Renungan untuk suami ketika menghadapi istri yang cerewet

hasil dari blogwalking, menemukan sesuatu yang sangat berharga.. beneran coi.. ini berharga sangat (sok melayu…) bagus untuk meredam esmosi ketika para wanita sedang terbakar esmosi..

dikutip dari http://indriputri.wordpress.com/2008/11/21/renungan-untuk-suami-kala-istri-cerewet/

silahkan disimak..

Adakah istri yang tidak cerewet?

Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah, tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?
Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?


1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal, syahwat.
Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya. Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.
Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liukan yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang shalihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai menjelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia. Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.
Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaiannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu.

4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku? akulah yang membuatnya begitu. Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi dan lalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung, tadi pagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan, menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.
Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.
Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.
WallahuAlam.

gmana?

menarik sangat bukan? (halaah melayu lagi)… layak untuk direnungi..

10 comments so far

  1. Adieska on

    Lumayan buat saya yang berencana akan punya istri nanti 😀

  2. Jiwa Musik on

    hahaha… pernah tuh kutanyain ke keponakan tk apakah mamanya dirumah suka cerewet n marah2, jawabnya: halah biasaa.. pakde, kalo dah tgl 20an keatas, ntar kalo papa gajian juga tenang ndiri hahaha….

  3. danzon on

    Wuakakaka…
    Lucu tuh keponakan om jiwa musik.

    Waduh masi mahasiswa saya, blom bgitu ngurus istri. Tp hal sperti itu bisa saya liat pada diri ibu saya. Hehehe…

  4. Mbah Langgeng on

    Cobalah kalau punya istri wetone Sabtu Wage, Masya Alloh …….harus beli sumbat telinga beneran,…. Ya Alloh berilah kami kesabaran yang berlebih, untuk bisa membimbing istri kami….

  5. mnrp on

    wah si mbah.. pengalaman pribadi nih tampaknya..
    sing sabar ya mbah…
    sabar.. sabar..

    tapi kalau sudah tidak sabar lagi, silahkan cari istri baru 🙂

  6. Nety unyun on

    “..sebenarnya dalam hubungan suami – istri yang dibutuhkan hanyalah pengertian! karna diluar sebuah ikatan pernikahan kita adalah seorang insan, yang dasarnya memiliki sifat2 lahiriah seorang pria / wanita dan hanya prilaku lah yang menjadi motor nya.
    sudah tentu pria/wanita memiliki sifat yang beda, jadi sebaiknya sadar akan perbedaan tersebut..

    dan kuncinya adalah saling mendukung satu sama lain..dan berfikir untuk mendapatkan yang terbaik dalam memiliki sebuah keluarga..

    suami/ istri hanyalah media bagi seorang diri untuk mendapatkan ketakwaan kita kepada Allah..demi masa depan yang kekal yaitu akhirat.

    semua yang kita kerjakan adalah Ibadah…

    dan pahala yang besar yang dapat kita temukan adalah pada sebuah hubungan suami-istri / sebuah keluarga…

    mnrp:
    a good point…
    gak bisa berkata tidak setuju untuk yang ini

  7. ovivi on

    kalo menurut gw smua da ma cuami na kalo gak nurut ya berdoa ja biar gak lama” ngomel na!!!!!

    mnrp:
    akurrrr..

  8. egi on

    Emank bagus mengikuti saranx,tp kita hrus ikuti jg klo istri tdak melakukan itu semua?∂ï rmh hanx menjaga harta,anak,ϑàή kshatanx aja!!!!!tpi ktika suami plng kerja d meja mkn tdk ada apa2,air minum tidak d buatkan,ada ϑàήa yg lbh maux mkn ∂ï luar…….

  9. Anonim on

    Istri mah sm aja diem kl lg pegang duit doang.

  10. ebook akuakultur on

    o iya, umar bin khatab istrinya ada berapa ya? jangan cuma pas istri bawel aja dijadikan teladan, skalian semuanya,….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: