manfaat dari beberapa menit yang dihabiskan bersama atasan. Atau, Anda juga bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada atasan. Anda juga bisa memberi sedikit cinderamata setelah tugas keluar kota. Atau sekadar bersikap antusias ketika diajak ngobrol dengan atasan. Intinya, lakukan tanpa mengundang kesan menjilat, namun sudah dapat memberi impresi positif kepada atasan.

Ikuti Pergaulan
Dari pengetahuan yang diperoleh, Anda juga bisa mencari celah untuk masuk ke dalam lingkungan kepercayaan rekan kerja wanita lain. Apalagi lingkungan kerja dominan wanita memang dikenal dengan ciri: like and dislike yang sangat subyektif. Jangan sampai, hanya karena salah memilih kata-kata atau berpakaian yang kurang pantas, Anda menjadi sulit untuk diterima dalam lingkungan pergaulan. Pastinya akan sulit bila harus bekerja namun dipandang negatif atas prestasi yang dihasilkan.

Jika ada peluang untuk ngopi, shopping, nyalon, atau nongkrong bareng, manfaatkan ajakan-ajakan ini untuk masuk dalam pergaulan mereka. Amati topik yang mereka sukai, dan usahakan nyambung terus dengan mereka. Jika sudah diterima oleh mereka, perlahan Anda bisa menarik diri dan kembali kepada pribadi yang sebenarnya.

Tetap Rendah Hati
Ketika Anda mulai menunjukkan prestasi yang diharapkan perusahaan, atasan banyak memuji, dan mengakui keunggulan Anda, jangan lupa untuk membagi perhatian ke lingkungan sekitar. Ingat, di lingkungan kerja mayoritas wanita, intrik akan amat mudah muncul. Tetaplah bersikat bersahaja dan merendah. Meskipun komunikasi sudah nyaman dengan atasan, jangan lantas berlebihan pula mendekatinya.

Tetap dekati rekan kerja yang lain setiap kali ada kesempatan. Di lain kesempatan, Anda pasti akan membutuhkan mereka. Misalnya, ketika kantor menuntut Anda untuk bekerja dalam sebuah tim. Namun, tak perlu berusaha terlalu keras mendekati rekan, jika itu justru akan membuat Anda terlihat tak natural.
Cukup bersikap netral dan kooperatif. Bila masih dipandang negatif, mungkin memang begitu tipikal orang yang tidak terlalu menyukai diri Anda. Sejauh tidak mengganggu proses kerja atau tim, tak perlu membawa masalah sepele ini sampai ke atasan, ya!

Atasi Stres
Bila sedang bete dengan seorang rekan kerja, terkadang hasil pekerjaan jadi tak maksimal. Untuk itu, mulailah mengatasi stres dengan menghadapi rekan-rekan kerja yang berseberangan dan berpikiran negatif tentang Anda. Salah satu caranya, dengan berusaha merangkul mereka. Berusahalah memiliki waktu lebih banyak lagi bersama mereka. Jika perlu, dekati salah satu dari mereka untuk menyampaikan maksud baik Anda.

Jika sudah mentok dan mengganggu, apapun permasalahan Anda, sebaiknya bicarakan dengan atasan atau pihak manajemen perusahaan. Namun, tetaplah bersikap profesional dan tidak menempatkan masalah personal di dalamnya. Intinya, memang diperlukan kenyamanan untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi jangan membuat semuanya menjadi lebih rumit dengan menjadikan masalah kerja jadi masalah pribadi.

http://perempuan.kompas.com//read//xml/2009/03/10/10063762/strategi.bekerja.di.antara.wanita

Iklan

Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja

Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja

Membaca dan memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membuat Anda lolos wawancara kerja. Kemampuan komunikasi non-verbal memberikan nilai tambah untuk Anda sekaligus membantu untuk memperkirakan apa yang dipikirkan si pewawancara.

1. Jabat Tangan
Jabatan tangan memperlihatkan siapa diri kita. Hati-hati dengan cara Anda berjabat tangan. Kenal istilah dead fish, bone crusher, atau wet fish? Itu adalah istilah-istilah jabat tangan yang tak bagus. Dead fish adalah tipe jabat tangan yang “malas”, yaitu memberikan tangan saja, tanpa digenggam, seperti ikan mati. Sementara bone crusher, biasanya datang dari arah atas, lalu menggenggam sangat kencang seperti mau meremukkan tulang. Meskipun niatnya menunjukkan tipe orang yang tegas, namun jabat tangan ini menyakitkan dan justru menunjukkan tipe agresif. Tipe wet fish menunjukkan tipe orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Tiga langkah jabat tangan yang baik:
* Pastikan tangan dalam keadaan bersih, kering, dan tidak sedang memegang benda lain.
* Ketika menggenggam tangan lawan, berikan kehangatan namun pastikan ada ruang udara.
* Jabat tangan dengan profesional, sopan, genggaman kuat, dan senyum hangat.

2. Tatapan
Ketika Anda bertemu dengan si pewawancara, tatap matanya dan berpikirlah, “Wah, senang rasanya bisa bertemu dengan Anda!” Hal ini akan membantu Anda tersenyum dari dalam hati, dan ia akan mendapati sinyal tersebut dengan mood positif. Ketika kita bertemu dengan orang yang kita senangi secara otomatis pupil mata akan membesar, ini merupakan fenomena yang secara insting ditangkap manusia lain.

Selama wawancara kerja, pastikan kontak mata Anda berada dalam seputaran segitiga terbalik wajah si pewawancara. Yakni di antara titik luar alis kiri, ke hidung bagian bawah, dan titik luar alis kanan. Menatap bibir seseorang dianggap pelanggaran seksual, sementara menatap dahi seseorang dianggap merendahkan.

3. Postur Tubuh
Upayakan untuk duduk lurus, agar kepercayaan diri muncul dari sana. Jika Anda merasa rendah diri dan jenuh, coba perhatikan cara Anda duduk dan berdiri. Duduk tidak rapi atau berdiri sambil bersender bisa menekan dada dan mengurangi asupan udara ke paru-paru, yang menyebabkan kegugupan dan ketidaknyamanan.

4. Posisi Kepala
Untuk meningkatkan rasa percaya diri selama wawancara, posisikan kepala Anda tegak secara horizontal dan vertikal. Ini memberikan sinyal bahwa Anda serius dalam menggapai tujuan. Namun ketika dalam percakapan, untuk terlihat lebih bersahabat, miringkan sedikit kepala Anda untuk menunjukkan simpati.

5. Tangan dan Lengan
Tangan dan lengan memberi penilaian akan seberapa “menerimanya” kita. Jadi, upayakan tangan Anda berada di samping tubuh. Ini menunjukkan bahwa Anda bersikap terbuka dan siap menerima apapun yang datang kepada Anda.

Orang pendiam cenderung melipat dan menjauhkan lengan mereka dari badan, sementara orang yang supel cenderung menggambarkan maksud dengan gerakan tangan sambil berbicara. Upayakan gerakan tangan tak jauh dari badan Anda, supaya tak terlihat berlebihan. Jangan melipat tangan di depan dada selama wawancara, karena Anda akan terlihat defensif.

Dua arti gerakan tangan:
* Telapak tangan menghadap ke luar dan ke atas berarti orangnya terbuka dan bersahabat.
* Telapak tangan menghadap ke bawah berarti tipe orang yang dominan dan kemungkinan agresif.

6. Tanpa disadari, kaki cenderung bergerak di luar batas normal ketika kita gugup, stres, atau sedang kebingungan. Mengatasinya? Upayakan kaki kita setenang mungkin selama wawancara. Jangan biarkan kaki Anda terlipat, karena seakan-akan hal itu menciptakan batasan antara Anda dan si pewawancara.

C6-09

Sumber : msn

http://perempuan.kompas.com/index.php/read/xml/2009/03/10/15001772/bahasa.tubuh.saat.wawancara.kerja

Jika Anda “Overqualified”

Anda sudah begitu percaya diri bahwa Anda akan diterima di perusahaan besar yang Anda incar selama ini. Wawancara pun berlangsung dengan lancar dan Anda merasa telah memberikan jawaban yang terbaik. Tetapi, undangan ke tahap berikutnya tak juga Anda terima. Sampai akhirnya Anda sadar, tak diterima sebagai karyawan di perusahaan tersebut.

Hal ini tentu terjadi bukan karena perusahaan tersebut batal menerima karyawan baru. Coba ingat, apakah Anda telah melakukan hal-hal berikut ini.

1. Salah menjawab saat wawancara

Menurut Joyce Lain Kennedy, kolumnis dan penulis sejumlah buku panduan tentang karier, salah satu penyebab yang membuat nama Anda dihapuskan dari daftar calon pegawai adalah keliru menjawab saat menjalani sesi wawancara. Jika pewawancara menyinggung tentang status Anda yang overqualified, jangan tergesa-gesa mengiyakan pendapatnya.

“Katakan bahwa Anda bukannya overqualified, melainkan fully qualified. Dengan kata lain, Anda sanggup menyelesaikan pekerjaan dengan hasil di atas ekspektasi tanpa perlu mendapatkan supervisi ekstraketat. Hal itu tentunya bisa menjadi poin yang menguntungkan bagi perusahaan. Ungkapkan pula pertimbangan di balik pilihan Anda untuk bekerja di perusahaan tersebut dan bukannya di perusahaan lain,” ujar Kennedy.

2. Kelewat percaya diri

Menyadari bahwa dirinya memiliki kualifikasi di atas rata-rata terkadang membuat seseorang bersikap jumawa dan tidak bersikap sungguh-sungguh dalam menjalani proses perekrutan pegawai. Jika ini yang Anda lakukan, jangan heran bila petugas HRD tidak memanggil Anda kembali. Tunjukkan sopan santun dan harapan tulus Anda untuk dapat diterima bekerja di tempat tersebut.

3. Salah persepsi soal gaji

Salah satu alasan yang menyebabkan pelamar dengan kualifikasi tinggi tidak diterima bekerja adalah pihak perusahaan khawatir Anda akan menuntut nominal gaji di atas jumlah rata-rata. Untuk menghindari kesalahan persepsi ini, sejak awal Anda mesti berupaya meluruskan duduk persoalannya.

“Jika petugas perekrutan menanyakan tentang gaji Anda sebelumnya, Anda dapat menghindar dengan mengatakan bahwa saat ini Anda berorientasi ke masa depan dan bukannya ke masa lalu. Katakan bahwa pertimbangan Anda dalam bekerja bukan semata-mata penghasilan, tetapi juga tantangan dan pengalaman dalam bekerja,” ujar Kennedy.

4. Dicurigai akan jadi “kutu loncat”

Alasan lain yang membuat petugas perekrutan menyisihkan pelamar yang memiliki profil kelewat tinggi adalah kekhawatiran bahwa orang tersebut tidak akan lama menempati kursinya alias Anda dicurigai akan menjadi “kutu loncat” dalam hitungan bulan. Jika ini terjadi, tentu perusahaan akan dirugikan karena terpaksa menggelar proses perekrutan kembali.

“Sekali lagi, ungkapkan alasan Anda memilih bekerja di perusahaan tersebut ketimbang di perusahaan lainnya,” ujar Kennedy. Bila masih dianggap belum cukup meyakinkan, tak ada salahnya Anda meminta kontrak kerja yang mencantumkan bahwa Anda tidak akan hengkang dari perusahaan tersebut dalam jangka waktu minimal satu tahun ke depan.

5. Menyiasati turun jabatan

Sebagai seseorang yang pernah berada di posisi upper management, wajar saja bila orang lain khawatir Anda akan mengalami post power syndrome apabila ditempatkan di posisi middle management kembali. Biasanya kekhawatiran yang muncul adalah seputar bisa atau tidaknya Anda mengikuti flow kerja di tempat baru dan kesediaan Anda untuk mengikuti instruksi atasan.

Untuk mengatasi hal ini, tekankan kepada petugas perekrut bahwa Anda adalah seseorang yang memiliki mental profesional. Di mana pun ditempatkan, Anda akan mampu beradaptasi dengan budaya kerja setempat dan bertanggung jawab kepada calon atasan Anda kelak meski usianya lebih muda. “Katakan bahwa jabatan bukanlah fokus utama Anda dalam berkarier saat ini,” papar Kennedy.

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/03/02/09481416/jika.anda.overqualified

Rahasia Resume yang “Menjual”

Agar sukses mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, resume Anda harus mampu menarik perhatian pencari kerja yang prospektif dan cukup “menjual”. Resume adalah semacam kesan pertama yang ingin Anda ciptakan kepada calon atasan Anda. Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk membuat Anda berada dalam antrean terdepan penerima undangan wawancara.

1. Cantumkan yang terpenting pada bagian teratas

Pastikan Anda tahu tempat yang dituju atau posisi apa yang ingin Anda lamar. Jika Anda baru saja lulus kuliah, belum ada pengalaman kerja, dan pendidikan adalah yang paling bisa Anda “jual”, maka cantumkan pendidikan Anda di bagian paling atas. Jika Anda sudah pernah bekerja sebelumnya dan akan melamar ke bidang yang serupa, cantumkan pengalaman pekerjaan terlebih dahulu, baru pendidikan. Akhir-akhir ini pengalaman bekerja lebih sering menjadi poin utama.

Coba tempatkan diri Anda sebagai pencari kerja dan apa yang ingin Anda cari dalam diri calon karyawan Anda. Keahlian apa yang Anda miliki dan akan berguna untuk perusahaan tersebut? Pengalaman yang membuat Anda stand out dari pelamar lainnya? Cantumkan hal-hal semacam ini di lokasi atas. Jika Anda ingin mencantumkan latar belakang pendidikan, buatlah sesingkat dan sepadat mungkin.

Coba buat resume dengan urutan pengalaman kerja dalam daftar yang ringkas, lalu jelaskan detail dan atribut-atribut kunci, pengalaman dan keahlian yang sesuai dengan posisi kerja yang dituju, lalu akhiri dengan deatil yang mendukung, seperti pendidikan dan minat Anda.

2. Selektif dalam menampilkan informasi

Resume adalah alat marketing Anda. Pastikan Anda hanya mencantumkan informasi-informasi terpilih yang positif. Tak perlu mencantumkan segala hal yang pernah Anda lakukan seumur hidup. Resume “menjual” keahlian dan kemampuan Anda kepada calon pemberi kerja potensial. Jika Anda pernah bekerja sebelumnya, calon pemberi kerja pastinya ingin tahu alasan Anda meninggalkan pekerjaan terdahulu. Akan lebih baik jika bisa mencantumkan pula surat rekomendasi dari pekerjaan sebelumnya, untuk memastikan bahwa Anda keluar baik-baik.

3. Eksplorasi pilihan lain dan buat beragam bentuk resume

Cari tahu lebih dalam kemampuan dan keahlian Anda. Jika memiliki ketertarikan di berbagai macam bidang, cobalah. Buka pikiran Anda untuk mencoba beragam karir. Ketika akan mencoba bidang-bidang pekerjaan yang berbeda, ciptakan beberapa tipe resume yang berbeda yang sekiranya cocok dengan tempat yang akan dilamar. Sesuaikan desain, susunan, dan isi resume Anda. Bidang yang berbeda membutuhkan informasi keahlian dan kemampuan yang berbeda, Anda bisa sesuaikan hal ini untuk lebih membuat Anda terlihat yang terbaik untuk posisi tersebut. Pastikan pula desain resume Anda cukup formal, mudah dibaca, dan tidak terlalu berlebihan.

C6-09

Sumber : associated content

http://perempuan.kompas.com/read/xml…e.yang.Menjual

tips dalam interview

brur n sis..

ini ada tips cerdas dalam interview..
sering kali dalam proses perekrutan karyawan banyak calon kuat yang gagal ketika memasukin tahapan wawancara.
menurut penelitian yang tidak ilmiah, rata2 mereka jatuh ketika si Interviewer menanyakan hal sebagai berikut:

“apa alasan saudara keluar dari tempat kerja yang lama?”

nah berikut ini tips yang jitu dalam menjawab pertanyaan tersebut.

noname

Trik agar Naik Gaji (2)

MINTALAH EVALUASI

Terkadang mendapatkan uang lebih banyak pada saat ini bukanlah pilihan tepat. Atasan atau manajer perusahaan mungkin tidak memiliki wewenang untuk melakukan negosiasi gaji yang lebih tinggi jika anggaran perusahaan sudah dibekukan. Jika hal ini menjadi alasannya, Anda dapat mengajukan kembali permintaan kenaikan gaji pada enam bulan ke depan atau bila situasi keuangan perusahaan sudah lebih baik. Keuntungan lain dari mengevaluasi ulang perjalanan kinerja setiap 6 bulan (atau lebih panjang lagi) adalah untuk melihat prestasi Anda.

Semua prestasi khusus yang membuat Anda disorot atasan merupakan pertanda baik. Hal ini juga merupakan kesempatan terakhir untuk membuktikan perkataan Anda menjadi kenyataan. Meski Anda merasa frustasi sudah bekerja keras tanpa mendapat bonus, tetaplah termotivasi dengan anggapan, mungkin akan mendapatkan ganjaran lebih baik setelah dievaluasi 6 bulanan.

NAIK GAJI PADA SAAT YANG TEPAT
Kendati Anda telah membuktikan prestasi pada perusahaan, Anda tak akan mendapatkan gaji lebih baik bila tidak memintanya. Namun, jika perusahaan sedang berada di tengah krisis keuangan dan separuh dari departemen telah diberhentikan, bagaimanapun juga, Anda tetap harus menunggu sejenak untuk mewujudkan keinginan ini.

Meminta kenaikan gaji di waktu yang salah tak hanya membuat Anda kehilangan kesempatan mendapatkan kenaikan gaji, sekaligus Anda juga akan dibuat terheran-heran ketika bos berkata, “Sebaiknya Anda juga memberi perhatian pada lingkungan sekitar.” Atau, bos bahkan memperingatkan Anda untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan perusahaan. Bila bekerja di sebuah perusahaan yang besar dan berkembang, barulah Anda dapat memulai subyek pembicaraan tentang kenaikan gaji ini dengan lebih leluasa.

BERPIKIR DI LUAR KEBIASAAN
Para bos suka menantang karyawannya untuk “berpikir di luar kebiasaan.” Bila Anda ingin memperbesar penghasilan di tahun ini, jangan lupakan faktor tambahan yang bersifat non-keuangan. Bekunya anggaran perusahaan mungkin tak banyak memberi perbaikan di tahun ini, atau setidaknya untuk beberapa bulan ke depan.

Lalu mengapa tidak menegosiasikan manfaat lainnya? Perusahaan mungkin akan menawarkan lebih banyak waktu berlibur, jam kerja yang lebih fleksibel, atau bahkan Anda dapat melakukan pekerjaan dari rumah mulai dari sekarang dan seterusnya. Menggunakan komputer di rumah berarti Anda masih bisa melakukan pekerjaan tanpa perlu membayar uang transportasi atau kehilangan banyak waktu di perjalanan. Jumlah gaji mungkin tak berubah. Namun, Anda bisa berhemat sedikit uang dan waktu. Sepertinya itu jauh lebih baik.*

Laili

(http://kompas.com/read/xml/2009/01/23/16581815/trik.agar.naik.gaji.2)

——————–

ada yang bilang.. di masa2 seperti ini, masi dapat gaji aja udah sukur banget.. banyak PHK..
kalo hidup dari gaji ke gaji, capek juga yaa…
kok kagak capek2 jadi karyawan ya?

Trik agar Naik Gaji (1)

Salah satu resolusi tahun baru Anda mungkin berupa keinginan adanya kenaikan gaji. Namun, setelah berencana meminta kenaikan gaji Anda tersadar, dunia usaha di masa krisis seperti saat ini tengah mengetatkan anggaran. Kendati demikian, jangan beranggapan Anda tidak mungkin mendapatkan kenaikan gaji. Ikuti saja beberapa tips negosiasi gaji kali ini!

* TUNJUKKAN KELEBIHAN
Kendati demikian, jangan beranggapan Anda tidak mungkin mendapatkan kenaikan gaji. Jangan harap Anda akan mendapat kenaikan gaji yang besar jika tidak bisa membuktikan prestasi. Kemampuan khusus merupakan hal terpenting yang mesti dimiliki setiap karyawan maupun pencari kerja agar bisa meraih posisi tawar untuk terjadinya kenaikan gaji.

Anda perlu memahami, ketika perusahaan memiliki anggaran yang cukup ketat, mereka tak akan mau menghamburkan uangnya begitu saja. Ingat, hukum ekonomi mengatakan, dunia usaha selalu ingin memproduksi lebih banyak dengan lebih sedikit sumber daya, dan akhir-akhir ini, tampaknya menjadi tren perusahaan untuk sedikit lebih memforsir karyawannya.

Sadari pula, walaupun kini Anda sudah bekerja sekian lama di suatu perusahaan, atasan belum tentu melihat kemampuan Anda. Lancarnya pekerjaan yang dilakukan bukan berarti Anda lantas jadi harus saling tuding atau sikut antarsesama karyawan, lho! Jika ini yang dilakukan, prestasi kerja Anda tak akan terlihat oleh perusahaan.

Sebaiknya Anda perlu membuat daftar kemampuan yang harus dicapai selama masa kerja, sehingga dapat dijadikan pengingat demi kebutuhan prestasi Anda. Tahukah Anda, untuk meningkatkan penjualan, tentu diperlukan pekerjaan yang lebih efisien atau menerima respons positif dari para klien, bukan? Untuk itu, Anda perlu membuktikan dan menggunakannya sebagai kekuatan dan posisi tawar di dalam perusahaan. Di bidang pemasaran, prestasi dapat dilihat dari keuntungan yang dapat dihitung dan banyaknya penawaran langsung dari klien. Ini jauh lebih baik ketimbang mengumbar kata-kata manis nan indah.

Dan bagi para pencari kerja, pada dasarnya sama saja dengan mengupayakan prestasi di dalam perusahaan. Kecuali jika Anda sang pencari kerja yang menyoroti kepentingan untuk peningkatan karir. Rekaman presatsi yang baik pada riwayat karier Anda dapat memberikan alasan tepat bagi perusahaan mempekerjakan Anda di posisi lebih baik. Namun ingat, rekaman riwayat ini juga akan memberikan alasan tepat sang atasan untuk mengharapkan yang lebih lagi kepada Anda, di samping memberikan bonus yang lebih baik.
* KETAHUI PASARAN
Meskipun Anda pikir patut mendapatkan gaji lebih besar, atasan akan cenderung menolak mentah-mentah keinginan Anda untuk naik gaji. Sebaiknya jangan bernegosiasi dengan mulai menawar dengan nominal tertentu untuk mendapatkan penghasilan lebih besar. Bos Anda mungkin lebih tahu berapa penghasilan yang didapat pekerja lainnya di posisi yang sama, seperti halnya posisi Anda. Agar lebih jelas, sebelumnya cari referensi penghasilan, dan lihat batas atau standar gaji untuk profesi tertentu di kota Anda ataupun di wilayah lain. Lalu letakkan permasalahan gaji ini ke dalam konteks harapan yang realistis sehingga dapat membantu Anda melakukan tawar-menawar dengan lebih efektif.*
Laili
(http://kompas.com/read/xml/2009/01/23/16501591/trik.agar.naik.gaji.1)

Tingkatkan Nilai Jual Profesi Anda

Ekonomi yang tidak stabil sedikit banyak ikut memengaruhi pasar tenaga kerja saat ini. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, Anda tak bisa berdiam diri. Aktiflah meningkatkan nilai jual profesi Anda dan gencarlah berpromosi. Bila Anda ingin mencari pekerjaan baru, berikut 6 cara yang bisa Anda lakukan:
Baca lebih lanjut