Archive for November 17th, 2008|Daily archive page

teh tarik, apaan si tu?

ada yang tau teh tarik.. udah pernah ngerasain? terus terang gue gak pernah merasakan teh tarik.. terus terang aja gue gak minat dengan teh tarik.. selain itu bukan sesuatu yang luar biasa juga termasuk pengananan yang mahal (menurut gue).

dus, berdasarkan penelusuran pada mbah google, tersaji deskripsi singkat ttg teh tarik.. diambil dari mbah wiki (http://id.wikipedia.org/wiki/Teh_tarik)

Teh tarik adalah minuman khas Malaysia yang biasanya dijual oleh para mamak (orang India Muslim) di Malaysia dan Singapura. Minuman ini berupa teh yang diberi susu kental manis yang dituangkan dari satu gelas ke gelas lainnya (ditarik). Dalam proses penarikan ini, kandungan-kandungannya menjadi semakin tercampur rata dan aromanya keluar. Selain itu proses penarikan juga membantu mendinginkan suhu minuman dan memberikan lapisan busa lembut di bagian atasnya yang terbentuk karena kandungan gula di dalam air teh.

Teh tarik dan teh es merupakan minuman yang banyak dijual di rumah makan para mamak, dan biasanya diminum bersama hidangan seperti nasi lemak, roti canai, roti telur, atau roti tempayan. Bubuk teh yang dijual kiloan sering digunakan untuk membuat teh tarik. Setelah diseduh, teh disaring dengan kain kasa dan dicampur dengan susu kental manis.

ya sutra lah… selamat menikmati teh tarik yang tidak jelas asal usul namanya. mendingan nikmati saja komentar benny dan mince berikut ini (diambil dari Kompas, 16 Nop 2008)

Baca lebih lanjut

banjir? tanya sama ahlinya

mantap.. jakarta akhirnya kena banjir (lagi). seperti musim duren yang tidak pernah absen untuk datang tiap tahun, begitupula dengan banjir yang melanda jakarta. ganti musim ganti tahun tetep saja banjir mulu. apa kata dunia kalo ibukota negara kebanjiran? yah dunia boleh berkata, jakarta tetap banjir. anjing menggonggong banjir tetap datang.

ganti gubernur masi saja kepincut dengan masalah klasik atawa lama atawa standar : banjir. masi inget dengan jargon politiknya bang oom foke? serahkan pada ahlinya. ini komedi sitir tentang seserorang yang merasa (dengan sikap pongah dan sombong) ahli dalam masalah tata kota dan tata air serta mampu mengendalikan banjir. saat jakarta banjir, kemanakah si oom kumis itu? santer terdengar berita kalau ybs sedang mengungsi, kabur dari jakarta demi keselamatan dirinya sendiri. gosip terhangat menyatakan bahwa alasan dari ditutupnya taman suropati adalah alasan pribadi si oom kumis. takut didemo kali..

mangkenye pak gubernur.. jadi orang jangan sombong.. mentang2 lulusan institut teknologi dari Jerman sono, eh songong mo ngatur jakarta biar gak banjir.. malu tuuu…

lihat dech dibawah… Kutipan harian kompas tanggal 15 Nop 2008, karikatur yang satir untuk oom kumis.. (makan tu kumis !)

Baca lebih lanjut