Agresif Bercinta, Pasangan Bisa Hilang Gairah

Agresif Bercinta, Pasangan Bisa Hilang Gairah
Arinto Tri Wibowo
Minggu, 27 September 2009, 14:07 WIB

VIVAnews – Ada dua alasan utama mengapa pasangan suami istri tidak pernah lagi melakukan aktivitas bercinta. Pertama, suami tidak pernah lagi mengajak istrinya bercinta. Kedua, istri terlalu sering mengajak suaminya bercinta.

Ketika istri terlalu sering mengajak bercinta, lambat laun justru akan menimbulkan frustasi kedua pihak. Apalagi, setelah beberapa lama, suami akan kehilangan gairah bercintanya.

Dalam bukunya berjudul Mars and Venus in The Bedroom, John Gray, mengatakan, perempuan biasanya tidak memahami bahwa jika intensitas mereka mengejar lebih banyak dibanding pria, pasangan akhirnya menjadi lebih pasif.

Sedikit pengejaran diperbolehkan sebagai pemberitahuan kepada pria bahwa itu saatnya untuk mengejar pasangannya. Namun, jika pengejaran dilakukan terus-menerus, pria justru akan kehilangan gairah.

Jika perempuan terlalu merasa bertanggung jawab untuk selalu mengajak pasangannya bercinta, pria lambat laun akan kehilangan motivasi.

Bahkan, ketika perempuan mengekspresikan sisi kejantanannya yang selalu ingin mengejar, pria pun akan bergerak ke sisi femininnya. Ketidakseimbangan itu yang akhirnya dapat menggerogoti gairah bercinta suami istri.

John Gray menjelaskan, bila istri membiasakan diri mengajak suaminya bercinta dengan cara yang tidak langsung, dia dapat menjamin suaminya menemukan kembali sisi kejantanannya.

Sebagian besar pria tidak mengetahui bila perempuan terlalu agresif, hal itu dapat memadamkan gairah bercinta mereka.

Awalnya, istri yang agresif dalam bercinta akan direspons positif suaminya, karena dia tidak akan pernah ditolak. Namun, dengan berjalannya waktu, gairah suami lambat laun akan berkurang.

arinto.wibowo@vivanews.com

www.vivanews.com
http://kosmo.vivanews.com/news/read/92527-agresif_bercinta__pasangan_bisa_hilang_gairah
Dipublikasikan : Minggu, 27 September 2009, 14:07 WIB
©VIVAnews.com

aahh…rasa2nya tidak mungkin terjadi hal seperti itu..
kemungkinan yang akan terjadi adalah pertanyaan2 yang mengganggu..
kenapa? ada apa? mengapa?
tapi yaa itu kan analisa dari buku..
semuanya kembali pada pribadi masing2..

Iklan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: