Etika Ber-BlackBerry

Fungsi perangkat seluler kini memang tak lagi hanya terbatas untuk menelepon dan mengirim SMS. Teknologi BlackBerry (BB) yang dikembangkan Research in Motion, perusahaan Kanada, membuat orang dengan mudahnya membaca e-mail semudah mengirim dan menerima SMS, tanpa kita perlu repot membuka situs web.

BB kini memang menjadi kosa kata yang penting dalam komunikasi. Gaya hidup ber-email bergerak ini bukan cuma melanda para profesional yang sangat sibuk dan tak sempat berlama-lama di depan komputer. Sekarang ini sangat lumrah melihat orang, bahkan remaja menenteng-nenteng BB. Demi kenyamanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan perangkat canggih ini:

– Gunakan filter e-mail
Agar tak lupa daratan, sebaiknya gunakan filter supaya tak semua e-mail masuk dalam BB. Pilih hanya e-mail penting atau e-mail dengan subjek tertentu dan pengirim tertentu saja yang bisa dibaca lewat BB, sisanya teruskan ke inbox e-mail untuk kemudian dibaca lewat komputer pribadi. Sehingga waktu Anda tak akan habis hanya untuk membaca dan membalas ratusan e-mail yang masuk.

– Hindari memakai headset
Kecuali kedua tangan Anda sedang dipakai untuk mengerjakan hal lain, hindari berbicara menggunakan headset. Apalagi hanya untuk bergosip, dengan suara keras pula.

– Simpan sementara
Simpan BB Anda saat meeting, di acara formal, berbicara dengan teman, atau di tengah acara kencan. Bukan tindakan yang sopan membiarkan orang lain menunggu atau pembicaraannya terpotong gara-gara Anda asyik membaca e-mail, chatting, atau meng-update Facebook. Sebagai sebuah perangkat komunikasi, tentu Anda bisa meninggalkannya sebentar bukan? Bila pesan yang masuk begitu penting untuk dibalas, menyingkirlah sebentar dari ruangan untuk membalasnya.

– Tak perlu pamer
Bentuknya yang ringkas dan moderen, fungsinya yang canggih, dan tentu saja harga yang relatif mahal (paling murah sekitar Rp 4 juta), membuat BB terkesan semakin “wah”. Tak heran bila makin banyak orang yang menenteng BB ke mana-mana, meski sebenarnya tas yang dibawa cukup besar untuk menampung gadget berukuran mungil ini. Hanya karena gadget ini adalah sebuah penemuan penting dalam dunia komunikasi, bukan berarti Anda harus menggunakannya setiap waktu bukan?

AN
Sumber : askmen

(http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/02/06/15474930/Etika.Ber-BlackBerry)

Iklan

1 comment so far

  1. killbill1 on

    yang ngeselin itu kalo lagi di tempat ibadah malah gak dimatikan BBnya.

    mnrp:
    wah begitula… jadi yang namanya gaptek itu bukan pada ketidakmampuan beradaptasi dengan teknologi tetapi juga pada ketidakmampuan untuk menggunakan teknologi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: