Istri Ideal di Mata Pria

Jadi istri ideal bukan hanya perlu mengubah sikap, tapi bisa perlakukan suami dengan baik.

Oleh : Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti

54959_anda___kekasih___pasangan_sempurna__300_225.jpg
(doc.Corbis)

VIVAnews – Kebanyakan wanita tentu ingin menjadi istri sempurna di mata suaminya. Apalagi setelah mengetahui masih banyak kekurangan dalam dirinya. Anda mungkin akan menemukan cara untuk memperbaiki diri.

Perlu Anda tahu, menjadi istri ideal bukan hanya perlu mengubah sikap, tapi juga mengetahui lebih banyak tentang cara menciptakan pernikahan yang baik. Berikut sosok istri ideal di mata pria.

Tidak berusaha mengubah pasangannya
Jangan pernah punya pikiran untuk mengubah kebiasaan atau sikap suami. Meski Anda sudah marah-marah ketika melihat suami selalu meninggalkan pakaian kotor atau handuknya di lantai, tetap saja omelan Anda hanya dianggap angin lalu.

Seorang pakar perilaku mengatakan, Anda tidak bisa mengubah orang lain. Yang dapat mengubah hanya diri sendiri. Cara terbaik menangani situasi ini adalah mencari cara lain. Misalnya, meletakkan keranjang cucian kotor di tempat yang mudah diakses pria. Kompromi ini bisa menjadi jalan keluar yang baik.

Berterus terang
Jika Anda menginginkan sesuatu, jangan hanya mengungkapkan dengan ekspresi wajah cemberut atau omongan bertele-tele. Ungkapkan langsung padanya apa yang sedang Anda inginkan.

Mengucapkan “Terima Kasih”

Jadikan ucapan ini sebagai suatu kebiasaan. Katakan “terima kasih” ketika dia menjemput anak-anak dari sekolah, menempatkan pakaian kotor dalam keranjang atau memasak sarapan istimewa untuk Anda. Tidak perlu meberikan penghargaan berlebih, tapi cukup memperhatikan hal-hal yang suami Anda lakukan dan ucapkan “Terima kasih”.

Berikan kebebasan cukup
Setiap orang perlu sedikit waktu untuk dirinya sendiri. Entah itu, untuk bersantai, menjalani hobi, atau bersosialisasi dengan teman-teman. Jika suami adalah pencinta golf, namun Anda tidak, jangan menganggunya. Berikan kesempatan dan biarkan ia merasakan kesenangan.

Orang-orang yang berinteraksi dengan teman-temannya bisa merasakan hidup lebih sehat. Jadi biarkan dia memupuk hubungannya dengan teman-teman pria seperti halnya Anda ingin memiliki waktu bebas seperti masih lajang.

Membuatnya menjadi prioritas

Seorang istri sekaligus seorang ibu pasti sering lebih mengutamakan pekerjaannya, mengurusi rumah dan memperhatikan anak-anak ketimbang mengurusi suaminya. Menghabiskan waktu berduaan sekadar bersantai itu perlu. Meluangkan waktu menemaninya bekerja dan menemaninya menjalani hobi barunya juga bisa membuat si dia merasa diperhatikan dan menjadi prioritas buat Anda. Jika ini dia rasakan, otomatis dia akan berusaha menjadi suami yang baik.

Menjaga penampilan
Kebanyakan istri tidak punya waktu mempercantik diri atau menjaga penampilan. Untuk tetap membuat suami betah di rumah, ada baiknya Anda memperbaiki penampilan. Bisa dengan berolahraga, makan sehat dan melakukan perawatan tubuh bisa mempertahankan aura positif. Sikap percaya diri perlu dipertahankan, dan Anda akan terus menjadi wanita yang bersemangat menjaga keutuhan rumah tangga.

http://kosmo.vivanews.com/news/read/119016-istri_ideal_di_mata_pria

=============

semoga gue dipertemukan dengan wanita yang cocok untuk gue.. gak perlu yang ribet2 dech.. bersedia untuk setia dan menjaga serta merawat gue… jadi akuntan, jadi koki, jadi permaisuri, jadi pelacur (di kamar tidur), jadi ibu, jadi guru, jadi penasihat

haallllaaahh banyak banget maunya….😛

3 comments so far

  1. kris on

    kenapa semua harus dibebankan ke istri? masak udah. tampil cantik dan harum udah. semua yang dimau udah. tapi kewajiban suami cuma bisa di dapat sebulan 2 kali. duh malang benar nasibku.

  2. kris on

    kalo bisa memutar waktu, aq ingin kembali ama cinta pertamaku aja deh. suamiku baik sih baik. tapi gitulah. apalagi keluarga terlalu banyak mencampuri urusan rumahtangga kami terutama soal anak. gimana mau dapat anak kalo cuma 2 kali sebulan. pengennya gw selingkuh sape hamil aja deh biar keluarga suami liat kalo gue nggak mandul. cuma anaknya aja yang mungkin agak bermasalah.

  3. mnrp on

    for kris,
    memang tampaknya tidak adil bagi wanita dimana tuntutan kepadanya begitu banyak.. apakah benar2 tidak adil?
    sepertinya tidak, sebab banyak tanggung jawab yang dipikul oleh suami dan istri berhak untuk menagih hak tersebut.

    salah satu contohnya adalah hak istri untuk mendapatkan nafkah dan “nafkah”.
    bertemu hanya 2x sebulan? o may o may o may..
    berasa banget beratnya.. apalagi kalo sudah kenal/tau rasa enaknya..

    itu hak kamu (sebagai istri) nah kamu bisa tuntut hal itu.. jikalau suami tidak bisa memberikan hak kamu yang itu, kamu bisa menuntut cerai (pilihan terakhir)

    ketimbang selingkuh…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: