Forbiden Area untuk pria

Forbiden Area

Selasa, 9 Desember 2008 | 14:10 WIB

Siapa bilang pria  adalah makhluk berhati baja yang tak bisa terusik perasaannya? Sekali saja Anda, menyinggungnya dalam 7 perkara ini, ia akan langsung pergi dari sisi Anda.
Pekerjaan
Michael Gurian, penulis buku The Male Brain menyatakan, lelaki kerap menempatkan profesinya sebagai suatu hal yang ‘sakral’ dan tak tersentuh oleh siapa pun. Pekerjaan adalah cara pria mengekspresikan diri dan salah satu caranya untuk mengungkapkan perhatian kepada keluarga. “Jika ada seseorang, siapa pun itu, yang meragukan, apalagi menghina profesi yang digelutinya, biasanya pria akan bersikap defensif atau bahkan mungkin meradang,” kata Gurian.

Barang-Barang Pribadi
Bagi banyak pria, barang-barang pribadi seperti ponsel, dompet, agenda dan tas kerjanya adalah wilayah pribadi yang tidak boleh dilanggar. Meski barang-barang itu tergeletak begitu saja, Anda tidak diperkenankan mengintip isinya sebelum mendapat izin darinya. Makanya, enggak heran mereka sangat menjaga barang-barang pribadinya ini. Apalagi jika isinya berisi jejak-jejak perselingkuhan.

Keluarga
Steve Biddulph, penulis buku Raising Boys, menyatakan bahwa keluarga adalah bentuk keterikatan pria yang pertama terhadap kehidupan. Karena itu, pada umumnya, seorang pria-yang sejak kecil mengemban ‘tugas’ sebagai ‘pelindung’ bagi siapa pun, menempatkan diri sebagai pembela keluarga. Jadi kalau tidak mau dia meradang, jangan pernah mengusik-usik wilayah ini, terutama menilai kedekatannya dengan ibunya. Menurut Biddulph, pria memang memiliki kedekatan emosi yang lebih tinggi terhadap ibunya, ketimbang ayah.

Koleksi
Laki-laki adalah kanak-kanak abadi, mungkin anggapan ini ada benarnya. Ketika kita sudah meninggalkan boneka Barbie, si dia masih saja anteng dengan koleksi mobil-mobilannya. Bahkan tak sedikit laki-laki yang masih menyimpan koleksi-koleksinya hingga mereka berumah tangga. la akan menganggap Anda telah melanggar privasinya jika Anda coba-coba mengutak koleksinya.

Teman-teman
Salah satu resep hubungan asmara awet, menurut Allan dan Barbara Pease, penulis buku Why Men Don’t Have A Clue & Women Always Need More Shoes, adalah jangan terlalu rewel meributkan teman hangout pasangan Anda. Di antara sesama pria terbentuk suatu hubungan mirip persaudaraan yang biasanya sulit dipahami oleh kaum hawa. Karenanya, ketimbang bersikap nyinyir dan mengatur dengan siapa saja kekasih boleh bergaul, lebih baik Anda berusaha memenangkan cinta pasangan dengan cara mengambil hati para sahabatnya.

Idealisme
Entah itu bentuknya idealisme dalam memegang prinsip hidup, religi, atau semata-mata kesenangan dalam melakukan sesuatu, pada dasarnya pria senang apabila orang lain mampu menghargai dirinya dan menerima sudut pandangnya. Bila  Anda sedang berkencan dengan seorang humanis, misalnya, jangan paksa dia menerima tawaran bekerja di sebuah perusahaan yang terkenal amat profit oriented dan tidak memiliki program “balas budi” terhadap lingkungan. Karena Anda akan dianggap ikut campur urusannya.

Size Mr. P
Yang satu ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Meski malu-malu mengakuinya, Mr. P adalah poin paling dominan dalam menentukan kadar kejantanan dan bahkan harga diri seorang pria. Sekali waktu menghina kemampuannya di ranjang, termasuk mengolok-olok size Mr.P, dijamin Anda akan langsung kehilangan respek darinya  dalam hitungan sedetik saja. Mencinta seorang pria adalah kegiatan satu paket dengan mencintai ‘adik kecilnya’.

Chic/Nayu Novita

Iklan

1 comment so far

  1. sudhew on

    cowok juga manusia,mereka pasti juga punya sisi yang tidak ingin disentuh oleh siapapun termasuk oleh pasangan hidupnya sekalipun

    mnrp:
    setuju banget dengan pendapat ini.. tapi sayangnya, para cewek selalu berkelit ttg keterbukaan bla bla bla..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: