Archive for Januari 27th, 2009|Daily archive page

pulang kantor lebih awal

jujur.. tulisan ini tidak cocok untuk anda yang termasuk workoholic (si gila kerja).tapi juga bukan untuk dijadikan senjata untuk orang2 yang malas kerja atawa tipikal si pemakan gaji buta (gue termasuk gak yaa?). tapi post ini sungguh menarik dan bermanfaat.

ada berita dari vivanews (Pulangkan staff lebih awal untuk beranak-pinak). singkat berita adalah perusahaan Canon (Jepang) memulangkan karyawannya lebih awal dan menutup akses untuk pekerja yang suka kerja lembur. pukul 17: 30, listrik kantor langsung dimatikan.
keuntungannya adalah untuk para karyawan bisa segera pulang kerumah untuk berindehoy (dan berasoy2) dengan suami/istri yang pada akhirnya melakukan “produksi” anak. selain daripada itu juga mengurangi beban biaya listrik secara signifikan bagi Canon.
kebijakan Canon ini sejalan dengan harapan pemerinta Jepang yang berupaya untuk menaikkan tingkat pertambahan penduduk agar mencapai 2% pertahun.

seandainya dilakukan di Indonesia gmana yaa? duh jadi kepingin…

orang jepang emang lebih suka kerja ketimbang beranakpinak.. sementara orang Indonesia lebih suka beranakpinak ketimbang kerja… kewalik walik nih..

Iklan

Trik agar Naik Gaji (2)

MINTALAH EVALUASI

Terkadang mendapatkan uang lebih banyak pada saat ini bukanlah pilihan tepat. Atasan atau manajer perusahaan mungkin tidak memiliki wewenang untuk melakukan negosiasi gaji yang lebih tinggi jika anggaran perusahaan sudah dibekukan. Jika hal ini menjadi alasannya, Anda dapat mengajukan kembali permintaan kenaikan gaji pada enam bulan ke depan atau bila situasi keuangan perusahaan sudah lebih baik. Keuntungan lain dari mengevaluasi ulang perjalanan kinerja setiap 6 bulan (atau lebih panjang lagi) adalah untuk melihat prestasi Anda.

Semua prestasi khusus yang membuat Anda disorot atasan merupakan pertanda baik. Hal ini juga merupakan kesempatan terakhir untuk membuktikan perkataan Anda menjadi kenyataan. Meski Anda merasa frustasi sudah bekerja keras tanpa mendapat bonus, tetaplah termotivasi dengan anggapan, mungkin akan mendapatkan ganjaran lebih baik setelah dievaluasi 6 bulanan.

NAIK GAJI PADA SAAT YANG TEPAT
Kendati Anda telah membuktikan prestasi pada perusahaan, Anda tak akan mendapatkan gaji lebih baik bila tidak memintanya. Namun, jika perusahaan sedang berada di tengah krisis keuangan dan separuh dari departemen telah diberhentikan, bagaimanapun juga, Anda tetap harus menunggu sejenak untuk mewujudkan keinginan ini.

Meminta kenaikan gaji di waktu yang salah tak hanya membuat Anda kehilangan kesempatan mendapatkan kenaikan gaji, sekaligus Anda juga akan dibuat terheran-heran ketika bos berkata, “Sebaiknya Anda juga memberi perhatian pada lingkungan sekitar.” Atau, bos bahkan memperingatkan Anda untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan perusahaan. Bila bekerja di sebuah perusahaan yang besar dan berkembang, barulah Anda dapat memulai subyek pembicaraan tentang kenaikan gaji ini dengan lebih leluasa.

BERPIKIR DI LUAR KEBIASAAN
Para bos suka menantang karyawannya untuk “berpikir di luar kebiasaan.” Bila Anda ingin memperbesar penghasilan di tahun ini, jangan lupakan faktor tambahan yang bersifat non-keuangan. Bekunya anggaran perusahaan mungkin tak banyak memberi perbaikan di tahun ini, atau setidaknya untuk beberapa bulan ke depan.

Lalu mengapa tidak menegosiasikan manfaat lainnya? Perusahaan mungkin akan menawarkan lebih banyak waktu berlibur, jam kerja yang lebih fleksibel, atau bahkan Anda dapat melakukan pekerjaan dari rumah mulai dari sekarang dan seterusnya. Menggunakan komputer di rumah berarti Anda masih bisa melakukan pekerjaan tanpa perlu membayar uang transportasi atau kehilangan banyak waktu di perjalanan. Jumlah gaji mungkin tak berubah. Namun, Anda bisa berhemat sedikit uang dan waktu. Sepertinya itu jauh lebih baik.*

Laili

(http://kompas.com/read/xml/2009/01/23/16581815/trik.agar.naik.gaji.2)

——————–

ada yang bilang.. di masa2 seperti ini, masi dapat gaji aja udah sukur banget.. banyak PHK..
kalo hidup dari gaji ke gaji, capek juga yaa…
kok kagak capek2 jadi karyawan ya?

Trik agar Naik Gaji (1)

Salah satu resolusi tahun baru Anda mungkin berupa keinginan adanya kenaikan gaji. Namun, setelah berencana meminta kenaikan gaji Anda tersadar, dunia usaha di masa krisis seperti saat ini tengah mengetatkan anggaran. Kendati demikian, jangan beranggapan Anda tidak mungkin mendapatkan kenaikan gaji. Ikuti saja beberapa tips negosiasi gaji kali ini!

* TUNJUKKAN KELEBIHAN
Kendati demikian, jangan beranggapan Anda tidak mungkin mendapatkan kenaikan gaji. Jangan harap Anda akan mendapat kenaikan gaji yang besar jika tidak bisa membuktikan prestasi. Kemampuan khusus merupakan hal terpenting yang mesti dimiliki setiap karyawan maupun pencari kerja agar bisa meraih posisi tawar untuk terjadinya kenaikan gaji.

Anda perlu memahami, ketika perusahaan memiliki anggaran yang cukup ketat, mereka tak akan mau menghamburkan uangnya begitu saja. Ingat, hukum ekonomi mengatakan, dunia usaha selalu ingin memproduksi lebih banyak dengan lebih sedikit sumber daya, dan akhir-akhir ini, tampaknya menjadi tren perusahaan untuk sedikit lebih memforsir karyawannya.

Sadari pula, walaupun kini Anda sudah bekerja sekian lama di suatu perusahaan, atasan belum tentu melihat kemampuan Anda. Lancarnya pekerjaan yang dilakukan bukan berarti Anda lantas jadi harus saling tuding atau sikut antarsesama karyawan, lho! Jika ini yang dilakukan, prestasi kerja Anda tak akan terlihat oleh perusahaan.

Sebaiknya Anda perlu membuat daftar kemampuan yang harus dicapai selama masa kerja, sehingga dapat dijadikan pengingat demi kebutuhan prestasi Anda. Tahukah Anda, untuk meningkatkan penjualan, tentu diperlukan pekerjaan yang lebih efisien atau menerima respons positif dari para klien, bukan? Untuk itu, Anda perlu membuktikan dan menggunakannya sebagai kekuatan dan posisi tawar di dalam perusahaan. Di bidang pemasaran, prestasi dapat dilihat dari keuntungan yang dapat dihitung dan banyaknya penawaran langsung dari klien. Ini jauh lebih baik ketimbang mengumbar kata-kata manis nan indah.

Dan bagi para pencari kerja, pada dasarnya sama saja dengan mengupayakan prestasi di dalam perusahaan. Kecuali jika Anda sang pencari kerja yang menyoroti kepentingan untuk peningkatan karir. Rekaman presatsi yang baik pada riwayat karier Anda dapat memberikan alasan tepat bagi perusahaan mempekerjakan Anda di posisi lebih baik. Namun ingat, rekaman riwayat ini juga akan memberikan alasan tepat sang atasan untuk mengharapkan yang lebih lagi kepada Anda, di samping memberikan bonus yang lebih baik.
* KETAHUI PASARAN
Meskipun Anda pikir patut mendapatkan gaji lebih besar, atasan akan cenderung menolak mentah-mentah keinginan Anda untuk naik gaji. Sebaiknya jangan bernegosiasi dengan mulai menawar dengan nominal tertentu untuk mendapatkan penghasilan lebih besar. Bos Anda mungkin lebih tahu berapa penghasilan yang didapat pekerja lainnya di posisi yang sama, seperti halnya posisi Anda. Agar lebih jelas, sebelumnya cari referensi penghasilan, dan lihat batas atau standar gaji untuk profesi tertentu di kota Anda ataupun di wilayah lain. Lalu letakkan permasalahan gaji ini ke dalam konteks harapan yang realistis sehingga dapat membantu Anda melakukan tawar-menawar dengan lebih efektif.*
Laili
(http://kompas.com/read/xml/2009/01/23/16501591/trik.agar.naik.gaji.1)